Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Apa Bedanya Lupa Biasa dengan Gejala Awal Alzheimer? 
ilustrasi Alzheimer (pexels.com/Andrea Piacquadio)
  • Lupa biasa umumnya terjadi sesekali, informasi dapat diingat kembali, dan aktivitas harian tetap mandiri; catatan, kalender, alarm, atau pengingat ponsel masih membantu.

  • Gejala awal Alzheimer dapat berupa mengulang pertanyaan, lupa informasi baru, serta gangguan berpikir, bahasa, orientasi, pengambilan keputusan, dan aktivitas yang sebelumnya familiar.

  • Gangguan memori juga bisa dipicu tidur kurang, stres, obat, atau kondisi medis lain; konsultasi dokter diperlukan bila memburuk, mengganggu kemandirian, atau muncul mendadak dengan gejala lain.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Lupa nama seseorang, lupa menaruh kunci, atau masuk ke sebuah ruangan lalu mendadak lupa apa yang ingin dilakukan merupakan hal yang cukup umum. Sesekali mengalaminya tidak selalu menandakan ada masalah serius pada otak.

Seiring bertambahnya usia, kemampuan mengingat dapat mengalami sedikit perubahan. Seseorang mungkin membutuhkan waktu lebih lama untuk mengingat sebuah kata atau sesekali lupa membayar tagihan, tetapi kemudian menyadarinya dan bisa memperbaikinya. Kondisi seperti ini umumnya masih termasuk lupa yang berkaitan dengan proses penuaan.

Namun, lain halnya jika gangguan ingatan terjadi makin sering, terus memburuk, atau mulai mengganggu aktivitas sehari-hari. Kondisi tersebut dapat menjadi tanda adanya masalah kognitif yang perlu diperiksa, termasuk Alzheimer.

Lantas, apa yang membedakan lupa biasa dengan gejala awal Alzheimer?

1. Lupa biasa tidak mengganggu aktivitas

Lupa sesekali merupakan bagian yang cukup umum dalam proses penuaan. Misalnya, lupa di mana meletakkan kacamata, lupa nama kenalan, atau kesulitan mengingat sebuah kata saat berbicara.

Meski sempat lupa, tetapi informasi tersebut sering kali bisa diingat kembali beberapa saat kemudian. Orang tersebut juga masih dapat menjalankan aktivitas sehari-hari secara mandiri.

Contohnya, lupa menaruh kunci tetapi kemudian menemukannya setelah mengingat kembali tempat terakhir menggunakannya. Penggunaan catatan, kalender, alarm, atau pengingat di HP juga biasanya masih efektif untuk membantu mengatasi kelupaan.

Sebaliknya, gangguan memori yang lebih serius dapat membuat seseorang kesulitan melakukan aktivitas yang sebelumnya sudah biasa dilakukan.

2. Alzheimer bisa membuat seseorang mengulang pertanyaan

Salah satu tanda awal Alzheimer yang cukup sering muncul adalah kesulitan mengingat informasi yang baru saja dipelajari. Seseorang mungkin berkali-kali menanyakan hal yang sama meskipun pertanyaan tersebut baru saja dijawab.

Misalnya, ia lupa percakapan yang baru berlangsung, kembali menanyakan jadwal acara yang sudah dibicarakan, atau berulang kali meminta informasi yang sama.

Masalah memori pada Alzheimer umumnya lebih dari sekadar lupa sesekali karena gangguan tersebut mulai memengaruhi kemampuan menjalani kehidupan sehari-hari.

3. Bukan cuma ingatan yang mengalami perubahan

ilustrasi demensia (IDN Times/NRF)

Alzheimer tidak hanya memengaruhi kemampuan mengingat. Pada tahap awal, seseorang juga dapat mengalami perubahan dalam kemampuan berpikir, memecahkan masalah, berbahasa, mengambil keputusan, atau memahami hubungan ruang.

Misalnya, seseorang yang sebelumnya terbiasa mengatur keuangan tiba-tiba kesulitan membayar tagihan. Ia juga bisa mengalami kesulitan mengikuti resep masakan yang sudah dikenal atau berkendara menuju tempat yang sebenarnya familier.

Perubahan lain yang perlu diwaspadai, antara lain:

  • Sering bingung mengenai tanggal, waktu, musim, atau lokasi.

  • Tersesat di tempat yang sebelumnya sudah dikenal.

  • Kesulitan menemukan kata yang tepat ketika berbicara atau menulis.

