Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Tips Mengonsumsi Daging agar Tidak Mudah Enek dan Kembung
ilustrasi rendang (pexels.com/Teguh S)
  • Mengonsumsi daging berlebihan dapat menyebabkan rasa enek, begah, dan kembung karena proses pencernaannya lebih lama, terutama jika diolah dengan santan atau lemak tinggi.
  • Tips agar pencernaan lebih nyaman meliputi makan dalam porsi wajar, memilih olahan rebus atau panggang, menambahkan jahe saat memasak, serta menyeimbangkan dengan buah dan sayur.
  • Hindari langsung rebahan setelah makan dan pilih minum air hangat agar tubuh lebih rileks serta membantu mengurangi rasa penuh dan tidak nyaman di perut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Porsi daging yang melimpah memang sulit ditolak, apalagi saat diolah jadi sate, gulai, atau rendang favorit keluarga. Namun, tidak sedikit orang yang justru merasa enek, begah, bahkan perut kembung setelah makan daging terlalu banyak. Kondisi ini biasanya muncul karena daging termasuk makanan yang lebih lama dicerna tubuh, terutama jika dikonsumsi berlebihan atau diolah dengan santan dan lemak tinggi.

Akibatnya, perut terasa begah, mual, dan tubuh jadi kurang nyaman untuk beraktivitas setelah makan. Padahal, ada beberapa cara sederhana yang dapat membantu tubuh mencerna daging dengan lebih baik sehingga rasa enek dan kembung bisa dikurangi. Yuk, simak tips mengonsumsi daging agar tetap nikmat tanpa membuat pencernaan terasa “berat” berikut ini.

1. Jangan langsung makan daging dalam porsi besar

ilustrasi makan steak (pexels.com/Nadin Sh)

Saat melihat hidangan daging favorit di meja makan, banyak orang cenderung kalap dan mengambil porsi besar sekaligus. Padahal, daging termasuk makanan yang membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna tubuh dibanding sayur atau buah. Jika dimakan berlebihan dalam satu waktu, perut bisa terasa penuh, begah, bahkan memicu rasa enek setelah makan.

Kondisi ini biasanya makin terasa ketika daging diolah dengan santan kental, minyak berlebih, atau bagian berlemak yang sulit dicerna tubuh. Supaya pencernaan tidak bekerja terlalu berat, sebaiknya konsumsi daging dalam porsi secukupnya sambil mengunyah makanan secara perlahan hingga halus. Cara sederhana ini membantu proses pencernaan menjadi lebih ringan sehingga rasa begah, enek, dan kembung setelah makan bisa diminimalkan. 

2. Perhatikan cara mengolah daging

ilustrasi memasak rendang secara tradisional (commons.wikimedia.org/Masdianto17)

Tidak sedikit orang merasa enek setelah makan daging yang terlalu berminyak, bersantan, atau dimasak dengan bumbu yang sangat pekat. Olahan seperti daging goreng, gulai, atau rendang dengan kadar lemak tinggi cenderung membuat makanan terasa lebih “berat” saat masuk ke sistem pencernaan. Akibatnya, lambung membutuhkan waktu lebih lama untuk mencerna makanan sehingga perut terasa penuh, begah, dan kurang nyaman setelah makan.

Kondisi ini sering memicu rasa penuh, mual ringan, hingga perut terasa tidak nyaman setelah makan. Sebagai alternatif, pilih olahan daging yang direbus, dipanggang, atau ditumis dengan minyak secukupnya. Selain lebih ringan untuk pencernaan, rasa asli daging juga tetap bisa dinikmati tanpa berlebihan.

3. Tambahkan jahe dan rempah saat memasak

ilustrasi jahe (freepik.com/freepik)

Banyak masakan tradisional Indonesia menggunakan jahe saat mengolah daging, terutama kambing dan sapi, karena aromanya dapat membantu mengurangi bau prengus pada daging. Namun, rempah ini bukan hanya berfungsi sebagai penambah cita rasa dan sensasi hangat pada masakan. Jahe juga dipercaya dapat membantu tubuh terasa lebih nyaman setelah mengonsumsi makanan berlemak atau berat, sehingga rasa enek dan begah setelah makan bisa berkurang.

