Comscore Tracker

8 Cara Mencegah Alergi Debu Kambuh, Bukan Cuma Rajin Bersih-bersih

Membersihkan dan menata rumah dengan baik menjadi kunci

Alergi debu adalah salah satu jenis rinitis alergi yang paling umum, yang dipicu oleh debu dan memicu beberapa gejala seperti bersin-bersin, hidung meler atau gatal, mata merah, gatal atau berair, batuk-batuk, sulit tidur, mengi, hingga kesulitan bernapas dan memicu asma.

Pemicu alergi debu berkaitan dengan komponen yang terdapat dalam debu, seperti tungau dalam debu, kecoak, jamur, serbuk sari atau bulu hewan peliharaan. Jika seseorang dengan alergi berkontak dengan alergen tersebut, maka gejala-gejala tersebut dapat timbul. Gejala ini dapat bertambah parah ketika membersihkan rumah, seperti menyapu.

Cara mencegah alergi debu yang terbaik adalah dengan menghindari kontak dengan alergen. Untuk itu, lakukan tips ini untuk meminimalkan kontak dengan alergen, lebih dari sekadar bersih-bersih!

1. Bersihkan rumah dengan lap basah atau penyedot debu

8 Cara Mencegah Alergi Debu Kambuh, Bukan Cuma Rajin Bersih-bersihilustrasi penyedot debu (pexels.com/Anete Lusina)

Membersihkan rumah secara teratur penting agar debu tidak menumpuk. Gunakan lap basah atau penyedot debu (vacuum cleaner) untuk membersihkan rumah dan perabotnya. Hindari menggunakan alat pembersih yang kering, seperti sapu atau lap kering, agar debu tidak beterbangan.

Dilansir Mayo Clinic, penyedot debu biasa kurang efektif dalam membersihkan sebagian besar tungau debu. Karenanya, bila memungkinkan penyedot debu dengan kantong mikrofilter ganda atau filter penyerap partikulat efisiensi tinggi (HEPA) untuk membantu mengurangi emisi debu rumah dari penyedot debu.

2. Cuci seprai secara berkala

8 Cara Mencegah Alergi Debu Kambuh, Bukan Cuma Rajin Bersih-bersihilustrasi mencuci (pexels.com/cottonbro)

Tungau debu sering ditemukan di bantal, kasur, karpet, dan tempat lain yang lembap dan hangat. Karenanya, penting untuk menjaga kebersihan kamar termasuk peralatan tidur. Untuk membersihkannya pun tidak sembarangan.

Cucilah seprai, sarung bantal, selimut, dan peralatan tidur lainnya dengan air panas dengan suhu sekitar 55 derajat Celsius. Jika tidak memungkinkan, gunakan pengering pakaian selama minimal 15 menit dengan suhu sekitar 55 derajat Celsius. Cara ini dilakukan untuk membunuh tungau bakteri dan menyingkirkan alergen.

3. Gunakan seprai antitungau

8 Cara Mencegah Alergi Debu Kambuh, Bukan Cuma Rajin Bersih-bersihilustrasi tempat tidur (pexels.com/Max Vakhtbovych)

Tungau debu mudah berkembang biak di tempat yang lembap dan hangat, termasuk di bantal dan kasur. Untuk alasan ini, mungkin kamu perlu membeli seprai dan sarung bantal antitungau untuk mencegah tungau debu berkembang biak.

Seprai antitungau terbuat dari serat yang rapat, sehingga mencegah tungau masuk ke dalam bantal atau kasur dan berkembang biak.

Baca Juga: Ini 7 Cara Mudah Mengobati Mata Bengkak karena Alergi

4. Jaga kelembapan tetap rendah

8 Cara Mencegah Alergi Debu Kambuh, Bukan Cuma Rajin Bersih-bersihdehumidifier (coolmisthumidifier.org)

Menurut keterangan dari American College of Allergy, Asthma & Immunology, tungau debu hidup dan berkembang biak di tempat hangat dengan suhu sekitar 20 derajat Celsius, dengan kelembapan 75 hingga 80 persen. Akan tetapi, tungau debu akan mati jika kelembapannya kurang dari 50 persen. Karenanya, menjaga kelembapan tetap rendah membantu mengurangi banyaknya tungau debu di rumah.

