TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Berbahaya, 5 Hal Ini Tidak Boleh Dilakukan saat Menggunakan Softlens

Demi keamanan organ penglihatan

ilustrasi softlens (pixabay.com/slavoljubovski)

Ada banyak sekali orang yang menggunakan softlens untuk urusan sehari-hari, tetapi tak sedikit yang belum merawatnya dengan hati-hati. Rutinitas menggunakan softlens harian mungkin tampaknya tidak menimbulkan bahaya apa pun. Namun, beberapa praktik umum sebenarnya dapat mengancam kesehatan mata.

Ada banyak hal yang tanpa disadari dapat membahayakan mata saat memakai softlens dan beberapa di antaranya mungkin tidak kamu sadari. Berikut adalah beberapa hal yang tidak boleh kamu lakukan dengan softlens dilansir laman Mental Floss dan Cleveland Clinic.

1. Tidur menggunakan softlens  

ilustrasi tidur (pexels.com/Ketut Subiyanto)

Saat sudah merasa lelah, kamu wajib melepaskan softlens agar tidak tertidur dengan memakai softlens. Sebab, tidur dengan softlens akan mengurangi aliran oksigen ke mata dan memicu terjadinya infeksi.

Meskipun produsen mengklaim bahwa produk mereka aman dipakai untuk tidur, tetapi CDC menunjukkan bahwa hampir semua penelitian tentang infeksi terkait softlens menemukan hubungan kuat antara risiko infeksi dan tidur dengan lensa kontak. Jadi, jangan sampai kamu tertidur dengan softlens yang masih menempel di mata.

Baca Juga: Jangan Sembarangan, Ini 6 Kesalahan saat Memakai Softlens

2. Memakai softlens melewati tanggal kedaluwarsa 

ilustrasi softlens (pixabay.com/slavoljubovski)

Tiap softlens dilengkapi dengan tanggal kedaluwarsa. Namun, ada juga orang yang memakai softlens sampai merasa perlu menggantinya. Padahal, anggapan ini dapat memicu risiko pada mata. Salah satunya berupa abrasi pada kornea atau bakteri yang menumpuk di bagian dalam softlens.

Jika softlens dirancang untuk pemakaian satu bulan, ada baiknya kamu mengganti sebelum satu bulan. Pada intinya, kamu dilarang keras memakai softlens melewati tanggal kedaluwarsanya.

3. Mengabaikan gejala infeksi 

ilustrasi mengucek mata (pexels.com/Kamaji Ogino)

Kamu harus memerhatikan tanda-tanda infeksi. Jika kamu mengalami rasa sakit, kemerahan, buram, atau sensitif terhadap cahaya, artinya mata mungkin mengalami masalah yang memerlukan perhatian medis. Apabila salah satu atau semua gejala ini bertahan selama lebih dari 24 jam, maka kamu wajib menemui dokter mata sesegera mungkin.

Jika cepat mendapatkan penanganan, sebagian besar masalah terkait softlens tidak mengarah pada masalah penglihatan jangka panjang. Namun, dalam kasus yang parah, jaringan parut, penglihatan berkurang, atau kebutaan dapat terjadi.

4. Terkena air

ilustrasi air (pixabay.com/3345408)

Air di kolam renang, danau, laut, atau bahkan di dalam rumah tidaklah steril. Artinya, bukan hal baik jika air tersebut masuk ke dalam softlens.

Softlens dapat berubah bentuk saat basah, yang terkadang dapat menyebabkan abrasi mikro pada kornea. Juga, amuba yang disebut Acanthamoeba dapat menggunakan abrasi mikro pada kornea untuk menyebabkan infeksi. Jadi, lepaskan dulu softlens kamu saat hendak berenang atau mencuci wajah.

Baca Juga: 5 Tips Merawat Softlens agar Aman Digunakan, Utamakan Kebersihan!

Verified Writer

Eka Ami

https://mycollection.shop/allaboutshopee0101

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya