Ramadan sering membuat jam tidur berubah karena harus bangun sahur dan ibadah malam. Kondisi ini membuat tubuh lebih rentan lelah. Karena itu, manfaatkan waktu istirahat sebaik mungkin. Siapkan kebutuhan sebelum tidur agar kamu bisa langsung beristirahat tanpa banyak distraksi.
Kalau memungkinkan, sempatkan tidur siang singkat untuk membantu pemulihan. Dengan tidur cukup, tubuh bisa pulih lebih optimal dan kamu tetap bisa menjaga rutinitas lari tanpa merasa kelelahan berlebihan.
Dengan menerapkan beberapa tips lari saat puasa di atas, tubuhmu dapat beradaptasi lebih cepat dan tetap segar hingga waktu berbuka tiba. Semoga tips ini dapat membantumu tetap konsisten lari selama Ramadan, ya.
Apakah aman lari saat puasa? | Aman, asalkan intensitasnya ringan hingga sedang dan tidak memaksakan diri. Pastikan juga tubuh cukup terhidrasi saat berbuka dan sahur. |
Kapan waktu terbaik untuk lari saat puasa? | Waktu yang paling sering dipilih adalah 1—2 jam sebelum berbuka atau 1—2 jam setelah berbuka ringan. Sesuaikan dengan kondisi tubuh dan jadwal harianmu. |
Berapa lama durasi ideal lari saat puasa? | Untuk pemula, sekitar 20—45 menit sudah cukup. Fokus pada konsistensi, bukan jarak atau kecepatan. |
Referensi
"Tips for Marathon Training During Ramadan". Manchester Marathon. Diakses Februari 2026.
"Running While Fasting: Ideal Time and Duration". SVRG. Diakses Februari 2026.
"How To Run Safely While Fasting During Ramadan". Runner's World. Diakses Februari 2026.