Comscore Tracker

Apakah Residu Pestisida dalam Makanan Bahaya buat Kesehatan?

Toksisitas pestisida tergantung berbagai faktor

Pestisida merupakan zat kimia yang biasanya digunakan dalam bidang pertanian. Penggunaannya bertujuan untuk membantu mencegah kerusakan tanaman akibat hama, misalnya serangga.

Ketika menggunakan pestisida, sebagian residunya bisa saja masih menempel di berbagai produk pertanian, mulai dari buah, sayuran, dan tanaman lainnya. Lantas, apakah residu pestisida yang menempel di makanan berbahaya buat kesehatan? Ini penjelasannya.

1. Pestisida

Apakah Residu Pestisida dalam Makanan Bahaya buat Kesehatan?ilustrasi serangga (unsplash.com/Muslih _)

Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), terdapat lebih dari 1000 pestisida yang digunakan di seluruh dunia untuk memastikan makanan tidak dirusak hama. Pestisida berperan penting dalam produksi makanan. Pestisida digunakan untuk melindungi tanaman dari serangga, gulma, jamur, dan hama lainnya.

Dilansir Healthline, beberapa jenis pestisida antara lain:

  • Insektisida: Untuk mengurangi kerusakan tanaman akibat serangga dan telurnya.
  • Herbisida: Untuk membunuh gulma sehingga meningkatkan hasil panen.
  • Rodentisida: Untuk mengendalikan kerusakan tanaman akibat penyakit yang ditularkan melalui hewan pengerat atau rodent-borne disease.
  • Fungisida: Untuk melindungi tanaman dari pembusukan jamur.

2. Bagaimana kita bisa terpapar pestisida?

Apakah Residu Pestisida dalam Makanan Bahaya buat Kesehatan?ilustrasi menyemprot pestisida (pexels.com/Gustavo Fring)

Medical News Today menjelaskan bahwa residu pestisida bisa terdapat di makanan dan air. Menyemprot tanaman dengan pestisida dapat meninggalkan residu di tanaman.

Pestisida juga dapat mengalir dari ladang atau masuk melalui tanah sehingga ikut bersama dengan aliran air. Selain itu, paparan pestisida juga umum terjadi di beberapa tempat kerja dan luar ruangan selama penyemprotan pestisida pada tanaman sedang berlangsung.

Baca Juga: 6 Cara Menghilangkan Residu Pestisida pada Buah dan Sayuran

3. Siapa yang berisiko terpapar pestisida?

Apakah Residu Pestisida dalam Makanan Bahaya buat Kesehatan?ilustrasi petani menyemprot pestisida (pexels.com/Prakash Aryal)

Menurut WHO, kelompok yang paling berisiko adalah mereka yang terpapar langsung dengan pestisida. Beberapa di antaranya yaitu pekerja pertanian yang menggunakan pestisida dan orang lain yang berada di area sekitar saat dilakukan penyemprotan pestisida.

Selain itu, orang lain juga dapat terpapar pestisida meski tidak berada di daerah tersebut ketika menggunakan pestisida. Mereka dapat terpapar dalam jumlah yang jauh lebih rendah melalui makanan dan air.

4. Apakah residu pestisida di makanan berbahaya untuk kesehatan?

Apakah Residu Pestisida dalam Makanan Bahaya buat Kesehatan?ilustrasi buah apel (pexels.com/Elizabeth Tr. Armstrong)

Toksisitas pestisida tergantung dari kegunaan pestisida dan faktor lainnya. WHO menyebutkan, insektisida cenderung lebih beracun bagi manusia daripada herbisida.

Selain itu, efek yang ditimbulkan juga tergantung dari dosis atau jumlah paparan pada manusia. Toksisitas juga tergantung dari rute paparan, misalnya tertelan, terhirup, atau kontak langsung melalui kulit.

Pestisida dirancang untuk membunuh hama tanaman. Menurut Environmental Protection Agency (EPA), pestisida dapat tertinggal pada buah dan sayur dalam jumlah yang sangat kecil. Umumnya orang cenderung terpapar pestisida dalam jumlah yang sangat kecil. Karena jumlah yang kecil tersebut pada akhirnya terlalu kecil kemungkinannya untuk menimbulkan risiko kesehatan.

5. Cara meminimalkan residu pestisida

Apakah Residu Pestisida dalam Makanan Bahaya buat Kesehatan?ilustrasi mengupas kulit buah (freepik.com/Freepik)

Orang yang menggunakan pestisida pada tanaman perlu melindungi diri dengan mengenakan sarung tangan dan masker wajah.

Sementara itu, sebagai konsumen, kita bisa membatasi paparan residu pestisida pada produk makanan dengan cara mencuci atau mengupas buah dan sayur. Selain dapat mengurangi jumlah residu pestisida yang tertelan, mencuci dan mengupas buah sayur juga dapat mengurangi bakteri berbahaya yang kemungkinan ikut terbawa.

Banyak bukti ilmiah yang menyebutkan bahwa mengonsumsi buah dan sayur bermanfaat bagi kesehatan, terlepas dari produk tersebut organik atau konvensional. Oleh sebab itu, tidak perlu sampai menghindari mengonsumsi buah dan sayur hanya karena khawatir akan paparan pestisida.

Efek kesehatan yang muncul akibat residu pestisida pada makanan tergantung dari jumlah hingga cara terpapar. Pada umumnya, pestisida dapat tertinggal di buah dan sayur dalam jumlah yang sangat kecil sehingga kecil peluangnya kecil untuk bisa menimbulkan risiko kesehatan. Untuk meminimalkan jumlah residu pestisida, kamu bisa mencuci dan mengupas buah dan sayur.

Baca Juga: Infeksi Cacing Tambang pada Manusia, Apakah Berbahaya?

Dewi Purwati Photo Verified Writer Dewi Purwati

Health enthusiast

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Nurulia

Berita Terkini Lainnya