Comscore Tracker

Nggak Sepele, Studi Buktikan 'Me Time' Penting bagi Kesehatan Mental

Me time bisa membantu mengatur emosi jadi lebih baik

Sebagai makhluk sosial, manusia tentunya menikmati berada di lingkungan terbuka dan berinteraksi bersama orang lain. Memang, kehidupan sosial banyak memberi pengaruh baik diri. Kita senang saat berkumpul hingga mendapat perhatian dari orang-orang sekitar. Akan tetapi, me time juga penting, lo, khususnya bagi kesehatan mental.

Ya, berada di luar dan berinteraksi dengan banyak orang tak selamanya baik, terkadang bisa mendatangkan stres. Terlebih saat kondisi mental dan emosi sedang tidak stabil. Itulah kenapa me time diperlukan untuk membantu pemulihan.

Di bawah ini akan dijelaskan mengenai temuan studi tentang bagaimana me time bisa memengaruhi kesehatan mental kita. Simak, ya!

1. Me time mengatur emosi lebih baik

Nggak Sepele, Studi Buktikan 'Me Time' Penting bagi Kesehatan Mentalilustrasi me time (pexels.com/Keira Burton)

Me time bukan cuma berperan sebagai kegiatan sederhana atau sepele. Lebih dari itu, me time punya dampak yang lebih luas bagi kesehatan mental. Ada beberapa konsekuensi yang perlu kita terima sebagai makhluk sosial. Misalnya, kita jadi lebih sensitif terhadap opini negatif atau menjadi khawatir akan penolakan.

Sering kali isu-isu itulah yang melatarbelakangi mengapa me time semakin penting untuk dilakukan. Tidak peduli seberapa nyaman saat kita berada di luar dikelilingi orang-orang, hal-hal di atas tadi tetap menakutkan dan bisa dengan mudah memicu stres.

Sebuah studi yang dilakukan oleh Rodriguez, M., Bellet, B. W., & McNally, R. J. pada tahun 2020 menunjukkan bahwa menyendiri mungkin tidak selalu meningkatkan suasana hati kita, tetapi ini turut membantu kita untuk mengatur emosi dengan lebih baik. Studi berjudul "Reframing Time Spent Alone: Reappraisal Buffers the Emotional Effects of Isolation" ini diterbitkan dalam jurnal Cognitive Therapy and Research tahun 2020.

2. Me time punya dampak luas bagi pengembangan diri seseorang

Nggak Sepele, Studi Buktikan 'Me Time' Penting bagi Kesehatan Mentalilustrasi perempuan sedang menikmati me time (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Studi membuktikan bahwa waktu menyendiri bisa memberikan banyak manfaat, di antaranya; punya kesempatan mengeksplorasi diri dengan lebih baik, menciptakan kreativitas lebih tinggi, serta turut meningkatkan energi sosial.

Mengeksplor diri memungkinkan kita lebih banyak untuk melakukan hal baru, mempelajari sesuatu yang disukai, serta meningkatkan kemampuan dalam mencari cara untuk ekspresi diri dengan cara yang menyenangkan.

Kesendirian juga membuat seseorang lebih kreatif. Sebab, kita tidak perlu berinteraksi dan bebas distraksi dari sekitar. Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Nature Communications tahun 2020, isolasi sosial yang dirasakan seseorang menyebabkan aktivitas di sirkuit saraf yang berhubungan dengan imajinasi meningkat. Ketika ditinggalkan oleh kurangnya rangsangan sosial, otak meningkatkan jaringan kreatifnya untuk membantu mengisi kekosongan tersebut. 

Me time atau menyendiri kadang dipandang sebagai kegiatan yang negatif secara sosial. Banyak yang memaknainya dengan buruk atau ada stigmatisasi. Namun, penelitian mengungkapkan bahwa orang yang hidup sendiri sebetulnya punya kehidupan sosial yang lebih kaya dan lebih punya banyak energi sosial dibanding orang yang hidup dalam lingkup sosial yang luas.  

Baca Juga: 7 Cara Relaksasi Paling Mudah dan Efektif, Buatmu Terbebas dari Stres

3. Sebagian orang ternyata masih susah untuk me time

Nggak Sepele, Studi Buktikan 'Me Time' Penting bagi Kesehatan MentalMe time dalam bentuk duduk santai menonton serial favorit (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Walau pada dasarnya me time adalah kegiatan sederhana dan santai, tetapi ini bisa jadi hal menantang bagi sebagian orang. Karena, ternyata beberapa orang takut ketika sendirian. Bahkan, sebuah studi tahun 2014 oleh Wilson TD, dkk. mengungkapkan, ada banyak orang yang lebih rela memberikan sensasi sengatan listrik untuk dirinya sendiri ketimbang harus duduk sendirian tenggelam dengan pemikirannya.