Selain itu, aroma jahe juga dapat membantu mengurangi rasa enek yang sering muncul setelah makan daging terlalu banyak. Kamu bisa menambahkan jahe pada kuah, marinasi, atau minuman hangat setelah makan. Cara ini sederhana, tetapi cukup membantu membuat perut terasa lebih lega dan hangat.

4. Jangan lupa imbangi dengan buah dan sayur

ilustrasi menyiapkan buah dan sayur untuk clean eating (freepik.com/prostooleh)

Makan daging tanpa sayur sering membuat pola makan terasa kurang seimbang. Padahal, serat dari sayur dan buah membantu sistem pencernaan bekerja lebih baik setelah mengonsumsi makanan tinggi protein dan lemak. Jika tubuh kekurangan serat, perut bisa terasa lebih penuh dan proses pencernaan menjadi lebih lambat.

Kondisi ini bisa membuat perut terasa penuh, begah, hingga memicu rasa enek setelah makan daging dalam porsi besar. Karena itu, penting untuk menyeimbangkan konsumsi daging dengan makanan tinggi serat seperti lalapan, sup sayur, atau buah segar. Kandungan serat tersebut bisa membantu proses pencernaan berjalan lebih lancar sehingga perut terasa lebih nyaman dan tidak terlalu “berat” setelah makan.


5. Hindari langsung rebahan setelah makan

ilustrasi rebahan (magnific.com/freepik)

Kebiasaan langsung duduk terlalu lama atau rebahan setelah makan besar dapat membuat perut terasa semakin penuh dan tidak nyaman. Hal ini terjadi karena tubuh menjadi kurang aktif sehingga proses pencernaan makanan, terutama daging berlemak, berjalan lebih lambat dari biasanya. Akibatnya, makanan terasa “tertahan” lebih lama di lambung dan memicu rasa enek, begah, hingga perut kembung setelah makan.

Tidak sedikit orang juga merasa cepat mengantuk karena tubuh sedang bekerja keras mencerna makanan. Cobalah memberi waktu tubuh untuk mencerna makanan dengan berjalan santai atau melakukan aktivitas ringan setelah makan. Cara ini membantu tubuh lebih nyaman sekaligus membuat perut tidak terasa terlalu “sesak”.


6. Minum air hangat secukupnya setelah makan

ilustrasi minum air putih (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Setelah makan daging, sebagian orang biasanya langsung memilih es teh atau minuman dingin karena terasa lebih segar di tenggorokan. Namun, suhu minuman yang terlalu dingin dapat membuat perut terasa kurang nyaman ketika tubuh sedang bekerja mencerna makanan tinggi lemak dan protein. Pada beberapa orang, kondisi ini bisa memicu rasa begah, perut terasa penuh, hingga muncul sensasi enek setelah makan.

Sebaliknya, air hangat dapat membantu tubuh terasa lebih rileks setelah makan besar. Minuman hangat seperti teh jahe tanpa gula berlebihan juga sering dipilih untuk membantu mengurangi rasa enek. Meski sederhana, kebiasaan ini bisa membuat tubuh terasa lebih nyaman setelah menikmati olahan daging favorit.

Mengonsumsi daging sebenarnya tetap aman dan nyaman selama porsinya tidak berlebihan serta diimbangi cara makan yang tepat. Mulai dari memilih olahan yang lebih ringan, menambahkan rempah seperti jahe, hingga menjaga pola makan seimbang bisa membantu mengurangi rasa enek dan kembung setelah makan. Jadi, kamu tetap bisa menikmati hidangan daging favorit tanpa takut perut terasa “berat” setelahnya.

Referensi

“Ginger’s Nutritional Implication on Gastrointestinal Health.” Clinical Nutrition Open Science. Diakses Mei 2026.

“Preventive and Therapeutic Effects of Ginger on Bowel Disease: A Review of Clinical Trials.” Pharmacological Research - Modern Chinese Medicine. Diakses Mei 2026.

“Uji Aktivitas Jahe (Zingiber officinale) terhadap Metabolisme dan Pencernaan.” Inovasi Kesehatan Global. Diakses Mei 2026.

“Kajian Fitokimia dan Potensi Bioaktif Jahe (Zingiber Officinale Rosc.) sebagai Minuman Fungsional Peningkat Metabolisme.” MUARA KESEHATAN: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan. Diakses Mei 2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article