ilustrasi jogging (pexels.com/Ketut Subiyanto)
Selain durasi, kecepatan, dan berat badan, ada beberapa faktor lain yang juga memengaruhi jumlah kalori terbakar saat jogging. Berikut beberapa faktornya:
Jogging di jalur menanjak membuat tubuh bekerja lebih keras sehingga kalori yang terbakar pun meningkat. Semakin curam tanjakannya, makin besar pula energi yang dibutuhkan. Jika kamu menggunakan treadmill, biasanya perhitungan kalori sudah disesuaikan dengan tingkat incline yang dipilih.
Namun, saat jogging di luar ruangan, menghitung kalori di jalur menanjak jadi lebih sulit karena kemiringan lintasan tidak selalu diketahui secara pasti. Perlu diingat juga meski kalori terbakar lebih banyak saat naik, jumlahnya bisa berkurang saat menuruni bukit.
Permukaan tempatmu jogging juga memengaruhi pembakaran kalori, lho. Jogging di treadmill umumnya membakar kalori paling sedikit karena tidak ada hambatan angin atau permukaan yang tidak rata.
Sebaliknya, jogging di pasir, tanah, atau jalur berbatu membutuhkan energi lebih besar. Tubuh harus bekerja ekstra untuk menjaga keseimbangan dan stabilitas sehingga lebih banyak otot terlibat dan kalori terbakar pun meningkat.
Cuaca juga bisa memengaruhi intensitas jogging. Jogging saat angin kencang membuat tubuh harus melawan hambatan udara sehingga energi yang dikeluarkan lebih besar. Sementara itu, jogging pada suhu yang sangat panas atau dingin juga dapat meningkatkan beban kerja tubuh.