Dilansir Verywell Mind, beberapa faktor yang membuat seseorang merasa kesulitan saat harus sendirian adalah; terbiasa dengan sekitar yang luas, khawatir jadi merasa sedih (karena harus bertarung dengan pemikirannya sendiri), serta takut akan stigma buruk yang melabeli "kesendirian". 

Fenomena di atas kemudian diperkuat oleh Rebecca Ratner, seorang peneliti di Universitas Maryland, Amerika Serikat (AS), yang mengungkapkan bahwa orang lebih sering menghindari untuk melakukan suatu hal yang bahkan disukainya jika mereka harus melakukannya sendirian. 

4. Tanda kamu sebaiknya perlu me time

Nggak Sepele, Studi Buktikan 'Me Time' Penting bagi Kesehatan MentalBerkebun bisa menjadi salah satu aktivitas pilihan untuk me time (pexels.com/Huy Phan)

Timbul pertanyaan, bagaimana mengetahui tanda-tanda atau waktu yang tepat saat kita perlu melakukan me time? Dirangkum dari berbagai sumber, perhatikan tanda-tanda berikut ini:

  • Saat kamu menjadi lebih sensitif, mudah tersinggung, dan lekas marah pada hal sepele
  • Saat kamu tidak bersemangat untuk berinteraksi di lingkungan sosial
  • Saat kamu kesulitan berkonsentrasi
  • Saat kamu merasa mudah cemas

Jika hal-hal di atas sedang kamu alami, me time adalah cara terbaik dan termudah yang bisa kamu lakukan. Bahkan, alokasi waktu me time sebentar saja bisa memberikan efek pemulihan yang signifikan. Sebuah penelitian tahun 2011 menunjukkan bahwa orang yang menyendiri meski hanya selama 11 persen dari total waktunya, dapat meminimalkan perasaan negatif ketika menghadapi pengalaman sosial selanjutnya.

5. Bagaimana memulai me time yang benar?

Nggak Sepele, Studi Buktikan 'Me Time' Penting bagi Kesehatan MentalIlustrasi me time (Pexels.com/Andrea Piacquadio)

Cara paling tepat memulai me time sepenuhnya dimulai dengan kesadaran yang penuh. Karena, ini merupakan kebutuhan yang perlu diketahui kapan kamu membutuhkannya. Pun dengan waktu menyelesaikannya, sadari kapan kamu benar-benar sanggup untuk kembali ke lingkungan sosial. 

Berikut adalah hal yang bisa kamu lakukan untuk memulai me time:

  • Pilih waktu yang tepat kapan kamu harus me time, masukkan dalam agenda rutin
  • Buat rencana yang jelas mau melakukan apa saja ketika me time. Membaca buku, menonton film, melakukan hobi, berkebun, melukis, dan sebagainya
  • Keluar sejenak dari media sosial, ini membantu kamu lebih fokus dan jauh dari distraksi
  • Keluar untuk jalan-jalan, nggak perlu menafsirkannya muluk-muluk. Jalan-jalan menikmati alam di sekitar rumah misalnya, studi menemukan kegiatan di luar rumah bisa membantu membuatmu menjadi lebih baik
  • Beri tahu orang lain bahwa kamu sedang me time agar manfaat yang dirasakan jadi lebih maksimal dan jauh dari distraksi. Ingat, me time termasuk hak semua orang, lo! 

Itulah penjelasan tentang studi bahwa me time bisa bermanfaat bagi kesehatan mental. Tidak ada perhitungan tepat berapa lama waktu me time bisa berhasil, karena tentunya ini akan berbeda-beda pada setiap orang. Intinya, fokuskan saja pada apa yang kamu suka dan nikmatilah saat kamu melakukannya seorang diri.

Baca Juga: Media Sosial Bikin Depresi? Ini 8 Fakta dan Solusinya

Nurul Zahara Photo Verified Writer Nurul Zahara

Hanya mencoba menguraikan isi kepala.

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Nurulia R. Fitri
  • Bayu Aditya Suryanto

Berita Terkini Lainnya