ilustrasi minum air putih (pexels.com/Andrea Piacquadio)
Setelah makan daging, sebagian orang biasanya langsung memilih es teh atau minuman dingin karena terasa lebih segar di tenggorokan. Namun, suhu minuman yang terlalu dingin dapat membuat perut terasa kurang nyaman ketika tubuh sedang bekerja mencerna makanan tinggi lemak dan protein. Pada beberapa orang, kondisi ini bisa memicu rasa begah, perut terasa penuh, hingga muncul sensasi enek setelah makan.
Sebaliknya, air hangat dapat membantu tubuh terasa lebih rileks setelah makan besar. Minuman hangat seperti teh jahe tanpa gula berlebihan juga sering dipilih untuk membantu mengurangi rasa enek. Meski sederhana, kebiasaan ini bisa membuat tubuh terasa lebih nyaman setelah menikmati olahan daging favorit.
Mengonsumsi daging sebenarnya tetap aman dan nyaman selama porsinya tidak berlebihan serta diimbangi cara makan yang tepat. Mulai dari memilih olahan yang lebih ringan, menambahkan rempah seperti jahe, hingga menjaga pola makan seimbang bisa membantu mengurangi rasa enek dan kembung setelah makan. Jadi, kamu tetap bisa menikmati hidangan daging favorit tanpa takut perut terasa “berat” setelahnya.
Referensi
“Ginger’s Nutritional Implication on Gastrointestinal Health.” Clinical Nutrition Open Science. Diakses Mei 2026.
“Preventive and Therapeutic Effects of Ginger on Bowel Disease: A Review of Clinical Trials.” Pharmacological Research - Modern Chinese Medicine. Diakses Mei 2026.
“Uji Aktivitas Jahe (Zingiber officinale) terhadap Metabolisme dan Pencernaan.” Inovasi Kesehatan Global. Diakses Mei 2026.
“Kajian Fitokimia dan Potensi Bioaktif Jahe (Zingiber Officinale Rosc.) sebagai Minuman Fungsional Peningkat Metabolisme.” MUARA KESEHATAN: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan. Diakses Mei 2026.