ilustrasi berkeringat (pexels.com/Ketut Subiyanto)
Meski keringat merupakan bagian normal dari fungsi tubuh, bau badan tetap bisa dikurangi dengan beberapa kebiasaan sederhana. Pertama, bersihkan area yang mudah berkeringat, seperti ketiak, selangkangan, dan kaki, secara rutin. Setelah mandi, pastikan area tersebut dikeringkan dengan baik karena kondisi lembap dapat mendukung pertumbuhan mikroorganisme.
Gunakan juga pakaian yang bersih dan memiliki sirkulasi udara yang baik. Setelah berolahraga atau berkeringat cukup banyak, sebaiknya segera mengganti pakaian. Deodoran dapat digunakan untuk membantu mengurangi atau menutupi bau badan, sedangkan antiperspiran bekerja dengan mengurangi jumlah keringat yang mencapai permukaan kulit. Keduanya memiliki fungsi yang berbeda sehingga penggunaannya dapat disesuaikan dengan kebutuhan.
Jika ingin mengurangi bau kaki, pastikan kaus kaki dan sepatu selalu dalam kondisi kering. Pakaian olahraga juga sebaiknya segera dicuci setelah digunakan agar keringat dan bakteri tidak menumpuk. Hindari membiarkan pakaian olahraga yang masih lembap terlalu lama di dalam tas.
Jadi, keringat sebenarnya tidak identik dengan bau badan karena aroma tersebut muncul ketika mikroorganisme di kulit menguraikan komponen tertentu dalam sekresi tubuh. Menjaga kebersihan tubuh, menggunakan pakaian yang bersih dan kering, serta mengelola keringat berlebih dapat membantu mengurangi bau badan. Jika aromanya tiba-tiba berubah atau menjadi sangat kuat tanpa penyebab yang jelas, jangan ragu berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui penyebabnya.
Referensi
“Bromhidrosis”. MSD Manual. Diakses September 2026.
“Microbial Origins of Body Odor”. American Society for Microbiology (ASM). Diakses September 2026.
“Sweat”. Cleveland Clinic. Diakses September 2026.
“Sweating and Body Odor”. Mayo Clinic. Diakses September 2026.