Comscore Tracker

Air Hangat Bisa Menetralkan Efek Makan Gorengan? Ini Faktanya!

Bagaimanapun juga, gorengan adalah makanan yang tidak sehat

Bukan rahasia kalau warga Indonesia suka gorengan. Kalau tidak ada makanan yang digoreng di meja makan, rasanya kurang afdal. Meski harga minyak naik atau minyak sedang langka, ada saja cara untuk menggoreng. Padahal, konsumsi gorengan yang berlebihan bisa membahayakan kesehatan jangka panjang.

Oleh karena itu, banyak orang yang mencari cara untuk tetap sehat meskipun suka makan gorengan. Misalnya dengan minum air hangat setelah makan gorengan untuk menetralkan efeknya. Apakah benar cara tersebut manjur? Yuk, kenali beragam mitos kesehatan yang berhubungan dengan kebiasaan makan gorengan.

1. Benarkah minum air hangat bisa menetralkan efek buruk gorengan?

Air Hangat Bisa Menetralkan Efek Makan Gorengan? Ini Faktanya!ilustrasi minum air putih hangat (unsplash.com/engin akyurt)

Apakah benar minum air hangat bisa menetralkan efek buruk dari gorengan? Ahli gizi sekaligus dosen kesehatan masyarakat di Universitas Alma Ata, Dr. Arif Sabta Aji, S.Gz., mengatakan bahwa sebenarnya tak ada hubungan antara minum yang hangat (dari air, teh, hingga wedang) dengan konsumsi gorengan.

"Mungkin sebagian besar orang berpikir kalau minum minuman hangat seperti teh atau jahe, maka lemaknya bisa meluntur. Sebenarnya tidak berpengaruh," ujar Dr. Arif kepada IDN Times pada Senin (28/3/2022).

Ia menjelaskan bahwa jalurnya sebenarnya sudah berbeda. Saat gorengan masuk ke pencernaan, maka lemak pada gorengan dicerna menjadi asam lemak. Asam lemak tersebut diserap tubuh ke dalam darah dan akan terdeposit juga.

“Jadi, gak ada hubungannya antara minum minuman hangat dan gorengan. Karena, jalurnya pun sudah berbeda,” imbuh Dr. Arif.

2. Menjauhi makanan/minuman dingin

Makan gorengan saat hari sedang terik tentu membuat mulut dan tubuh terasa panas. Oleh karena itu, tidak jarang kita mengonsumsi makanan atau minuman dingin. Kata Dr. Arif, suhu tidak berperan apa pun dalam menjaga kesehatan sehabis makan gorengan. 

"Suhu (dingin) hanya memberikan sensasi kelegaan pada tubuh," kata Dr. Arif.

Layaknya jika waktu panas kita meminum air dingin atau menikmati es krim, maka tubuh kita mendapat kesegaran. Baik hangat atau dingin, gorengan dan makanan/minuman dingin yang sudah sampai di lambung tak ada bedanya sehingga tak ada kaitan medisnya.

3. Jalan santai 20–40 menit setelah makan gorengan

Air Hangat Bisa Menetralkan Efek Makan Gorengan? Ini Faktanya!ilustrasi berjalan-jalan santai (pexels.com/Pille Kirsi)

Gorengan mengandung lemak, dan tubuh menyimpan lemak di bagian subkutan (lapisan bawah kulit) tubuh sehingga terus menebal. Oleh karena itu, jika asupan lemak tak diimbangi aktivitas cukup (seperti olahraga), maka risiko obesitas juga bertambah.

Apakah harus menunggu makan gorengan dulu baru berolahraga? Dokter Arif menekankan bahwa olahraga fisik seperti jalan santai selama 20–40 menit tak harus menunggu setelah makan gorengan. Anggapan banyak orang adalah olahraga setelah makan gorengan sama dengan membakar kalori. 

“Jika baru makan, tubuh tidak secara cepat mencerna makanan tersebut. Bisa jadi, olahraga setelah makan gorengan tidak akan berpengaruh pada makanan yang sudah dimakan,” kata Dr. Arif.

Olahraga menjaga kesehatan tubuh. Salah satunya adalah karena efek hormon endorfin yang mengurangi stres. Namun, joging bukan berarti mengurangi makanan yang sudah masuk. Malah, jika dipaksa berolahraga langsung setelah makan, pencernaan bisa terganggu prosesnya.

“Kalau biasa kita bilang ‘suduken’, sakit perut ketika habis makan langsung beraktivitas,” imbuh Dr. Arif.

4. Tidak tidur setelah makan gorengan

Sudah umum kita mendengar anjuran untuk tidak tidur setelah makan. Apakah hal ini berlaku untuk konsumsi gorengan? Sayangnya, tidak ada hubungannya. Dokter Arif menjelaskan bahwa efek kantuk setelah makan bisa disebabkan karena kita tidak beraktivitas setelahnya.

Selain itu, karena tubuh sedang fokus mencerna makanan, maka tak aneh jika kita mengantuk. Namun, kantuk setelah makan bukanlah hal yang perlu ditakutkan karena memang alami dari tubuh.

"Ini memang alami pada tubuh jika tak melakukan aktivitas. Namun, jika tubuh melakukan aktivitas maka fokus tubuh akan terbagi… Jadi, dia bekerja tidak hanya untuk memproses makanan sehingga kita tak merasakan kantuk lagi,” kata Dr. Arif.

