TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

6 Fakta Penting Seputar Antiretroviral, Obat HIV Terpopuler Saat Ini

Obat ini dapat meningkatan kualitas hidup ODHA secara nyata

zimbabwesituation.com

Antiretroviral atau ARV merupakan bagian yang sangat penting dari pengobatan HIV. Berkat kemajuan dalam efektivitas dan ketersediaan antiretroviral atau ARV, harapan hidup orang yang positif tertular HIV telah meningkat secara signifikan selama beberapa tahun terakhir. Penggunaan ARV pada waktu yang tepat terbukti mengurangi risiko penyakit menjadi semakin parah serta meningkatkan peluang orang dengan HIV untuk hidup secara normal.

Akan tetapi, untuk mendapatkan manfaat yang optimal dari penggunaan ARV, pengobatan ini tidak boleh dilakukan dengan asal-asalan. Terdapat beberapa fakta seputar ARV yang sangat penting untuk diketahui. Berikut ulasannya.

1. Antiretroviral tidak menyembuhkan HIV, melainkan hanya mengendalikan reproduksi virus

laoistoday.ie

Antiretroviral (ARV) bekerja dengan cara mencegah replikasi HIV pada tahap tertentu dalam siklus hidupnya. Karena proses reproduksinya terhambat, maka akhirnya jumlah HIV di dalam tubuh akan terus berkurang sampai ke titik di mana virus ini tidak terdeteksi lagi.

Akan tetapi, bukan berarti virus telah hilang sepenuhnya, melainkan virus telah ada pada tingkat yang cukup rendah sehingga tidak terdeteksi ketika dilakukan tes laboratorium. Selain itu, jika pengidap HIV menghentikan pengobatan atau tidak konsisten dalam menjalani pengobatan dengan ARV, virus akan muncul kembali bahkan menjadi lebih resisten sehingga virus ini menjadi lebih sukar untuk diobati.

Baca Juga: 5 Peristiwa Sains Penting di Paruh Pertama 2019, Ada Obat HIV

2. Antiretroviral diberikan sesuai dengan subtipe virus

verywellhealth.com

HIV bukan hanya satu jenis virus, melainkan terdiri dari banyak subtipe yang masing-masing memiliki struktur dan kekuatan yang berbeda. Setelah itu, perlu dilakukan tes genetika guna membantu mengidentifikasi subtipe yang dominan dalam darah pasien. Kemudian untuk menekan populasi virus, akan diresepkan kombinasi obat yang disesuaikan dengan subtipe virus.

3. Semua orang yang positif HIV harus mendapatkan pengobatan dengan ARV

rd.com

Dahulu, dokter hanya akan meresepkan ARV ketika sistem kekebalan tubuh mulai melemah. Ini karena obat-obatan dari generasi sebelumnya lebih beracun dan berpotensi kehilangan efektivitasnya karena virus menjadi kebal terhadap obat-obatan.

Kemudian penentuan waktu pengobatan dengan ARV berubah secara total setelah publikasi Strategic Timing of Antiretroviral Treatment (START) pada Juni 2015. Penelitian tersebut dilakukan dengan melibatkan 4.685 orang yang positif terkena HIV dari 35 negara, dan didapatkan hasil bahwa pemberian ARV sesegera mungkin setelah seseorang diagnosis tertular HIV dapat mengurangi risiko penyakit menjadi semakin parah atau meninggal sebesar 53 persen.

4. HIV bisa menjadi resisten terhadap antiretroviral

zimbabwesituation.com

Sayangnya, walaupun pengidap HIV konsisten mengonsumsi ARV, virus tetap akan mengalami beberapa mutasi alami dan hal ini berkontribusi terhadap resistennya HIV terhadap obat-obatan di masa mendatang. Akan tetapi, konsisten mengonsumsi ARV sesuai dengan yang diresepkan oleh dokter tetaplah merupakan cara terbaik untuk mengendalikan reproduksi virus hingga benar-benar tertekan sepenuhnya.

Ketika pasien melewatkan atau bahkan menghentikan konsumsi ARV, konsentrasi obat dalam darah akan mulai menurun dan memberikan kesempatan HIV menjadi resisten terhadap obat, dan meningkatkan peluang untuk dapat berkembang biak sampai pada tahap obat-obatan tidak dapat lagi menekan perkembangan virus.

5. Ibu hamil dan menyusui yang positif HIV juga tetap diwajibkan mengonsumsi ARV

healthline.com

Ibu hamil yang positif tertular HIV tetap perlu rutin mengonsumsi ARV untuk mengurangi risiko penularan HIV pada janin yang dikandungnya. Bahkan pengobatan ini tetap harus dilanjutkan ketika sang ibu sedang dalam masa menyusui. Untuk ibu hamil dan menyusui ini biasanya dokter akan meresepkan ARV yang tidak akan menimbulkan defek pada bayi.

Baca Juga: 5 Komplikasi Penyakit Berbahaya yang Dapat Ditimbulkan dari HIV 

Verified Writer

Eka Ami

https://mycollection.shop/allaboutshopee0101

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya