ilustrasi bersepeda (pexels.com/RDNE Stock project)
Tubuh yang tidak pernah mendapat aktivitas ringan mudah merasa kaget saat melakukan gerakan fisik mendadak. Hal ini kadang memicu tekanan darah naik karena tubuh belum siap menyesuaikan diri secara bertahap. Bersepeda santai memberi jembatan yang lebih halus antara aktivitas minim dan kebutuhan tubuh untuk bergerak.
Adaptasi bertahap tersebut sering menjadi kunci bagi orang yang ingin menjaga tekanan darah tetap stabil tetapi tidak ingin melakukan olahraga berat. Rutinitas ringan memudahkan tubuh memperkuat respons dasar tanpa membuat jantung bekerja keras. Dengan begitu, tekanan darah yang semula tidak stabil, bisa menjadi lebih terkendali dalam beberapa minggu.
Bersepeda santai memberikan cara yang cukup masuk akal untuk membantu tekanan darah tetap berada pada rentang aman tanpa menguras tenaga. Aktivitas ringan ini mudah disesuaikan dengan kondisi sehari-hari sehingga tetap terasa menyenangkan bagi banyak orang. Setelah memahami mekanismenya, apakah kamu tertarik mencoba untuk bersepeda?
Referensi:
"10 health benefits from cycling" Circle Health Group. Diakses pada November 2025
"Effects of resistance exercise and cycling on recovery blood pressure" Brown, S P. Diakses pada November 2025
"Can you lower blood pressure by cycling?" Brujula Bike. Diakses pada November 2025
"Effect of leisure-time physical activity on blood pressure in people with hypertension: a systematic review and meta-analysis" Islam, Md Shariful. Diakses pada November 2025