Salah satu aspek menarik dari penelitian ini adalah analisis mengenai hubungan waktu olahraga dan pengaruhnya pada mood. Menurut Dr. Arciero, penelitian ini adalah yang pertama menunjukkan bahwa waktu olahraga bisa memengaruhi mood perempuan dan laki-laki.
"Khususnya perempuan yang berolahraga pada malam hari, ini bisa meningkatkan keadaan mood secara signifikan dibanding pagi hari."
Ada beberapa kekurangan pada studi ini yang perlu diingat. Pertama, populasi dalam studi adalah partisipan sehat yang sudah biasa berolahraga, sehingga hasil mungkin berbeda bila meneliti partisipan yang memiliki komorbiditas atau memiliki gaya hidup sedenter.
Mengenai penelitian waktu olahraga dan mood, hal ini juga bisa menjadi kekurangan dari penelitian tersebut. Ini karena menganalisis mood bukanlah hal yang bisa dilakukan secara pasti, mengingat studi ini bergantung pada laporan mandiri para partisipan.
Terlepas dari hasil dan kekurangan penelitian tersebut, dari banyak faktor yang memengaruhi keberhasilan olahraga, waktu berolahraga ternyata bisa berbeda tergantung gender. Jadi, jika ingin berolahraga, mungkin kamu perlu mempertimbangkan waktunya agar manfaatnya makin terasa.