Comscore Tracker

5 Hal Normal pada Bayi yang Kerap Dikhawatirkan Orangtua

Jangan dulu panik, ya!

Menyandang peran baru sebagai orangtua pastinya dipenuhi dengan perasaan campur aduk. Mulai dari lega, bahagia, takut, hingga kelelahan. Para orangtua baru juga bukan tak mungkin mengalami kebingungan saat merawat sang buah hati. Mereka sangat berhati-hati dalam mengambil langkah sebab si kecil masih sangat rentan. 

Sering kali, para orangtua bahkan mengkhawatirkan banyak hal yang sebenarnya wajar dialami bayi. Agar tak panik berlebihan, ketahui hal normal pada buah hati berikut ini, yuk!

1. Bayi rewel

5 Hal Normal pada Bayi yang Kerap Dikhawatirkan Orangtuailustrasi bayi menangis (pexels.com/Antoni Shkraba)

Menangis adalah satu-satunya cara bayi berkomunikasi. Karenanya, wajar jika mereka cenderung sangat rewel. Terlebih saat memasuki petang, frekuensi tangisannya menjadi lebih intens. 

Melalui laman Parents, seorang medical director di Rumah Sakit Anak Seattle Amerika Serikat, Benjamin Danielson, MD menyebutkan bahwa hal ini lumrah terjadi khususnya di usia dua bulan pertama. Intensitasnya bahkan akan kian meningkat di minggu ke-5 hingga 8, tetapi akan berkurang setelah berusia 3 bulan. 

Agar tak kelelahan karena menangis, tidurkan si kecil di siang hari. Orangtua juga bisa membawa anak berjalan-jalan menghirup udara segar. Cara ini dinilai efektif untuk mengurangi sifat cranky pada mereka.

2. Sering muntah

5 Hal Normal pada Bayi yang Kerap Dikhawatirkan Orangtuailustrasi bayi (pexels.com/RODNAE Production)

Sama halnya dengan menangis, sering muntah pada bayi juga tergolong wajar. Dilansir Mayo Clinic, sebagian besar bayi mengalami gastroesophangeal reflux atau yang juga dikenal dengan infant reflux. Kondisi ini menyebabkan isi perutnya kembali ke kerongkongan dan akhirnya dimuntahkan.

Menurut dokter spesialis anak di Fakultas Kedokteran Universitas Yale Amerika Serikat, Gregory Germain MD., melalui Parents menyebutkan, yang harus diperhatikan saat si kecil sering muntah ialah asupan makan dan pertumbuhannya. Pastikan grafik pertumbuhan si kecil selalu meningkat sesuai dengan yang dianjurkan. 

Jika grafik pertumbuhannya melambat, maka si kecil membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut. Hal yang sama harus dilakukan apabila mereka terlihat kesakitan setelah muntah.

Baca Juga: 5 Bahaya Mengenakan Jaket Sauna saat Olahraga, Picu Masalah Kesehatan

3. Susah buang air besar

5 Hal Normal pada Bayi yang Kerap Dikhawatirkan Orangtuailustrasi bayi menangis (pexels.com/Karolina Grabowska)

Susah buang air besar juga termasuk hal yang tak perlu dikhawatirkan secara berlebihan. Pasalnya ini sangat wajar dialami bayi, khususnya yang mulai memasuki usia 1 bulan.

Dijelaskan melalui WebMD, sulit buang air besar disebabkan karena pergerakan usus bayi melambat. Akibatnya, proses ini mungkin hanya terjadi sekali dalam seminggu. Namun frekuensinya bervariasi, tergantung kondisi tubuh bayi. 

Hal yang harus diwaspadai ialah reaksi bayi setiap kali buang air besar. Apabila ia terlihat kesakitan, sebaiknya segera dikonsultasikan dengan dokter spesialis anak untuk mendapat pemeriksaan dan pengobatan lebih lanjut.

4. Menolak makanan baru

5 Hal Normal pada Bayi yang Kerap Dikhawatirkan Orangtuailustrasi memperkenalkan makanan baru kepada bayi (pexels.com/Karolina Grabowska)

Setiap bayi punya penerimaan yang berbeda-beda terhadap makanan. Terlebih saat pertama kali dikenalkan dengan makanan baru, ada yang bisa langsung menerima dan menikmati, ada yang butuh waktu sebelum bisa memakannya, tetapi ada juga yang langsung menolak mentah-mentah.

Tak perlu khawatir jika si kecil termasuk yang suka menolak makanan baru. Di masa eksplorasi, biarkan ia berkenalan dengan beragam jenis makanan. Buatlah prosesnya menyenangkan dan rileks agar si kecil tak tertekan. Dalam hal ini, ibu bisa sekalian membuat permainan sederhana agar minat mereka meningkat.

5. Sulit tidur

5 Hal Normal pada Bayi yang Kerap Dikhawatirkan Orangtuailustrasi bayi menangis (pexels.com/RODNAE Productions)

Bagi para orangtua baru, kekurangan tidur barang tentu menjadi makanan sehari-hari.  Sebab di tengah malam, si kecil bukan tak mungkin terbangun dan terjaga hingga terbit fajar. Ini merupakan hal wajar, khususnya jika si kecil mulai berusia 4 bulan. 

Kesulitan tidur pada bayi bisa dipengaruhi banyak hal, mulai dari proses tumbuh gigi hingga proses pertumbuhan yang pesat atau dikenal juga dengan growth spurt. Salah satu cara untuk menangani fenomena ini ialah melakukan sleep training.

Sleep training merupakan metode yang mendorong bayi untuk belajar tidur sendiri. Walau terkesan kejam, aktivitas ini bisa membantu bayi dan orangtua untuk sama-sama memiliki tidur berkualitas.

Wajar bila para orangtua baru mudah khawatir dengan kondisi yang dialami buah hati mereka. Namun, jangan sampai rasa panik menguasai diri hingga tak bisa berpikir jernih. Namun, apabila hal di atas terjadi disertai dengan gejala yang lebih parah, segera periksa ke dokter spesialis anak agar si kecil mendapat penanganan dan perawatan yang tepat.

Baca Juga: 5 Persiapan Penting sebelum Melahirkan Selain Membeli Kebutuhan Bayi

Nadhifa Aulia Arnesya Photo Verified Writer Nadhifa Aulia Arnesya

There's art in (art)icle. Hence, writing an article equals to creating an art.

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Izza Namira

Berita Terkini Lainnya