Baca Juga: 5 Cara Masak Ini Paling Bahaya buat Kesehatan, Enak Cuma Sesaat

5. Makan kacang atau biji-bijian habis makan gorengan

Air Hangat Bisa Menetralkan Efek Makan Gorengan? Ini Faktanya!ilustrasi kacang dan biji-bijian (medicalnewstoday.com)

Pertama-tama, Dr. Arif mengatakan bahwa konsumsi kacang dan biji-bijian tidak ada hubungannya dengan kesehatan sehabis makan gorengan. Ini karena kacang dan biji-bijian sebenarnya adalah sumber lemak, yaitu lemak nabati tak jenuh.

Akan tetapi, mengonsumsi lemak nabati setelah makan gorengan tidak buruk juga. Kata Dr. Arif, asam lemak tak jenuh bisa berperan sebagai antioksidan, dan asupan lemak nabati baik untuk mengimbangi konsumsi gorengan yang kurang sehat dan terlalu berlemak.

"Sementara hubungannya gak ada, secara kualitas, konsumsi makanan yang disebutkan itu jauh lebih lebih menyehatkan dibanding dengan mengonsumsi gorengan yang yang terlalu banyak."

6. Sarapan tinggi serat

Saran terakhir yang sebenarnya tidak ada hubungannya dengan makan gorengan adalah sarapan tinggi kandungan serat keesokan harinya. Serat memang baik untuk mencukupi kebutuhan harian dan menjaga pencernaan. Namun, beda asupan dan beda waktu, maka hubungannya juga samar.

“Paling tidak, jika malamnya makan gorengan, ya sudah, paginya jangan makan gorengan lagi," kata Dr. Arif.

Intinya, Dr. Arif mengingatkan bahwa kuantitas makanan dan kualitas makanan kita harus kita cukupi secara beraneka ragam, dan tentu bukan dari gorengan saja. Kalau makanan kita hanya gorengan, itu tidak bisa memenuhi kebutuhan gizi.

Beberapa makanan/minuman untuk pencinta gorengan

Air Hangat Bisa Menetralkan Efek Makan Gorengan? Ini Faktanya!ilustrasi yoghurt (freepik.com/racool-studio)

Di sisi lain, Dr. Arif mengatakan bahwa konsumsi prebiotik (seperti yoghurt) bisa bermanfaat untuk pencinta gorengan. Prebiotik bisa membantu bakteri baik dalam pencernaan sehingga jumlahnya tetap seimbang untuk menjaga sistem imun dan pencernaan.

“Jadi, lebih menjaga keseimbangan sistem imun dan kesehatan usus, sehingga kita tak perlu merasakan sembelit. Ini juga memengaruhi karena susah buang air besar juga bisa mengganggu kesehatan,” ucap Dr. Arif.

Akan tetapi, Dr. Arif meluruskan bahwa ini bukan berarti gorengan bisa menyebabkan sembelit. Jika yang digoreng merupakan bahan makanan kaya akan serat, maka seharusnya tak menyebabkan sembelit. Yang perlu diingat adalah lemak gorengan yang patut dibatasi.

Selain makanan yang mengandung prebiotik, konsumsi buah juga dianjurkan. Seperti olahraga, konsumsi buah (baik jus atau utuh) tidak dikhususkan habis makan gorengan, malah lebih baik dibanding hanya minum air putih atau tidak minum apa-apa.

Buah memang memiliki kandungan antioksidan. Konsumsi gorengan berlebihan bisa menyebabkan peningkatan kadar radikal bebas di dalam tubuh. Untungnya, semua buah memiliki vitamin, mineral, serta antioksidan.

Beberapa buah yang bisa kamu makan setelah melahap gorengan di antaranya jeruk, semangka, pisang, alpukat, dan sebagainya.

Buruknya teknik menggoreng dan gorengan itu sendiri

Air Hangat Bisa Menetralkan Efek Makan Gorengan? Ini Faktanya!ilustrasi deep fry (freepik.com/pongmoji)

Dokter dan ahli gizi masyarakat, Dr. dr. Tan Shot Yen, M. Hum., menekankan perlunya peralihan dari budaya menggoreng pada masyarakat Indonesia. Malah, Dr. Tan menekankan bahwa "trik sehat" habis makan gorengan tersebut tidak masuk akal dan tak berdasar sains.

"Semuanya tidak bisa menganulir gorengan. There is no right way to do the wrong thing," ujar Dr. Tan lewat pesan tertulis kepada IDN Times

Dokter Tan menjelaskan bahwa proses menggoreng bisa menyebabkan kanker jika dibiasakan. Teknik menggoreng bisa menyebabkan munculnya akrilamida, heterocyclic amine (HCA) dan polycyclic aromatic hydrocarbon (PAH). Senyawa-senyawa tersebut bisa mengubah DNA sehingga bersifat karsinogenik (bisa menyebabkan kanker).

"Bukan soal boleh atau tidak, tetapi apakah kita butuh gorengan? Bukankah ada cara masak yang lebih sehat?" ujar Dr. Tan.

Baca Juga: Enak dan Manjur, Ikuti 5 Cara Memasak yang Menyehatkan Tubuh Ini

Topic:

  • Nurulia

Berita Terkini Lainnya