TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Kenali 5 Patogen yang Ada pada Ikan, Bisa Sebabkan Penyakit  

Pastikan untuk memasak ikan hingga matang

ilustrasi ikan (pixabay.com/bigtorica)

Ikan merupakan bahan makanan yang telah lama dipuji karena manfaatnya untuk kesehatan di samping rasanya yang lezat. Meskipun konsumsi ikan sangat dianjurkan, tetapi ikan sering menjadi rumah bagi patogen yang bisa bikin kamu jatuh sakit tak lama setelah memakannya.

Harus diwaspadai, berikut ini adalah patogen pada ikan yang perlu diketahui, dirangkum dari Livestrong dan Verywell Health.

1. Cacing gelang

ilustrasi ikan (pixabay.com/Wow_Pho)

Cacing gelang hidup di otot dan organ dalam ikan laut. Cacing gelang ditemukan pada ikan di Amerika Serikat (AS) dan tempat lain di seluruh dunia, tetapi terutama di Jepang, di mana kasus anisakiasis meningkat.

Anisakis adalah salah satu jenis cacing gelang penyebab anisakiasis, panjangnya berkisar antara lima hingga 20 milimeter dan sering muncul sebagai larva bening yang melingkar seperti pegas.

Ketika memakan ikan mentah atau setengah matang yang mengandung anisakis, parasit ini dapat menempel di usus dan menyebabkan penyakit gastrointestinal akut, dengan gejala termasuk sakit perut, mual, dan muntah. Untuk menghindari infeksi, pastikan untuk mengeluarkan isi perut ikan dan memasaknya dengan baik sebelum memakannya.

Baca Juga: Obat Cacing Ivermectin untuk COVID-19, Efektif Sembuhkan Pasien?

2. Flukes

ilustrasi sushi dan sashimi (pixabay.com/juangallardosevilla)

Flukes atau cacing isap adalah jenis parasit ikan yang paling berbahaya. Organisme ini terdiri dari beberapa spesies, beberapa hanya menyebabkan ketidaknyamanan perut dan diare, sementara yang lain dapat bermigrasi ke organ lain, seperti paru-paru, jantung, sistem saraf pusat dan hati yang menyebabkan infeksi serius, komplikasi, hingga kematian.

Kebanyakan cacing ini memiliki bentuk yang datar dan warna yang jernih. Memasak ikan dengan tepat dapat membunuh parasit, yang membuat ikan aman untuk dimakan. Jika kamu terlanjur terinfeksi cacing ini, pengobatan sejak dini dapat membunuh cacing.

3. Cacing pita

ilustrasi potongan ikan salmon (pixabay.com/Tsarlee)

Cacing pita biasanya hidup di otot ikan trout, salmon, pike, walleye dan biasanya tertelan saat masih dalam bentuk larva. Dari sana, mereka menempel pada usus kecil lalu tumbuh dan berkembang.

Cacing pita dapat hidup dan tumbuh di dalam tubuh untuk sementara waktu dan kemudian menyebabkan masalah pada tubuh. Cacing pita memiliki bentuk yang lebar dan dapat tumbuh hingga 6 meter.

Banyak orang yang tidak merasakan gejala infeksi cacing pita. Namun, sebenarnya infeksi cacing pita dapat menyebabkan penurunan berat badan, defisiensi atau kekurangan vitamin B12, anemia, mual, muntah, lemas, pusing, diare, dan pembengkakan perut.

Selain itu, proses pengolahan ikan seperti pengasapan, pengasinan, dan pengawetan tidak cukup untuk membunuh parasit, sehingga ikan harus dimasak sampai matang untuk membunuhnya.

4. Bacillus cereus

ilustrasi sushi (pixabay.com/Nile)

Bacillus cereus adalah bakteri yang dapat ditularkan pada manusia saat memakan sushi. Ada dua jenis infeksi Bacillus cereus, yaitu tipe yang menyebabkan diare dan tipe yang muntah.

Selain pada ikan, Bacillus cereus juga sering ditemukan pada sayuran, daging, produk susu, dan beras. Selain karena makan makanan tersebut, kamu juga dapat terinfeksi bakteri ini saat makan makanan yang disajikan bersama bahan yang sudah terkontaminasi Bacillus cereus.

Baca Juga: 5 Tanda Bahwa Kamu Harus Minum Obat Cacing, Kenali Benar dan Atasi

Verified Writer

Eka Ami

https://mycollection.shop/allaboutshopee0101

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya