Comscore Tracker

Kejepit Pintu? Hati-Hati Subungual Hematoma, Itu Masalah Serius!

Sering kali dianggap remeh dan dibiarkan

Satu hari, kamu sedang membawa belanjaan dari supermarket ke mobil. Tanganmu sedang penuh, jadi terpaksa kamu harus memasukannya satu-satu. Saking banyaknya, kamu tidak sadar bahwa tanganmu sedang berada di bibir pintu.

Kamu tutup pintunya, dan *BAM!* tanganmu terjepit.

Kamu segera melihat kukumu sedikit membiru? Jangan dibiarkan, lho! Kamu sedang menderita cedera subungual hematoma.

1. Apa itu subungual hematoma?

Kejepit Pintu? Hati-Hati Subungual Hematoma, Itu Masalah Serius!medicalnewstoday.com

Sesuai namanya, subungual hematoma adalah penggumpalan darah (hematoma) di bawah dasar kuku tangan atau kaki (subungual). Penggumpalan darah itu pastinya terjadi karena cedera yang mengakibatkan ekstravasasi atau keluarnya darah dari pembuluh.

Darah yang keluar tersebut tersumbat di satu lokasi, pada kasus ini di bawah kuku, dan menggumpal. Jika terlalu sulit mengucapkan subungual hematoma, cedera ini juga disebut:

"Jari pelari"

2. Penyebab subungual hematoma

Kejepit Pintu? Hati-Hati Subungual Hematoma, Itu Masalah Serius!runnersworld.com

Ada sebabnya mengapa cedera tersebut juga disebut "jari pelari".

Selain dari tertimpa, tersandung, atau terjepit barang berat, subungual hematoma juga lumrah terjadi pada penggemar hiking dan atlet olahraga aktif. Hal ini dikarenakan mereka sering berhenti atau bergerak secara mendadak.

Bagi atlet-atlet yang membutuhkan refleks cepat dan pergerakan yang spontan, subungual hematoma bukanlah hal yang luar biasa. Apalagi, mereka diharuskan mengenakan sepatu yang ukurannya ngepas dengan kaki agar lebih lincah.

Sepatu yang terlalu ngepas dengan kaki dapat menekan kuku sehingga mengakibatkan ekstravasasi dan penggumpalan darah di bawah kuku.

Jadi, kalau bisa, kenakan sepatu dengan selisih nomor 1 atau 1.5. Misalkan kakimu berukuran 42, kenakan sepatu berukuran 41 agar kakimu dapat "bernapas lega".

3. Gejala-gejala subungual hematoma

Kejepit Pintu? Hati-Hati Subungual Hematoma, Itu Masalah Serius!healthline.com

Jika kamu mengalami subungual hematoma, kamu akan segera melihat gejala-gejala ini pada kukumu:

  • Perubahan warna pada kukumu dari merah (biasa) ke hitam (parah),
  • Pembengkakan pada daerah sekitar jari,
  • Sensasi nyut-nyutan pada jari, dan
  • Sensasi tekanan di bawah kuku.

Perubahan warna pada kuku adalah indikasi seberapa parah subungual hematoma yang kamu derita. Semakin banyak darah yang menggumpal, rasa nyeri dan bengkak akan semakin menjadi. Sebelum warnanya semakin memucat, lebih baik segera ditangani.

Baca Juga: Gak Kunjung Sembuh? Ini 9 Cara Mencegah dan Mengobati Kuku Cantengan

4. Subungual hematoma vs. Subungual melanoma

Kejepit Pintu? Hati-Hati Subungual Hematoma, Itu Masalah Serius!healthline.com

Namanya serupa (cuma beda nama belakang), tetapi keduanya benar-benar berbeda.

Perbedaan yang paling mencolok adalah, jika yang satunya hanyalah cedera, satunya lagi adalah penyakit. Penyakit mematikan pula! Melanoma, seperti yang kamu sering dengar, adalah kanker kulit.

Subungual melanoma juga menyebabkan tanda hitam di bawah kuku. Itulah mengapa orang sering salah kaprah antara subungual hematoma dan melanoma, meskipun penyakit kulit ini termasuk kondisi langka yang diderita satu dari satu juta orang!

