TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

7 Komplikasi Sembelit yang Perlu Diwaspadai, Jangan Terus Dibiarkan

Jangan biarkan sembelit berkepanjangan

ilustrasi komplikasi sembelit (freepik.com/Freepik)

Sembelit adalah kondisi yang sangat umum terjadi. Bahkan, menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases, sembelit memengaruhi hingga 33 persen orang dewasa yang berusia di atas 60 tahun. Kendati orang tua lebih berisiko, tetapi sembelit dapat menyerang siapa saja tanpa memandang usia.

Sering kali, sembelit bisa sembuh sendiri dengan beberapa perubahan pada pola makan atau asupan air. Namun, jika terjadi secara berkepanjangan, ini dapat meningkatkan risiko mengalami komplikasi yang lebih serius. Sembelit dikatakan kronis jika buang air besar kurang dari tiga kali per minggu, tinja keras, atau kesulitan dan nyeri saat buang air besar.

Di sini, kita akan melihat beberapa komplikasi sembelit yang paling umum.

1. Wasir

ilustrasi wasir (freepik.com/gpointstudio)

Wasir ialah pembengkakan dan peradangan pembuluh darah di rektum atau anus, dikutip dari laman Verywell Health. Wasir dapat terjadi di dalam atau di luar dan biasanya tidak serius.

Wasir eksternal biasanya disertai rasa gatal atau sakit saat buang air besar. Sementara itu, wasir internal biasanya tidak menimbulkan rasa sakit, tetapi mungkin kamu akan mengalami buang air besar disertai darah.

2. Prolaps rektum

ilustrasi prolaps rektum (pixabay.com/Darko Djurin)

Sembelit yang berkepanjangan dapat menyebabkan prolaps rektum. Ini terjadi saat bagian usus besar yang dikenal sebagai rektum jatuh dari posisi normalnya dan sebagian keluar dari anus.

Dijelaskan laman Healthline, gejala potensial prolaps rektum, meliputi:

  • Sensasi kenyang di perut.
  • Sensasi tidak dapat mengosongkan isi perut sepenuhnya.
  • Gatal, iritasi, atau nyeri di sekitar anus.
  • Keluar tinja, lendir, atau darah dari anus.
  • Tampak jaringan merah menonjol dari anus.

Dalam kasus yang ringan, dokter mungkin menyarankan perubahan pola makan, latihan Kegel, atau perawatan rumahan lainnya. Namun, sering kali pembedahan diperlukan untuk mengatasi kondisi ini.

Baca Juga: 7 Cara Mengatasi BAB Keras, Bebas Sembelit dan Sakit Perut

3. Fisura ani

ilustrasi fisura anus (markwongsurgery.com)

Fisura ani ialah robekan kecil pada jaringan tipis dan lembap yang melapisi anus. Dilansir Mayo Clinic, fisura ani dapat disebabkan karena mengejan terlalu kuat saat buang air besar atau mengeluarkan tinja yang keras. Fisura ani umumnya memicu nyeri dan pendarahan saat buang air besar.

Fisura ani dapat dialami individu segala usia, tetapi paling umum terjadi pada bayi. Sebagian besar kasus fisura ani membaik dengan perawatan sederhana, seperti dengan meningkatkan asupan serat atau berendam dalam bak air hangat. Namun, pada beberapa orang, obat-obatan dan pembedahan mungkin diperlukan.

4. Impaksi tinja

ilustrasi perempuan sedang buang air besar (pexels.com/Miriam Alonso)

Sembelit kronis juga dapat menyebabkan impaksi tinja. Ini terjadi saat tinja yang keras tersangkut di usus besar.

Gejala dari impaksi tinja meliputi:

  • Ketidaknyamanan, kram, atau nyeri di perut, terutama setelah makan.
  • Perut kembung atau bengkak.
  • Kesulitan buang air besar atau bergas.
  • Feses cair.
  • Kehilangan selera makan.
  • Mual.
  • Muntah.
  • Sakit kepala.

Tanpa pengobatan, impaksi tinja dapat menyebabkan robekan pada dinding usus besar. Ini bisa memicu infeksi yang berpotensi mengancam jiwa.

5. Inkontinensia usus

ilustrasi inkontinensia usus (freepik.com/wayhomestudio)

Inkontinensia usus ialah ketidakmampuan untuk mengontrol pergerakan usus, yang menyebabkan keluarnya kotoran secara tidak disengaja. Ini juga dikenal sebagai inkontinensia feses.

Inkontinensia usus dapat menyebabkan seseorang tiba-tiba merasa perlu buang air besar atau keluar sedikit feses saat buang angin. Menurut NHS Inform, diperkirakan 1 dari 10 orang akan mengalami inkontinensia usus pada suatu saat dalam hidup mereka. Ini dapat terjadi pada individu dari segala usia, tetapi lebih mungkin dialami lansia dan perempuan.

6. Enkopresis

Encopresis dapat terjadi pada anak-anak (freepik.com/author/freepik)

Enkopresis adalah kondisi yang menyebabkan anak buang air besar berulang di celananya. Bukan karena sengaja, tetapi ini terjadi karena kebocoran tinja yang tak tertahan.

Pada anak-anak, rasa nyeri akibat sembelit dapat membuat mereka merasa takut buang air besar dan mulai menahan keinginan untuk buang air besar. Akibatnya, kotoran mulai menumpuk di rektum dan dapat kembali ke usus besar.

Pada waktunya, rektum dan bagian bawah usus besar menjadi penuh dengan kotoran sehingga sulit bagi sfingter untuk menahan kotoran. Akibatnya, anak mungkin buang air besar di waktu dan tempat yang tidak tepat, atau yang disebut encopresis.

Dijelaskan laman Nemours KidsHealth, buang air besar sembarangan ini terjadi di luar kehendak anak, bahkan mereka tidak menyadari hal ini karena saraf tidak mengirimkan sinyal yang mengatur buang air besar.

Baca Juga: 5 Cara Mengatasi Sembelit saat Puasa, Termasuk Kurangi Susu

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya