- Perbanyak minum air putih agar tinja tidak terlalu keras.
- Imbangi konsumsi daging dengan sayur dan buah.
- Aktivitas fisik ringan seperti jalan kaki dapat membantu merangsang pergerakan usus.
- Kurangi makanan yang terlalu berlemak atau bersantan.
- Hindari kebiasaan menahan buang air besar karena dapat memperparah sembelit.
Kenapa Banyak Orang Susah Buang Air Besar setelah Idul Adha?

Setelah Idul Adha, banyak orang mengalami sembelit akibat konsumsi daging merah berlebihan tanpa diimbangi sayur, buah, dan air putih yang cukup.
Makanan tinggi lemak seperti olahan bersantan memperlambat kerja usus, membuat tinja lebih keras dan sulit dikeluarkan.
Kurang aktivitas fisik saat libur turut memperparah sembelit; menjaga hidrasi, makan serat, dan tetap bergerak membantu melancarkan pencernaan.
Aroma daging yang dibakar memenuhi ruangan, gulai daging tersaji di meja makan, stok daging di kulkas pun banyak. Momen Idul Adha identik dengan sajian daging yang rasanya sulit ditolak. Namun, setelah beberapa hari menikmatinya, tidak sedikit orang mengeluh perut begah hingga susah buang air besar atau sembelit.
Kondisi ini sebenarnya cukup umum terjadi setelah pola makan berubah drastis. Konsumsi daging merah berlebihan, kurang makan sayur dan buah, hingga minim minum air putih dapat membuat sistem pencernaan bekerja lebih lambat. Akibatnya, tinja menjadi lebih keras dan sulit dikeluarkan.
Table of Content
Asupan serat menurun
Konsumsi daging berlebihan saat Idul Adha menjadi salah satu alasan kenapa banyak orang mengalami susah buang air besar. Daging merah tidak mengandung serat, padahal serat memiliki peran penting untuk membantu membentuk tinja agar lebih lunak dan mudah dikeluarkan.
Ketika kamu banyak makan daging sementara asupan sayur dan buah minim atau tidak sama sekali, sistem pencernaan kekurangan serat yang dibutuhkan untuk menjaga pergerakan usus tetap lancar. Bukan hanya rendah serat, olahan daging khas Idul Adha juga umumnya tinggi lemak, terlebih jika dimasak pakai santan.
Menurut penelitian, makanan tinggi lemak butuh waktu lebih lama untuk dicerna tubuh. Kondisi ini dapat memperlambat gerakan usus sehingga tinja berada lebih lama di saluran pencernaan. Makin lama tinja berada di usus, makin banyak cairan yang diserap tubuh. Akibatnya, tekstur tinja menjadi lebih keras, kering, dan sulit dikeluarkan.
Karena itu, tidak heran jika setelah beberapa hari makan daging, sebagian orang mengalami perut begah, penuh, atau harus mengejan saat buang air besar. Risiko ini bisa meningkat jika konsumsi daging tidak diimbangi asupan air putih, sayur, buah, dan aktivitas fisik yang cukup.
Pola makan berubah, aktivitas menurun

Saat liburan Idul Adha, banyak orang cenderung kurang minum air putih setelah makan makanan tinggi protein dan lemak. Padahal, cairan sangat dibutuhkan untuk membantu melunakkan tinja.
Saat tubuh kekurangan cairan, usus akan menyerap lebih banyak air dari sisa makanan di dalam saluran cerna. Akibatnya, tinja menjadi lebih keras dan sulit dikeluarkan.
Perubahan pola makan yang terjadi secara mendadak juga dapat 'mengagetkan' sistem pencernaan. Misalnya, kamu yang biasanya pola makannya seimbang tiba-tiba makan daging dalam porsi besar beberapa hari berturut-turut. Perubahan ini bisa memengaruhi ritme kerja usus, terutama pada orang yang punya riwayat masalah pencernaan.
Di sisi lain, aktivitas fisik saat libur sering ikut berkurang. Setelah makan besar, banyak orang memilih duduk atau beristirahat. Padahal, tubuh yang aktif membantu merangsang gerakan usus agar pencernaan lebih lancar. Kurang bergerak dapat membuat kerja usus menjadi lebih lambat sehingga keluhan seperti perut begah, tidak nyaman, dan susah buang air besar risikonya meningkat.
Tanda sembelit dan cara mencegahnya
Sudah buang air besar setelah Idul Adha umumnya masih tergolong normal, terutama jika dipicu perubahan pola makan selama beberapa hari. Kondisi ini biasanya ditandai dengan frekuensi buang air besar yang menjadi lebih jarang, tinja keras dan kering, perut terasa penuh atau begah, hingga harus mengejan saat buang air besar.
Namun, keluhan sebaiknya tidak diabaikan jika buang air besar disertai nyeri hebat, keluar darah, atau berlangsung terlalu lama, karena bisa menandakan gangguan pencernaan yang lebih serius.
Supaya buang air besar lancar, kamu bisa melakukan beberapa cara sederhana ini:
Menikmati olahan daging saat Idul Adha sah saja, tetapi tetap perlu diimbangi pola makan sehat seimbang. Konsumsi serat, cairan, dan aktivitas fisik yang cukup dapat membantu menjaga sistem pencernaan tetap lancar, bebas dari sembelit dan gangguan pencernaan lainnya.
Referensi
"Constipation". Mayo Clinic. Diakses Mei 2026.
"Tips to Relieve Constipation". Cleveland Clinic. Diakses Mei 2026.
Rollet, Maurane, Torsten Bohn, Farhad Vahid, and On Behalf of the Oriscav Working Group. “Association between Dietary Factors and Constipation in Adults Living in Luxembourg and Taking Part in the ORISCAV-LUX 2 Survey.” Nutrients 14, no. 1 (December 28, 2021): 122. Yang, Jing. “Effect of Dietary Fiber on Constipation: A Meta Analysis.” World Journal of Gastroenterology 18, no. 48 (January 1, 2012): 7378.
Bellini, Massimo, Sara Tonarelli, Federico Barracca, Francesco Rettura, Andrea Pancetti, Linda Ceccarelli, Angelo Ricchiuti, et al. “Chronic Constipation: Is a Nutritional Approach Reasonable?” Nutrients 13, no. 10 (September 26, 2021): 3386.
![[QUIZ] Kamu Lebih Cocok CrossFit atau HYROX? Tes Sekarang!](https://image.idntimes.com/post/20251217/1000005207_e2b3719c-9ff4-4462-9e88-b9845a2f868d.jpg)
















![[QUIZ] Cara Kamu Menonton Video Online Ungkap Tingkat Fokusmu](https://image.idntimes.com/post/20260517/img_2136_50935eea-edc0-49af-bb54-bd3ac36d61fa.jpeg)
