ilustrasi minum air (vecteezy.com/Suwinai Sukanant)
Mengandalkan power nap saja tidak cukup untuk mencegah microsleep saat mudik. Perlu langkah tambahan yang lebih praktis dan konsisten, seperti berhenti setiap 2–3 jam untuk memberi tubuh waktu istirahat yang lebih layak. Peregangan ringan saat berhenti juga membantu melancarkan aliran darah sehingga tubuh tidak terasa kaku dan mengantuk.
Asupan makanan juga berpengaruh. Sebaiknya, pilih makanan ringan yang tidak terlalu berat agar tubuh tidak mudah lelah setelah makan. Minum cukup air penting untuk menjaga tubuh tetap segar selama perjalanan. Jika memungkinkan, bergantian menyetir dengan orang lain menjadi pilihan paling aman untuk mengurangi beban fisik. Saat rasa kantuk sudah tidak tertahankan, berhenti dan tidur lebih lama tetap menjadi keputusan paling aman daripada memaksakan diri.
Microsleep saat mudik bukan hal yang bisa dianggap ringan karena dampaknya bisa terjadi dalam hitungan detik. Power nap 5 menit memang membantu, tetapi hanya memberi efek singkat dan tidak cukup jika tubuh sudah benar-benar lelah. Jadi, masih yakin mengandalkan tidur 5 menit saja untuk perjalanan panjang?
Referensi
"Microsleep: how to prevent the (potentially dangerous) quick dozes". Calm. Diakses Maret 2026.
"The Power of a Tiny Nap: Why Even a Few Minutes Can Make a Difference". Laura Hellfeld. Diakses Maret 2026.
"The power of the power nap". Government of Western Australia. Diakses Maret 2026.