Tentu saja, cara menentukannya cukup mudah. Dokter akan langsung menanyakan apakah jarimu pernah tercedera sebelumnya dan terasa sensasi perih atau nyut-nyutan di bawah kuku.

Lalu, tanda hitam karena subungual hematoma akan menghilang sehari atau dua hari setelah sembuh.

5. Penyembuhan subungual hematoma

Kejepit Pintu? Hati-Hati Subungual Hematoma, Itu Masalah Serius!healthline.com

Pastinya, tidak enak jika kamu beraktivitas saat menderita subungual hematoma. Oleh karena itu, kamu bisa melakukan "RETA". Apa itu "RETA"?

  • Rehat: Istirahatkan jari dan kuku yang sakit.
  • Es batu: Kompres jari dan kuku yang sakit dengan es batu untuk meredakan rasa nyut-nyutan dan nyeri.
  • Tekanan: Berikan sedikit tekanan pada jari dan kuku yang sakit agar darah tidak menggumpal di bawah kuku.
  • Atas: Tetap naikkan jari dan kuku yang sakit ke atas agar tidak membengkak.

Untuk langkah "es batu", balut es batu dengan kain atau handuk. Menempelkan es batu langsung ke bagian tersebut malah akan memperburuk cedera.

Biasanya, jika tidak terlalu parah, subungual hematoma akan sembuh dengan sendirinya, dan darah yang menggumpal akan terserap dengan berjalannya waktu.

"Berapa lama?"

Untuk jari tangan, biasanya makan waktu hingga 2 - 3 bulan. Untuk jari kaki, biasanya sekitar 9 bulan. Sabar, ya.

Jika rasa nyeri dan bengkak membandel, segera periksakan ke dokter. Biasanya dokter akan melakukan prosedur trepanasi, yaitu membuat lubang kecil di bagian kuku untuk mengeluarkan darah yang tersumbat. Prosedurnya seperti berikut.

https://www.youtube.com/embed/G_7eKSYLfxY

Tenang saja, kamu tidak akan merasakan sakit saat trepanasi.

Setelah trepanasi, dokter akan menentukan apakah kukumu harus dicabut atau akan terlepas dengan sendirinya, tergantung dari seberapa parah subungual hematoma-nya.

Selain itu, kamu juga harus berhati-hati terhadap infeksi pada kuku yang diakibatkan oleh subungual hematoma. Jika kamu merasakan:

  • Demam,
  • Munculnya garis merah di kulit,
  • Rasa panas pada daerah kuku dan jari yang sakit,
  • Rasa nyeri yang hebat dan bengkak, serta
  • Munculnya nanah pada kuku.

Segera konsultasikan ke dokter (bukan ke dukun). Jangan didiamkan saja!

6. Pencegahan subungual hematoma

Kejepit Pintu? Hati-Hati Subungual Hematoma, Itu Masalah Serius!independent.co.uk

Jika kamu sudah mengerti apa itu subungual hematoma, gejalanya, dan pengobatannya, maka sekarang, kamu pun juga harus tahu cara mencegahnya. Cara yang paling sederhana adalah "berhati-hati". Tetap awas pada lingkunganmu.

"Tapi, kan yang namanya musibah tidak ada yang tahu."

Good point. Berhati-hati ini pun bermacam-macam bentuknya.

Untuk para pekerja bangunan, agar jari kaki aman dari serangan bata atau beton yang mau "mencium" jarimu, pakai sepatu berujung besi agar tetap aman. Jangan lupa untuk mengistirahatkan kaki setelah jam kerja panjang.

Untuk para atlet, usahakan untuk bermain di lapangan rumput atau tanah agar meminimalkan gesekan dengan permukaan yang keras. Jika di tengah permainan jarimu terkena subungual hematoma, bebatkan jarimu dengan jari di sebelahnya agar tidak memburuk. Play on!

Yang terakhir, seperti yang telah dijelaskan pada poin no. 2, hindari membeli sepatu yang benar-benar "ngepas" dengan kakimu. Itulah serba-serbi subungual hematoma yang sering dipandang sebelah mata oleh beberapa orang.

Baca Juga: Tidak Susah! 9 Tip Sederhana Menjaga Kuku supaya Tetap Sehat dan Indah

Topic:

  • Alfonsus Adi Putra
  • Bayu D. Wicaksono

Berita Terkini Lainnya