TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Kenapa Obat Tuberkulosis Harus Diminum selama 6 Bulan?

Pengobatan TBC harus diselesaikan hingga tuntas

ilustrasi obat-obatan tuberkulosis atau TBC (unsplash.com/Towfiqu barbhuiya)

Tuberkulosis (TBC) adalah salah satu penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Pengobatannya tidak boleh sembarangan, harus sesuai jadwal dan memerlukan jangka waktu yang lama.

Kenapa pengobatan TBC butuh waktu lama yang umumnya sekitar 6 bulan? Yuk, simak langsung penjelasannya di bawah ini!

1. Tuberkulosis

ilustrasi paru-paru (unsplash.com/Robina Weermeijer)

TBC merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Bakteri tersebut dapat menyebar ke udara melalui droplet. Droplet infeksius tersebut dikeluarkan saat orang yang terinfeksi TBC batuk, bersin, atau meludah, mengutip laman Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Bakteri TBC paling banyak menginfeksi organ paru-paru. Tidak hanya menyerang organ paru-paru saja, bakteri penyebab TBC juga dapat menginfeksi organ lain, seperti otak, ginjal, dan tulang, seperti dijelaskan di laman Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC). 

TBC paru-paru atau tenggorokan sangat menular dan mudah menyebar ke orang lain, sedangkan TBC pada organ lain seperti ginjal atau tulang belakang biasanya tidak menular.

Baca Juga: Tak Kalah Berbahaya dari COVID-19, Simak 6 Fakta tentang Tuberkulosis

2. Kasus TBC di Indonesia

ilustrasi peta indonesia (pexels.com/Nothing Ahead)

WHO memperkirakan ada 10 juta kasus TBC di seluruh dunia pada tahun 2020. Dari total kasus tersebut, ada delapan negara yang menyumbang dua pertiga total kasus TBC di seluruh dunia, salah satunya Indonesia.

Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan, diperkirakan sekitar 824 ribu kasus TBC di Indonesia pada tahun 2020. Namun, hanya sekitar lebih dari 393 ribu kasus TBC yang teridentifikasi dan diobati pada tahun 2020. Dari kasus yang ditemukan dan diobati tersebut, sebanyak 83 persen berhasil menjalani pengobatan dan sembuh.

3. Pengobatan TBC

ilustrasi pengobatan tuberkulosis atau TBC (ethnomed.org)

TBC merupakan penyakit yang dapat diobati dan dapat disembuhkan. Pengobatannya memerlukan empat macam antibiotik, yaitu isoniazid, rifamisin, pirazinamid, dan etambutol.

Pengobatan TBC memerlukan waktu yang lama, minimal 6 bulan pengobatan. Karena memerlukan waktu yang lama, maka pengobatan TBC memerlukan dukungan keluarga dan tenaga kesehatan agar pasien berhasil menjalani pengobatan hingga tuntas.

4. Jangka waktu pengobatan tuberkulosis

ilustrasi minum obat (pexels.com/Ron Lach)

Jangka waktu pengobatan TBC memerlukan waktu 6 sampai 9 bulan. Pasien dengan mengalami infeksi TBC aktif harus menyelesaikan pengobatan sesuai instruksi dokter. Pengobatannya memerlukan jangka waktu lama karena bakteri penyebab TBC butuh waktu yang lama untuk mati seluruhnya.

Gejala yang dialami pasien TBC mulai membaik pada minggu-minggu awal setelah pengobatan. Namun, meskipun gejala sudah membaik, bakteri TBC di tubuh masih hidup. Jadi, pengobatan harus dituntaskan sampai seluruh bakteri penyebab TBC mati.

Jika pengobatan tidak diselesaikan hingga waktu yang telah ditentukan, maka bakteri yang masih hidup akan menjadi resistan atau kebal terhadap obat. Jika bakteri TBC menjadi kebal, maka pengobatan menjadi lebih sulit. Selain itu, pengobatan akan butuh waktu yang lebih lama dan lebih kompleks.

Baca Juga: TBC Tulang Belakang: Gejala, Penyebab, Diagnosis, Pengobatan

Verified Writer

Dewi Purwati

Health enthusiast

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya