TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

7 Tips Sukses Berhenti Vaping, Biar Lebih Sehat!

Vape bukan lagi alternatif rokok yang lebih sehat

Tips berhenti vaping (unsplash.com/Vaporesso)

Vaping mengacu pada penggunaan produk pengantar nikotin yang juga dikenal sebagai rokok elektrik atau vape.

Produsen memasarkan vape sebagai alternatif yang lebih sehat daripada rokok konvensional. Namun, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) melaporkan bahwa 99 persen rokok elektrik mengandung nikotin, zat yang menyebabkan ketergantungan. Beberapa produk vape bahkan memberikan dosis nikotin yang lebih tinggi daripada rokok konvensional.

Karena alasan kesehatan, banyak orang yang kemudian berniat untuk berhenti merokok dengan beralih ke vape. Sayangnya, lepas dari vape juga bukanlah hal yang mudah dilakukan, apalagi kalau kita sudah terlanjur kecanduan nikotin.

Untuk membantumu, berikut ini ada beberapa tips berhenti vaping yang bisa kamu coba.

1. Temukan motivasi untuk berhenti

ilustrasi rokok elektrik atau vape (unsplash.com/Vaporesso)

Ada banyak faktor berbeda yang dapat mendorong seseorang untuk berhenti menggunakan vape. Menurut studi dalam jurnal Addictive Behaviors tahun 2019, kesehatan adalah alasan paling umum untuk berhenti ngevape, dan finansial menjadi yang terpopuler kedua.

Alasan lainnya termasuk:

  • Khawatir akan kesehatan di masa depan.
  • Ingin bebas dari kecanduan.
  • Pengaruh teman dan keluarga.
  • Mulai merasa vaping menurunkan kemampuan dalam aktivitas tertentu, seperti olahraga atau menyanyi.
  • Tidak menikmatinya lagi.

Kalau sudah menemukan alasan untuk berhenti, itu membantu menetapkan arah untuk pemulihan dan dapat membantu meningkatkan motivasi.

2. Identifikasi pemicu

ilustrasi rokok elektrik (pixabay.com/haiberliu)

Pemicu adalah perasaan, aktivitas, tempat, waktu, atau apa pun yang akan membuat kita ingin mengisap vape. Berikut adalah pemicu yang paling umum dilansir Healthline:

  • Emosi, seperti stres, kebosanan, atau kesepian.
  • Melakukan sesuatu yang dihubungkan dengan vaping, seperti nongkrong atau istirahat di tempat kerja dengan teman yang ngevape.
  • Melihat orang lain vaping.
  • Mengalami gejala penarikan (withdrawal).

Mengetahui pemicunya dapat memberi kita kesempatan untuk mengembangkan strategi yang dapat membantu mengelola perasaan ini. Kita juga dapat mengambil langkah-langkah untuk menghindari pemicu sampai merasa lebih aman dalam pemulihannya.

Baca Juga: Benarkah Rokok Elektrik Lebih Aman dari Rokok Konvensional?

3. Pertimbangkan penggantian nikotin

ilustrasi vapor termahal (pixabay.com/zacgnadinger)

Berhenti vaping bisa sangat sulit, terutama jika kita tidak memiliki dukungan. Selain itu, ada juga masalah penarikan yang bisa sangat tidak nyaman. Nah, terapi penggantian nikotin dinilai dapat membantu keluar dari kecanduan nikotin secara perlahan.

Terapi penggantian nikotin dilakukan dengan melibatkan penggunaan produk yang memberikan nikotin dengan dosis yang konsisten. Misalnya, patch nikotin, permen karet, pelega tenggorokan, semprotan, dan inhaler. Tujuan dari terapi ini adalah menghindari nikotin dari vaping sambil tetap meredakan gejala penarikan.

American Cancer Society merekomendasikan untuk memulai terapi penggantian nikotin pada hari kamu berhenti merokok. Perlu diingat bahwa terapi penggantian nikotin tidak disarankan untuk orang-orang yang masih menggunakan beberapa bentuk tembakau bersamaan dengan vaping.

4. Temukan dukungan

Ilustrasi grup pendukung untuk berhenti vaping (unsplash.com/Hannah Busing)

Memiliki dukungan menjadi salah satu faktor penting dalam kesuksesan dalam berhenti vaping. Laman WebMD menyarankan untuk memulai dengan berbicara dengan orang yang dapat diandalkan dan dapatkan dukungan emosional mereka.‌

Sumber dukungan lain adalah dokter. Dokter akan memberikan saran, menawarkan dukungan, dan sumber daya yang disesuaikan dengan kebutuhan spesifik masing-masing orang.

5. Kenali tantangan dan strategi yang diperlukan

ilustrasi laki-laki sedang stres (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Ada banyak sekali tantangan yang akan kamu hadapi dalam upaya berhenti menggunakan vape. Mulai dari gejala penarikan fisik, hasrat emosional, suasana hati, lingkungan, dan metabolisme. Dalam hal ini, mengidentifikasi strategi untuk menghadapi tantangan ini dapat membantu.

Strategi untuk menangani gejala penarikan akan berbeda-beda. Namun, menurut laman Medical News Today, rekomendasi dasar melibatkan:

  • Mencari dukungan.
  • Menggunakan distraksi.
  • Melepaskan diri dari situasi yang memicu keinginan mengisap vape.
  • Mengingat alasan berhenti vaping.
  • Mengunyah permen karet.
  • Jalan-jalan.

6. Aktivitas fisik

ilustrasi berolahraga (unsplash/scottbroome)

Aktivitas fisik merupakan cara yang cocok untuk mengatasi berbagai tantangan selama berhenti vaping. Olahraga, terutama aerobik, dapat membantu melawan keinginan untuk kembali mengisap nikotin.

Olahraga juga membantu menghilangkan stres secara produktif. Selain itu, olahraga dapat membantu meningkatkan metabolisme dan melawan kenaikan berat badan saat mencoba menjauhi nikotin.

Baca Juga: 5 Bahaya Menggunakan Vape, Tak Lebih Baik dari Rokok Biasa!

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya