Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kenapa Minum Air sebelum Tidur Bikin Sering Terbangun?
ilustrasi minum air putih (freepik.com/tirachardz)
  • Minum banyak cairan menjelang tidur membuat ginjal tetap memprosesnya menjadi urine, sehingga kandung kemih cepat penuh dan memicu terbangun untuk buang air kecil.

  • Produksi urine tetap berlangsung saat tidur; pada orang dengan kandung kemih sensitif atau mudah terbangun, tambahan cairan malam hari dapat lebih sering mengganggu tidur.

  • Kafein dari kopi dan teh dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil. Kebutuhan cairan sebaiknya dipenuhi bertahap sejak pagi hingga sore, lalu diminum seperlunya sebelum tidur.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pernah merasa tidur sudah nyaman, tetapi tiba-tiba harus terbangun tengah malam karena ingin buang air kecil? Bisa jadi, kebiasaan minum cukup banyak air menjelang tidur ikut menjadi salah satu pemicunya, lho. Meski minum air penting untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi, waktunya juga bisa memengaruhi kenyamanan tidur.

Saat kandung kemih mulai penuh di tengah malam, rasa ingin buang air kecil bisa saja membangunkanmu dan membuat tidur jadi terputus. Kalau hal ini sering terjadi, tidur yang harusnya bikin tubuh lebih segar justru bisa terasa kurang maksimal keesokan harinya. Nah, sebenarnya kenapa minum air sebelum tidur bisa bikin kamu lebih sering terbangun? Yuk, cari tahu alasannya dan cara mengaturnya di artikel ini!

1. Minum banyak air menjelang tidur membuat kandung kemih cepat penuh

ilustrasi minum segelas air (freepik.com/freepik)

Ketika kamu minum banyak air sebelum tidur, tubuh akan terus mengolah cairan tersebut meskipun kamu sudah dalam posisi tidur. Cairan yang diminum akan disaring oleh ginjal dan akhirnya diubah menjadi urine yang disimpan di kandung kemih. Ketika kandung kemih mencapai batas kapasitasnya, rasa ingin buang air kecil bisa muncul dan mengganggu tidurmu di malam hari, lho.

Sebetulnya, terbangun sekali untuk ke kamar mandi menandakan ada yang salah. Namun, kalau kamu sering terbangun hanya untuk buang air kecil, waktu tidur yang semestinya panjang menjadi terpotong. Hal ini dapat membuatmu merasa kurang segar atau bahkan mengantuk saat bangun keesokan harinya.

2. Tubuh tetap menghasilkan urine saat kamu tidur

ilustrasi seorang wanita yang sedang tidur (freepik.com/freepik)

Banyak yang percaya bahwa tubuh berhenti memproduksi urine saat seseorang tidur, tetapi proses ini tetap berlangsung. Sebagian besar, tubuh akan meningkatkan produksi hormon antidiuretik di malam hari untuk mengurangi jumlah urine yang dihasilkan oleh ginjal. Dengan demikian, kalau urine yang dihasilkan di malam hari lebih banyak, kemungkinan terbangun untuk buang air kecil pun meningkat.

Kebiasaan mengonsumsi banyak cairan sebelum tidur jelas menambah jumlah cairan yang harus diproses oleh tubuh. Terlebih lagi kalau kamu termasuk orang yang mudah terbangun atau memiliki kandung kemih yang cukup sensitif. Kombinasi ini bisa menyebabkan tidurmu terganggu lebih sering oleh keinginan untuk pergi ke kamar mandi.

3. Minuman tertentu bisa membuatmu lebih sering buang air kecil

ilustrasi buang air kecil (magnific.com/jcomp)

Bukan cuma jumlah air yang diminum, jenis minumannya juga bisa berpengaruh pada frekuensi buang air kecil. Minuman berkafein, misalnya kopi dan teh, dapat memiliki efek diuretik sehingga membuat sebagian orang lebih sering ingin buang air kecil. Kalau diminum mendekati waktu tidur, efeknya bisa terasa sampai malam, lho.

Apalagi kalau minuman tersebut diminum dalam jumlah yang cukup banyak karena rasa haus setelah makan malam, maka keinginan untuk ke kamar mandi gak hanya muncul bersamaan dengan rasa kantuk. Nah, kalau ingin tidur lebih tenang, waktu dan jenis minuman yang dikonsumsi menjelang tidur memang layak diperhatikan.

4. Terlalu banyak minum sebelum tidur bisa mengganggu kualitas istirahat

ilustrasi susah tidur (freepik.com/karlyukav)

Ada masalah lainnya, gak hanya terbangun untuk buang air kecil, tetapi juga apa yang terjadi setelah kamu kembali ke tempat tidur. Beberapa orang mungkin dapat tidur lagi dengan cepat, namun ada juga yang kesulitan untuk terlelap setelah terbangun. Kalau ini terjadi terus menerus, waktu tidur yang didapat bisa terasa kurang optimal.

Bayangkan kalau kamu sudah nyaman di bawah selimut, tetapi harus bangun ke ke kamar mandi beberapa kali pada malam hari. Meskipun terlihat sepele, kejadian kecil seperti ini dapat mengganggu kualitas tidur. Keesokan harinya, tubuh mungkin merasa lebih lelah meski durasi tidur yang didapat terlihat cukup.

5. Atur waktu minum agar tidur tetap nyaman

ilustrasi menuang air putih (freepik.com/freepik)

Bukan berarti kamu harus mengurangi minum air secara berlebihan hanya karena takut terbangun malam hari, ya. Tubuh tetap membutuhkan cairan sepanjang hari, jadi yang lebih penting adalah mengatur waktu dan jumlahnya agar tidak menumpuk menjelang tidur. Kamu bisa memenuhi kebutuhan cairan secara bertahap sejak pagi hingga sore, lalu mengurangi jumlah minuman saat waktu tidur mulai dekat.

Kalau masih haus sebelum tidur, gak perlu memaksakan diri untuk menahannya. Cukup minum seperlunya dan usahakan gak terlalu banyak minum dalam waktu dekat dengan jam tidur. Nah, dengan begitu, tubuh tetap mendapat cairan yang dibutuhkan tanpa membuat kamu lebih sering terbangun tengah malam.

Minum air sebelum tidur sebenarnya bukan hal yang harus dihindari, kok, selama jumlah dan waktunya tetap diperhatikan. Kalau kamu sering terbangun untuk buang air kecil, coba atur kembali kebiasaan minum terutama menjelang waktu tidur. Nah, tidur yang nyaman juga berawal dari kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten.

Referensi

“Dietary considerations in the evaluation and management of nocturia.” International Journal of Urology. Diakses Oktober 2026.

“Canadian Urological Association best practice report: Diagnosis and management of nocturia.” Canadian Urological Association Journal. Diakses Oktober 2026.

“A practical approach to the management of nocturia.” International Journal of Clinical Practice. Diakses Oktober 2026.

“Effectiveness of Fluid and Caffeine Modifications on Symptoms in Adults With Overactive Bladder: A Systematic Review.” Journal of Wound, Ostomy and Continence Nursing. Diakses Oktober 2026.

“Nocturia: An overview of current evaluation and treatment strategies.” Diakses Oktober 2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article