  • Sering meletakkan barang di tempat yang tidak biasa dan tidak mampu mengingat kembali langkah untuk menemukannya.

  • Mengalami penurunan kemampuan mengambil keputusan.

  • Mulai menarik diri dari pekerjaan, hobi, atau aktivitas sosial.

  • Mengalami perubahan suasana hati, kepribadian, atau perilaku.

4. Perhatikan seberapa sering dan seberapa parah pelupanya

Satu kali lupa tidak cukup untuk menyimpulkan seseorang mengalami Alzheimer. Yang lebih penting adalah pola perubahan dari waktu ke waktu.

Kelupaan menjadi lebih perlu diperhatikan jika terjadi berulang kali, makin parah, dan mulai menghambat kemandirian. Orang yang sebelumnya mampu mengurus keuangan, memasak, bekerja, atau bepergian sendiri mungkin mulai membutuhkan bantuan untuk melakukan aktivitas tersebut.

5. Tidak semua lupa berarti Alzheimer

Kurang tidur, stres berkepanjangan, depresi, kecemasan, efek samping obat, gangguan tiroid, kekurangan vitamin B12, cedera kepala, hingga beberapa kondisi medis dapat memengaruhi daya ingat dan konsentrasi. Beberapa penyebab tersebut bahkan dapat ditangani setelah diketahui sumber masalahnya. 

Ada pula kondisi yang disebut mild cognitive impairment (MCI). Pada kondisi ini, seseorang mengalami masalah memori atau kemampuan berpikir yang lebih besar dibandingkan orang lain pada usia yang sama, tetapi masih mampu menjalankan sebagian besar aktivitas sehari-hari secara mandiri.

MCI dapat menjadi tanda awal Alzheimer, tetapi tidak semua orang dengan MCI akan mengalami Alzheimer.

6. Kapan sebaiknya menemui dokter?

ilustrasi dokter melihat hasil MRI pasien Alzheimer (pexels.com/Anna Shvets)

Jika masalah daya ingat makin sering terjadi atau mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya jangan langsung menganggap penyebabnya adalah Alzheimer. Langkah yang lebih tepat adalah berkonsultasi dengan dokter.

Dokter dapat menilai riwayat kesehatan, obat yang dikonsumsi, kualitas tidur, suasana hati, serta kemampuan menjalani aktivitas sehari-hari. Pemeriksaan memori dan kemampuan berpikir juga dapat dilakukan untuk mencari penyebab gangguan tersebut.

Pemeriksaan sejak dini penting karena gangguan memori tidak selalu disebabkan oleh Alzheimer. Jika memang terkait Alzheimer atau jenis demensia lain, diagnosis lebih awal dapat membantu menentukan perawatan dan perencanaan yang diperlukan.

Perlu diingat, kebingungan atau kehilangan ingatan yang muncul secara tiba-tiba berbeda dari penurunan fungsi kognitif yang terjadi perlahan. Jika muncul mendadak, terutama disertai gangguan bicara, kelemahan tubuh, sakit kepala hebat, atau kehilangan keseimbangan, segera cari pertolongan medis.

Singkatnya, lupa biasa umumnya terjadi sesekali, informasi masih bisa diingat kembali, dan aktivitas sehari-hari tetap dapat dilakukan secara mandiri. Sebaliknya, gejala yang mengarah pada Alzheimer cenderung menetap atau memburuk seiring waktu hingga mulai mengganggu kehidupan sehari-hari.

Karena banyak kondisi lain juga dapat menyebabkan gangguan memori, lupa tidak seharusnya langsung dianggap sebagai Alzheimer. Jika keluhan terasa berbeda dari biasanya atau mulai mengurangi kemandirian, pemeriksaan medis diperlukan untuk mengetahui penyebabnya.

Referensi

Alzheimer Society of Canada. Diakses pada September 2026. "The Differences between Normal Aging and Dementia."

Centers for Disease Control and Prevention. Diakses pada September 2026. "Signs and Symptoms of Alzheimer's."

National Institute of Health. Diakses pada September 2026. "Memory Problems, Forgetfulness, and Aging."University of Maryland.

Medical System. Diakses pada September 2026. "Signs of Dementia vs. Normal Aging: Reading the Clues."

Vanderbilt Health. Diakses pada September 2026. "Is It Just Old Age? Watch for These 10 Signs of Alzheimer’s."

Curated For You

Editorial Team

Related Article