Kalau ingin menjadikan matcha sebagai bagian dari program penurunan berat badan, ada beberapa cara yang bisa dilakukan guna mendukung manfaatnya. Matcha memang bukan solusi instan, tapi dengan cara konsumsi yang tepat, kamu bisa merasakan efeknya dalam jangka panjang.
Penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi 1—4 gram matcha per har bisa membantu menurunkan komposisi lemak tubuh. Bahkan hanya dengan satu cangkir matcha sehari selama 12 minggu terbukti mampu meningkatkan metabolisme dan menurunkan berat badan. Jadi, kuncinya adalah konsistensi, bukan jumlah besar dalam waktu singkat, ya.
Salah satu waktu terbaik untuk minum matcha adalah sekitar 1 jam sebelum berolahraga. Kandungan kafein dan antioksidan EGCG dalam matcha mampu meningkatkan energi dan mempercepat pembakaran lemak saat beraktivitas fisik.
Dalam sebuah studi, peserta yang minum matcha sebelum latihan selama 3 bulan mengalami penurunan lemak perut lebih banyak dibanding yang tidak. Bahkan ekstrak teh hijau saja bisa meningkatkan pembakaran lemak hingga 17 persen selama latihan. Apalagi matcha yang kandungannya lebih kuat dibandingkan ekstrak teh hijau.
Beberapa waktu terbaik untuk mengonsumsi matcha agar efeknya lebih optimal antara lain sebagai berikut:
Pagi hari setelah bangun tidur untuk memberikan energi sekaligus menekan rasa lapar.
Sebelum bekerja atau saat merasa ngantuk pada siang hari. Ini karena matcha dapat memberikan efek calm alertness yaitu fokus tanpa gelisah.
Menjelang olahraga untuk meningkatkan stamina dan pembakaran lemak.
Agar manfaat matcha untuk diet tetap optimal, sebaiknya konsumsi matcha murni (pure matcha) tanpa tambahan gula, krimer, atau susu, ya. Matcha latte yang biasa dijual di pasaran sering kali mengandung banyak gula dan kalori tersembunyi. Hal ini justru bisa menghambat proses penurunan berat badan.
Untuk itu kamu bisa membuatnya dengan menyeduh 1 gram matcha, aduk rata, dan nikmati tanpa tambahan apa pun. Ini adalah cara efektif untuk mendapatkan manfaat detoks dan pembakaran lemak dari matcha secara maksimal.