Comscore Tracker

Kebiasaan Baca Buku Bikin Kita Panjang Umur? Ini Faktanya

Jangan biarkan bukumu berdebu

Buku merupakan jendela dunia. Klise, tapi faktanya memang begitu. Lewat sebuah buku, kamu diajak berkelana dengan berbagai kisah dan wawasan, sekaligus aktvitias yang bisa bikin kita relaks.

Selain bisa jadi sarana hiburan dan menambah pengetahuan, penelitian pun berhasil menguak hubungan antara membaca buku dengan kesehatan, salah satunya bisa bikin panjang umur. Benarkah demikian? Berikut ini penjelasannya.

1. Membaca buku bukan hanya sekadar hobi populer, tetapi juga bisa membangun rasa empati

Kebiasaan Baca Buku Bikin Kita Panjang Umur? Ini Faktanyaunsplash.com/Rubén García

Melansir Medical News Today, tahun 2015 angka penjualan buku cetak di Amerika Serikat (AS) mengalami lonjakan yang signifikan, yaitu 571 juta unit, dibandingkan tahun 2014 sebanyak 559 juta unit.

Membaca buku bukan hanya sekadar hobi. Faktanya, banyak penelitian yang memuji aktivitas tersebut sekaligus manfaatnya bagi kesehatan. Salah satu manfaatnya yang tertuang dalam sebuah penelitian di jurnal Journal Social Science & Medicine tahun 2016 adalah potensinya untuk membantu seseorang hidup lebih lama.

Selain itu, membaca buku (fiksi) juga ditemukan bisa membantu menciptakan perasaan empati pada pembacanya.

2. Membaca buku meningkatkan kelangsungan hidup sampai 23 persen

Kebiasaan Baca Buku Bikin Kita Panjang Umur? Ini Faktanyaunsplash.com/Joel Muniz

Mengacu pada penelitian yang disinggung di poin pertama, tim peneliti melakukan analisis data terhadap 3.635 sampel orang dewasa, baik perempuan maupun laki-laki, yang merupakan bagian dari Health and Retirement Study.

Studi awal, para partisipan melaporkan kebiasaan membaca mereka dengan mengontrol beberapa faktor seperti jenis kelamin, ras, dan pendidikan. Kemudian, seluruh partisipan ditindaklanjuti selama rata-rata 12 tahun dan memantau kelangsungan hidupnya.

Dibandingkan orang dewasa yang tidak membaca buku, partisipan yang membaca buku selama 3,5 jam dalam seminggu 17 persen lebih kecil kemungkinannya selama 12 tahun masa tindak lanjut penelitian.

Sementara itu, partisipan yang membaca buku lebih dari 3,5 jam dalam seminggu mendapat 23 persen lebih kecil kemungkinannya untuk meninggal dunia.

Baca Juga: 5 Manfaat Baca Buku Sebelum Tidur untuk Kesehatan

3. Studi memaparkan, orang dewasa yang hobi membaca buku dapat bertahan hidup sekitar 2 tahun lebih lama

Kebiasaan Baca Buku Bikin Kita Panjang Umur? Ini Faktanyaunsplash.com/Yoab Anderson

Studi yang dilakukan oleh Becca R. Levy, seorang profesor epidemiologi bersama rekan-rekannya menyimpulkan bahwa orang dewasa yang memiliki hobi membaca buku dapat bertahan hidup hampir 2 tahun lebih lama selama 12 tahun masa tindak lanjut.

Tidak hanya itu, temuan tersebut juga memaparkan bahwa aktivitas membaca buku lebih sering ditemui di kalangan perempuan, individu yang sedang menempuh pendidikan di perguruan tinggi, dan orang-orang yang memiliki penghasilan lebih tinggi.

Di samping itu, orang dewasa yang membaca majalah dan surat kabar juga menunjukkan peningkatan kelangsungan hidup, meskipun efeknya lebih kecil dibandingkan dengan membaca buku.

4. Diperlukan studi lebih lanjut untuk menambah bukti empiris terkait manfaat membaca buku bagi kesehatan

Kebiasaan Baca Buku Bikin Kita Panjang Umur? Ini Faktanyaunsplash.com/Andriyko Podilnyk

Meskipun temuan Prof. Levy dan rekan tidak menunjukkan mekanisme pasti bagaimana membaca buku dapat meningkatkan kelangsungan hidup, tetapi para ahli berspekulasi bahwa manfaat tersebut didapat karena proses kognitif.

Hal tersebut sejalan dengan studi dalam jurnal Brain Connectivity tahun 2013 yang menjelaskan bahwa aktivitas membaca meningkatkan konektivitas sel otak.

Meskipun demikian, masih diperlukan penelitian lebih lanjut, khususnya terkait korelasi membaca buku dengan kelangsungan hidup lebih lama.

5. Studi menjelaskan, ada dua proses kognitif yang terlibat saat membaca buku dalam kaitannya dengan kemungkinan panjang umur

Kebiasaan Baca Buku Bikin Kita Panjang Umur? Ini Faktanyaunsplash.com/Eliott Reyna

Melansir The Guardian, rekan Prof. Levy, Dr. Avni Bavishi MD, menjelaskan bahwa ada dua proses kognitif yang terlibat saat seseorang membaca yang berhubungan dengan keberlangsungan hidup.

Pertama, membaca buku mempromosikan proses lambat dan imersif dari membaca secara mendalam, keterlibatan kognitif yang terjadi saat pembaca menarik koneksi ke bagian lain dari materi, menemukan aplikasi ke dunia luar, dan mengajukan pertanyaan tentang konten yang disajikan.

Kedua, buku dapat meningkatkan empati, persepsi sosial, dan kecerdasan emosional yang merupakan proses kognitif yang dapat membawa pada kelangsungan hidup lebih baik.

Dengan kata lain, keterlibatan kognitif dapat menjelaskan mengapa kosakata, penalaran, konsentrasi, dan keterampilan berpikir kritis meningkat dengan paparan buku.

Tidak diragukan lagi, membaca buku mendatangkan aneka manfaat positif secara menyeluruh terhadap kesehatan. Melansir Longevity, beberapa manfaat yang kamu dapatkan bila sering membaca buku adalah peningkatan kecerdasan, membantu melawan penyakit Alzheimer, membantu mengurangi stres, membantu tidur lebih nyenyak, serta bikin usia lebih panjang.

Yuk, lebih sering membaca buku!

Baca Juga: 8 Hobi yang Bikin Badan Sehat dan Hilangkan Kejenuhan

Indriyani Photo Verified Writer Indriyani

Business inquiries: indriyaniann124@gmail.com

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Nurulia R F

Berita Terkini Lainnya