Comscore Tracker

Bukan Sekadar Sensasi Geli dan Bikin Ngantuk, Ini 6 Fakta soal ASMR

Sensasinya bikin ketagihan!

Mendengar bisikan dan suara hujan membuat bulu kudukmu berdiri dan merasa mengantuk? Atau, kamu merasakan sensasi nyaman saat menyaksikan roleplay penuh perhatian bak seorang pacar secara virtual?

Tak terbatas pada dua sensasi tersebut, itu tandanya kamu sedang menikmati respons meridian dan otonom saraf sensorik alias ASMR. Dari inaudible hingga kata-kata suportif, ASMR sering menjadi solusi jika kamu ingin konsentrasi atau sekadar mengusir insomnia agar bisa lekas tidur.

Menarik untuk disimak, berikut ini adalah fakta-fakta seputar ASMR yang perlu kamu tahu.

1. Bukan hal yang baru, apa itu ASMR?

https://www.youtube.com/embed/IHtgPbfTgKc

Terdengar seperti sesuatu yang kekinian, tetapi ASMR sejatinya bukanlah hal yang baru. Sudah lebih dari satu dekade ASMR dinikmati agar penonton atau pendengarnya bisa fokus atau cepat terlelap. Pada sebuah penelitian tahun 2017, bahkan ada komunitas ASMR yang beranggotakan 100 ribu orang!

Pada awalnya, sensasi tersebut tidak diketahui namanya. Beberapa orang sebenarnya juga merasakan sensasi geli dan menenangkan tersebut. Pada saat itu mereka belum menamakannya ASMR, melainkan "sensasi aneh nan nyaman" hingga "orgasme otak".

Dilansir The New York Times, barulah pada Februari 2010, seorang perempuan bernama Jennifer Allen dari Amerika Serikat adalah yang pertama kali menyebutnya sebagai "ASMR", yakni menggambarkan perasaan geli dan nyaman bak tersetrum aliran listrik yang dihasilkan oleh berbagai rangsangan di tubuh, terutama di kulit kepala dan tengkuk.

"Kata 'otonom' mengacu pada fakta bahwa 'rangsangan tersebut berbeda-beda dan banyak orang dapat menciptakan rangsangan tersebut sesuka hati'. Kata 'sensorik' dan 'respons' sudah cukup jelas, dan 'meridian' adalah kata yang lebih sopan untuk sensasi 'orgasme' yang ditimbulkan," kata Allen yang juga adalah salah satu pendiri ASMR University, mengutip dari laman Mental Floss.

2. Tidak sama untuk tiap orang, rangsangan ASMR tidak hanya satu atau dua

https://www.youtube.com/embed/RxGgpIwulA8

Menurut National Sleep Foundation, ada banyak jenis rangsangan ASMR. Dari mulai melipat handuk, mengetik keyboard, membalik halaman buku, hingga audio yang membisikkan kata-kata suportif, mukbang, suara ketukan, garukan, hujan, dan sebagainya. Selain itu, ASMR juga disebut-sebut dapat membantu meredakan insomnia.

Akan tetapi, sesuai kata Allen di poin sebelumnya, tiap orang memiliki respons yang berbeda-beda terhadap rangsangan. Bukannya jadi relaks, malah ada orang-orang yang merasa terganggu dengan suara-suara yang dihasilkan (sensitif terhadap suara tertentu atau misofonia).

Sebagai contoh, beberapa penikmat ASMR senang mendengarkan suara bisikan dan benci mendengar suara mengunyah, atau sebaliknya. Menurut sebuah penelitian gabungan pada 2017 di Britania Raya yang dimuat di jurnal "PeerJ", sebanyak 43 persen pencinta ASMR mengidap misofonia pada suara-suara tertentu.

Namun, jika kamu menikmatinya, sensasi yang dirasakan akan menjalar dari kulit kepala hingga ke seluruh tubuh, dan memicu perasaan relaks sebelum tidur. Segmen audio atau video berdurasi panjang, bahkan banyak yang lebih dari satu jam, bisa dinikmati hingga kamu tertidur.

Baca Juga: ASMR Punya Manfaat Kesehatan Menurut Riset, Ini Penjelasan Para Ahli!

3. Tidak perlu video ASMR agar bisa merasakan ASMR

https://www.youtube.com/embed/SSctqjzFjJ8

Dengan majunya teknologi, misalnya dengan platform YouTube, akses video ASMR sangat mudah. Namun, ternyata bila kamu ingin yang lebih riil, ASMR itu lebih dari sekadar video.

Setelah melakukan penelitian pada tahun 2017-2018, para peneliti dari Universitas Winnipeg, Kanada, menemukan bahwa selain menyaksikan atau mendengarkan video berisi bisikan-bisikan lembut, orang-orang dapat merasakan sensasi ASMR lewat perhatian-perhatian yang intim secara sosial (dan tidak jarang, seksual).

Jika kamu pernah menonton roleplay salon ASMR, potong rambut bisa membuatmu tertidur. Selain suara dan perhatian yang diberikan, beberapa orang memiliki sensitivitas yang hanya aktif saat mendapat perawatan fisik seperti manikur dan pedikur, hingga pemeriksaan oleh dokter.

