Beberapa faktor di bawah ini menjadi faktor yang menentukan apakah betis bisa membesar:
1. Jenis lari
Tidak semua jenis lari memberikan stimulus yang sama.
Makin eksplosif dan berat bebannya, makin besar peluang otot berkembang.
2. Teknik lari (footstrike)
Cara kaki menyentuh tanah memengaruhi kerja otot betis.
Forefoot strike (mendarat di depan kaki) membuat otot betis bekerja lebih keras dibanding heel strike. Studi biomekanik menunjukkan peningkatan aktivasi otot gastrocnemius dalam kondisi ini. Jika dilakukan terus-menerus tanpa adaptasi, otot bisa berkembang lebih signifikan.
3. Volume dan frekuensi latihan
Otot betis termasuk tipe otot yang tahan terhadap kelelahan dan membutuhkan stimulus tinggi untuk berkembang.
Pelari dengan volume tinggi (misalnya lari setiap hari dalam durasi panjang) mungkin melihat perubahan bentuk betis. Namun, ini lebih sering berupa peningkatan kepadatan dan definisi, bukan ukuran besar seperti pada bodybuilder.
4. Faktor genetik
Ini adalah faktor yang sering diabaikan, tetapi sangat menentukan.
Beberapa orang memiliki struktur otot betis yang secara alami lebih besar atau lebih mudah berkembang. Bahkan tanpa latihan intensif, bentuk betis bisa terlihat berisi.
Sebaliknya, ada juga yang sulit membesarkan betis meski sudah latihan berat.