ilustrasi makan pasta (pexels.com/Katerina Holmes)
Tidak semua karbohidrat harus dihindari. Banyak makanan tinggi karbohidrat justru sangat berguna untuk menunjang latihan dan race pelari.
Bagi banyak pelari di Asia, nasi adalah sumber karbohidrat utama.
Nasi putih mudah dicerna, rendah serat, dan cocok dikonsumsi sebelum race atau long run. Sementara itu, nasi merah mengandung lebih banyak serat dan cocok untuk makan harian.
Pasta kandungan karbohidratnya tinggi dan relatif mudah dikombinasikan dengan protein.
Pasta sering dimanfaatkan untuk carb loading, dikonsumsi sebelum race panjang, atau recovery setelah latihan berat.
Roti praktis, mudah dikonsumsi, dan cepat menjadi energi. Bagel juga bisa menjadi pilihan karena kandungan karbohidratnya tinggi.
Oat mengandung karbohidrat kompleks, serat, dan memberi energi yang lebih stabil. Namun, karena seratnya cukup tinggi, beberapa orang lebih nyaman memakannya beberapa jam sebelum lari, bukan tepat sebelum race.
Kentang adalah sumber karbohidrat yang sering diremehkan. Padahal kentang kaya akan pati, mengandung kalium, dan cukup baik untuk pemulihan. Ubi juga memberi tambahan antioksidan dan serat.
Pisang menjadi favorit banyak pelari karena praktis, mudah dicerna, dan mengandung karbohidrat serta kalium. Buah ini sering dikonsumsi sebelum lari, saat fueling, atau recovery ringan.
Beberapa sereal bisa menjadi sumber karbohidrat cepat sebelum latihan. Namun, penting memperhatikan kandungan gula tambahan, serat, dan lemak.
Untuk lari jarak jauh atau race panjang, pelari sering membutuhkan karbohidrat tambahan selama aktivitas berlangsung. Konsumsi karbohidrat selama olahraga endurance membantu mempertahankan performa dan menunda kelelahan.