Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kenapa DOMS Baru Terasa Dua Hari setelah Olahraga?
ilustrasi DOMS (pexels.com/Kindel Media)
  • DOMS adalah nyeri otot yang umumnya muncul 12–24 jam setelah olahraga dan memuncak dalam 24–72 jam, sehingga sering terasa paling kuat pada hari kedua atau ketiga.
  • Latihan berat, gerakan eksentrik, atau aktivitas baru dapat menyebabkan kerusakan mikroskopis pada serat otot, lalu memicu peradangan dan proses perbaikan jaringan.
  • DOMS biasanya mereda sendiri dengan gerak ringan, peregangan perlahan, tidur cukup, dan cairan; namun nyeri berat, bengkak, kelemahan ekstrem, atau keterbatasan gerak perlu diperiksa.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kadang setelah workout, kaki kita rasanya biasa saja. Bahkan setelah mandi dan tidur pun tidak ada rasa sakit yang berarti, tetapi dua hari kemudian saat kita naik tangga malah paha dan betis mendadak terasa nyeri. Hal seperti ini sering bikin panik karena rasa sakitnya justru muncul beberapa hari kemudian.

Nyeri tersebut dikenal sebagai Delayed Onset Muscle Soreness (DOMS). Berbeda dari rasa pegal yang langsung terasa setelah latihan, DOMS baru muncul beberapa jam kemudian dan biasanya paling terasa dalam 1–3 hari setelah olahraga. Kenapa DOMS baru terasa dua hari setelah olahraga? Yuk, cari tahu apa yang sebenarnya terjadi setelah kamu selesai latihan!

1. Otot mengalami kerusakan mikroskopis

ilustrasi otot (unsplash.com/LyfeFuel)

Saat melakukan latihan berat atau gerakan yang belum biasa dilakukan tubuh, serat otot bisa mengalami kerusakan mikroskopis. Kondisi ini lebih sering terjadi pada gerakan eksentrik, yaitu ketika otot tetap menegang sambil memanjang, seperti saat menurunkan beban atau berjalan menuruni tangga. Gerakan semacam ini memberi beban cukup besar pada otot sehingga lebih mudah memicu DOMS setelah latihan.

Kerusakan tersebut bukan berarti otot mengalami cedera berat. Justru, proses perbaikan jaringan setelah latihan merupakan bagian dari adaptasi tubuh terhadap beban olahraga. Namun, kerusakan kecil pada serat otot ini kemudian memicu serangkaian proses yang membuat area tersebut terasa nyeri.

2. Tubuh mulai memperbaiki jaringan otot

ilustrasi olahraga (unsplash.com/Edagar Antoni Ann)

Setelah latihan selesai, tubuh tidak langsung menyelesaikan proses perbaikan otot dalam hitungan menit. Area yang mengalami kerusakan mikroskopis akan memicu respons peradangan sebagai bagian dari proses pemulihan. Aliran darah dan aktivitas sel di sekitar jaringan yang mengalami kerusakan juga ikut meningkat.

Proses tersebut membutuhkan waktu, sehingga rasa nyeri tidak selalu langsung muncul setelah olahraga. Tubuh masih menjalankan berbagai proses perbaikan ketika kamu sudah selesai berlatih dan melakukan aktivitas seperti biasa. Karena itu, otot bisa terasa normal pada hari pertama, lalu mulai pegal beberapa jam kemudian.

3. Rasa nyeri makin terasa setelah 24–72 jam

ilustrasi nyeri (pexels.com/Funkcinės Terapijos Centras)

DOMS biasanya mulai terasa sekitar 12–24 jam setelah latihan dan dapat menjadi lebih kuat dalam 24–72 jam. Pada periode tersebut, proses peradangan dan perubahan yang terjadi di jaringan otot membuat area yang dilatih menjadi lebih sensitif. Itulah sebabnya rasa sakit kadang justru paling terasa pada hari kedua atau ketiga.

Nyeri ini bisa muncul ketika otot digunakan untuk bergerak maupun saat ditekan. Selain sakit, otot juga dapat terasa kaku, lemas, atau lebih sulit digerakkan seperti biasanya. Setelah melewati puncaknya, keluhan umumnya berangsur berkurang seiring proses pemulihan otot berjalan.

4. Gerakan baru lebih mudah memicu DOMS

ilustrasi squat (pexels.com/Anna Shvets)

DOMS tidak hanya muncul karena olahraga dengan intensitas tinggi. Latihan yang sebenarnya terasa biasa saja juga bisa menyebabkan nyeri otot ketika tubuh belum terbiasa dengan gerakannya. Misalnya, kamu jarang melakukan squat lalu tiba-tiba melakukan puluhan repetisi dalam satu sesi.

Hal yang sama bisa terjadi ketika durasi, beban, atau jumlah repetisi latihan meningkat cukup banyak. Otot mendapatkan beban yang berbeda dari biasanya, sehingga kerusakan mikroskopis yang terjadi bisa lebih banyak. Setelah beberapa kali melakukan latihan yang sama, tubuh biasanya mulai beradaptasi dan keluhan DOMS dapat menjadi lebih ringan.

5. Istirahat tetap penting saat DOMS muncul

ilustrasi istirahat yang cukup (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Nyeri akibat DOMS biasanya bisa membaik dengan sendirinya tanpa pengobatan khusus. Tetap bergerak ringan, melakukan peregangan secara perlahan, tidur cukup, dan memenuhi kebutuhan cairan dapat membantu tubuh melewati masa pemulihan. Kamu juga gak harus berhenti bergerak total selama beberapa hari, selama aktivitas yang dilakukan tidak memperparah rasa sakit.

Namun, nyeri setelah olahraga tidak selalu berarti DOMS. Kalau rasa sakit sangat berat, muncul bengkak yang cukup jelas, otot terasa sangat lemah, gerakan menjadi sangat terbatas, atau nyeri tidak kunjung membaik, sebaiknya jangan menganggapnya sebagai pegal biasa. Kondisi tersebut bisa menunjukkan cedera atau masalah lain yang perlu diperiksa lebih lanjut.

Jadi, gak perlu heran kalau hari pertama setelah latihan tubuh masih terasa biasa saja, tetapi keesokan harinya malah mulai pegal. Memang DOMS baru terasa dua hari setelah olahraga karena harus melewati proses kerusakan mikroskopis, peradangan, hingga perbaikan jaringan sebelum rasa nyerinya mencapai puncak. Kalau sudah tahu penyebabnya, kamu jadi bisa membedakan mana pegal setelah latihan dan mana rasa sakit yang sebaiknya tidak diabaikan.

Referensi

"Delayed Onset Muscle Soreness (DOMS)" Cleveland Clinic. Diakses pada Oktober 2026.

"What Is Delayed Onset Muscle Soreness (DOMS) and What Can You Do About It?" Healthline. Diakses pada Oktober 2026.

"DOMS: Why Muscles Hurt Two Days After Exercise, Explained." Acibadem International. Diakses pada Oktober 2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article