4. Aktivitas otak yang unik saat mendengarkan ASMR

https://www.youtube.com/embed/VITiBgGjBaI

Penasaran dengan cara kerja ASMR pada otak? Para peneliti dari Universitas Winnipeg tersebut mengungkap hal unik pada aktivitas otak para penikmat ASMR, setelah dilakukan pemindaian pencitraan resonansi magnetik fungsional (fMRI) pada jaringan mode standar, fungsi dasar saat otak manusia beristirahat.

Pada penelitian yang berjudul "An examination of the default mode network in individuals with autonomous sensory meridian response (ASMR)" tersebut, tim peneliti menemukan bahwa saat mendengarkan ASMR, koneksi fungsional antara lobus frontal—tempat banyak pemikiran kompleks kita muncul—dan daerah sensorik otak berkurang.

"Ada kemungkinan bahwa ASMR menggambarkan kemampuan untuk menghambat pengalaman sensorik-emosional yang biasanya ditekan pada kebanyakan individu," papar Stephen D. Smith, pemimpin penelitian yang dimuat di jurnal "Social Neuroscience" tersebut.

Selain itu, peningkatan koneksi antar daerah korteks oksipital, frontal, dan temporal pada otak menunjukkan bahwa campuran reaksi dari berbagai jaringan saraf pada saat otak beristirahat adalah penyebab munculnya reaksi geli dan nyaman saat mendengarkan ASMR.

5. Sensasi merinding ASMR tidak sama seperti saat mendengarkan lagu yang bagus

https://www.youtube.com/embed/M40SBBsSCIA

"Saya sering merinding juga saat mendengarkan lagu yang bagus. Apakah hal tersebut sama seperti ASMR?"

Itu adalah hal yang berbeda. Seorang peneliti, Beverley K. Fredborg dari Universitas Winnipeg mengatakan bahwa sensasi merinding saat mendengar lagu (frisson) tidak sama seperti merinding karena ASMR.

Meskipun memiliki reaksi yang sama pada rangsangan yang berbeda pada setiap orang, Fredborg, mengutip dari beberapa sumber, mengatakan bahwa sensasi ASMR dan frisson berbeda dalam hal penyebaran, intensitas, dan konteks.

Jika kamu merasakan frisson setelah mendengarkan lagu karya seniman Jepang, RADWIMPS, seperti video di atas, coba bandingkan dengan sensasi ASMR yang kamu rasakan saat menyaksikan video berikut:

https://www.youtube.com/embed/flMCIeNT5Lc

Dalam hal penyebaran, frisson menjalar ke seluruh tubuh, sementara ASMR bertahan di kulit kepala dan tengkuk selama beberapa menit. Barulah, sensasi ASMR menjalar seperti "gelombang yang dinamis", karena intensitasnya berubah sesuai dengan tanggapan pendengar pada rangsangan.

"Frisson cenderung menyebar dengan cepat ke seluruh tubuh, sedangkan sensasi ASMR bertahan di area leher dan kulit kepala selama beberapa menit. Beda dengan frisson, sensasi ASMR sering digambarkan seperti 'gelombang yang dinamis,' karena intensitas sensasinya cenderung berubah dan dapat menyebar dari daerah kepala dan leher ke sisi tubuh," tulis Fredborg.

Terakhir, Fredborg menyatakan bahwa konteks rangsangan antara ASMR dan frisson pun berbeda. Jika frisson lebih dikaitkan dengan membangkitkan perasaan dan emosi jiwa, ASMR sejatinya adalah metode relaksasi yang menenangkan jiwa.

"Sensasi merinding yang terkait dengan ASMR sering dikaitkan dengan relaksasi dan kepuasan diri, sedangkan sensasi frisson lebih emosional dan membangkitkan semangat," papar Fredborg lebih lanjut dalam penelitiannya yang dimuat di jurnal "Frontiers in Psychology" tersebut.

6. ASMR sampai jadi iklan untuk KFC

https://www.youtube.com/embed/hv7p6uahomc

Ketika ASMR sedang naik daun, beberapa pihak pun memanfaatkan popularitasnya. Tidak percaya? Pada 2016, waralaba makanan cepat saji asal AS, KFC, menyewa aktor kawakan George Hamilton untuk menikmat lezat dan garingnya ayam goreng sambil memperagakan cara melipat sapu tangan sutra yang baik dan benar.

Dengan berpakaian bak Kolonel Sanders, Hamilton memperagakan cara melipat sapu tangan dengan bisikan lembut. Sesekali, Hamilton akan terlihat memakan ayam KFC yang renyah dan suaranya... cukup untuk menciptakan sensasi merinding ala ASMR!

Itulah fakta-fakta menarik mengenai ASMR dan sensasi merinding yang ditimbulkan bagi para pendengarnya. Meskipun bisikannya masih terdengar "sayup" di Indonesia, ASMR mulai menjadi salah satu konten yang diminati di YouTube, lho. Apakah kamu salah satu penikmatnya?

Baca Juga: 5 Kebiasaan Buruk yang Tanpa Kamu Sadari Menyebabkan Insomnia

Topic:

  • Alfonsus Adi Putra
  • Nurulia R. Fitri

Berita Terkini Lainnya