ilustrasi menuang air putih (freepik.com/freepik)
Bukan berarti kamu harus mengurangi minum air secara berlebihan hanya karena takut terbangun malam hari, ya. Tubuh tetap membutuhkan cairan sepanjang hari, jadi yang lebih penting adalah mengatur waktu dan jumlahnya agar tidak menumpuk menjelang tidur. Kamu bisa memenuhi kebutuhan cairan secara bertahap sejak pagi hingga sore, lalu mengurangi jumlah minuman saat waktu tidur mulai dekat.
Kalau masih haus sebelum tidur, gak perlu memaksakan diri untuk menahannya. Cukup minum seperlunya dan usahakan gak terlalu banyak minum dalam waktu dekat dengan jam tidur. Nah, dengan begitu, tubuh tetap mendapat cairan yang dibutuhkan tanpa membuat kamu lebih sering terbangun tengah malam.
Minum air sebelum tidur sebenarnya bukan hal yang harus dihindari, kok, selama jumlah dan waktunya tetap diperhatikan. Kalau kamu sering terbangun untuk buang air kecil, coba atur kembali kebiasaan minum terutama menjelang waktu tidur. Nah, tidur yang nyaman juga berawal dari kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten.
Referensi
“Dietary considerations in the evaluation and management of nocturia.” International Journal of Urology. Diakses Oktober 2026.
“Canadian Urological Association best practice report: Diagnosis and management of nocturia.” Canadian Urological Association Journal. Diakses Oktober 2026.
“A practical approach to the management of nocturia.” International Journal of Clinical Practice. Diakses Oktober 2026.
“Effectiveness of Fluid and Caffeine Modifications on Symptoms in Adults With Overactive Bladder: A Systematic Review.” Journal of Wound, Ostomy and Continence Nursing. Diakses Oktober 2026.
“Nocturia: An overview of current evaluation and treatment strategies.” Diakses Oktober 2026.