Untuk menjaga kelembapan udara tetap rendah, kamu perlu alat dehumidifier. Ini merupakan alat yang mengonversi kelembapan udara menjadi tetesan air, sehingga udara yang dihasilkan lebih sejuk dan kering.

Dilansir Healthline, dehumidifier dapat menurunkan kelembapan udara mencapai 30 hingga 50 persen, sehingga berguna untuk mengontrol pertumbuhan tungau debu dan jamur, serta dapat mengeliminasi binatang seperti ngengat, kecoak, dan laba-laba. Selain itu, gunakan pula higrometer untuk mengukur kelembapan udara di dalam ruangan.

5. Hindari penggunaan barang yang dapat menjadi sarang tungau debu

8 Cara Mencegah Alergi Debu Kambuh, Bukan Cuma Rajin Bersih-bersihilustrasi lantai kayu (pexels.com/Arina Krasnikova)

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, tungau debu mudah berkembang biak di tempat yang hangat dan lembap, salah satunya karpet. Karenanya, hindari penggunaan karpet untuk lantai. Sebagai gantinya, gunakan kayu, ubin, linoleum, atau lantai vinil jika memungkinkan.

Selain itu, pertimbangkan untuk mengganti barang yang dikhawatirkan menjadi tempat berkumpulnya debu seperti furnitur berlapis kain, gorden yang sulit dicuci, atau tirai horizontal. Jika masih digunakan, pastikan untuk membersihkannya secara rutin.

6. Singkirkan barang-barang tidak perlu

8 Cara Mencegah Alergi Debu Kambuh, Bukan Cuma Rajin Bersih-bersihilustrasi merapikan barang (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Menyingkirkan barang-barang tidak perlu seperti hiasan meja atau dinding, boneka, mainan, majalah, atau buku yang tidak terpakai dapat meminimalkan tumpukan debu di rumah.

Dengan berkurangnya debu yang menumpuk, ini akan meminimalkan kemungkinan alergi debu untuk kambuh. Selain itu, makin sedikit barang yang ada di rumah, makin sedikit pula perabot debu yang perlu dibersihkan.

7. Jika ingin punya mainan, belilah mainan yang mudah dicuci

8 Cara Mencegah Alergi Debu Kambuh, Bukan Cuma Rajin Bersih-bersihilustrasi mainan (pexels.com/Pixabay)

Dilansir Mayo Clinic, anak-anak dan remaja berisiko lebih tinggi memiliki alergi debu. Oleh karena itu, jika ingin mempunyai mainan, belilah yang mudah dibersihkan dan dicuci. Selain itu, untuk menghindari penumpukan debu, simpanlah mainan di wadah tertutup dan kalau bisa jangan menyimpannya di kamar anak.

8. Gunakan masker

8 Cara Mencegah Alergi Debu Kambuh, Bukan Cuma Rajin Bersih-bersihilustrasi memakai masker (pexels.com/Luciann Photography)

Ketika membersihkan rumah, sebaiknya pakailah masker agar tidak menghirup debu. Akan lebih baik bila yang dipakai adalah masker N95 untuk penderita alergi. Jika penderita tidak bisa membersihkannya sendiri, maka orang lain perlu melakukannya dan lakukan ketika penderita alergi sedang tidak ada di ruangan.

Itulah beberapa tips atau cara mencegah alergi debu kambuh. Perlu diingat, konsultasi ke dokter bila kamu atau orang terdekatmu sensitif terhadap debu atau memiliki gejala alergi, atau saat mengalami gejala alergi yang memburuk. Semoga bermanfaat, ya.

Baca Juga: 7 Penyebab Alergi yang Paling Umum, dari Debu hingga Makanan

Roselin A. Photo Writer Roselin A.

Member IDN Times Community ini masih malu-malu menulis tentang dirinya

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Nurulia R. Fitri
  • Bayu Aditya Suryanto

Berita Terkini Lainnya