ilustrasi otot (pexels.com/Timothyl)
Otot tidak tumbuh saat latihan berlangsung, melainkan ketika tubuh beristirahat setelahnya. Jika latihan dilakukan terlalu sering tanpa memberi waktu pemulihan yang memadai, tubuh justru kesulitan memperbaiki jaringan otot yang rusak. Akibatnya, progres fisik tertahan meski intensitas latihan tinggi.
Banyak orang keliru menganggap latihan lebih sering selalu berarti hasil lebih cepat. Padahal, tanpa pemulihan yang cukup, tubuh bekerja dalam kondisi setengah siap. Dalam jangka panjang, hal ini membuat hasil gym terlihat lambat dan mudah disalahartikan sebagai kegagalan latihan.
Hasil gym lama terlihat meski sudah rutin latihan bukan selalu ada kesalahan, melainkan sinyal bahwa tubuh bekerja mengikuti mekanisme alaminya. Perubahan fisik membutuhkan rangsangan yang tepat, asupan yang sesuai, serta waktu pemulihan yang cukup agar bisa benar-benar tampak. Jika prosesnya memang tidak instan, masihkah hasil gym yang lambat pantas dianggap sebagai sesuatu yang tidak berhasil?
Referensi:
"6 reasons you're working out but not seeing results" Nike. Diakses pada Januari 2026
"9 Reasons You’re Not Seeing the Progress You Want in the Gym" Anytime Fitness. Diakses pada Januari 2026
"5 Reasons You’re Not Getting Results in the Gym" Foundry. Diakses pada Januari 2026