Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Apakah Campak Boleh Kena AC? Ketahui Fakta dan Pantangannya
ilustrasi campak (freepik.com/freepik)
  • Penderita campak boleh menggunakan AC asalkan suhu diatur sejuk dan hembusan angin tidak langsung mengenai tubuh untuk menjaga kenyamanan saat demam.
  • Kebersihan serta sirkulasi udara ruangan perlu dijaga dengan membersihkan AC secara rutin dan memastikan ventilasi agar udara tetap segar serta mencegah penularan.
  • Saat terkena campak, hindari aktivitas luar rumah, berbagi barang pribadi, menggaruk ruam berlebihan, konsumsi makanan berat, dan pastikan cukup minum agar pemulihan optimal.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Artikel ini telah ditinjau secara medis oleh dr. Nur Latifah Amilda ,SpA

Saat terkena campak, tubuh biasanya akan mengalami demam tinggi, ruam kemerahan, serta rasa tidak nyaman yang cukup mengganggu aktivitas. Kondisi ini sering kali membuat penderitanya merasa kurang nyaman hingga mencari cara agar tetap sejuk, salah satunya menyalakan AC. Namun, banyak yang masih ragu karena khawatir suhu dingin dari AC justru bisa memperburuk gejala campak.

Lantas, sebenarnya apakah campak boleh kena AC? Pada dasarnya, penggunaan AC tetap diperbolehkan asalkan suhunya diatur dengan tepat dan hembusan anginnya tidak mengenai tubuh secara langsung. Begini penjelasan selengkapnya.

1. Apakah campak boleh kena AC?

Penderita campak sebenarnya boleh menggunakan AC untuk membantu menjaga suhu tubuh tetap nyaman, terutama saat demam. Udara yang sejuk bisa membantu mengurangi rasa gerah dan membuat tubuh lebih rileks sehingga istirahat pun optimal. Namun, penting untuk tidak mengarahkan hembusan AC langsung ke tubuh. Pasalnya, angin dingin yang terlalu kuat bisa membuat kulit terasa tidak nyaman dan memicu rasa gatal pada ruam.

Lebih lanjut, suhu AC sebaiknya diatur pada tingkat sejuk, bukan dingin ekstrem. Udara yang terlalu dingin dan kering bisa membuat kulit semakin sensitif sehingga ruam campak terasa lebih perih atau tidak nyaman. Selain itu, kamu juga bisa menyeimbangkannya dengan menjaga kelembapan ruangan, misalnya sesekali membuka ventilasi atau menggunakan humidifier agar udara tidak terlalu kering.

Selain faktor suhu, kebersihan dan sirkulasi udara juga perlu diperhatikan. Pastikan AC dibersihkan secara berkala agar tidak menyebarkan debu atau kuman di dalam ruangan. Sirkulasi udara yang baik, baik dari AC maupun ventilasi alami, bisa membantu menjaga udara tetap segar sekaligus mengurangi risiko penularan ke orang lain selama masa isolasi.

2. Pantangan saat terkena penyakit campak

ilustrasi imunisasi campak (freepik.com/freepik)

Saat terkena campak, ada beberapa hal yang sebaiknya dihindari agar kondisi tidak semakin parah dan proses pemulihan bisa berjalan lebih cepat. Selain itu, pantangan ini juga penting untuk mencegah penularan ke orang lain. Berikut beberapa hal yang perlu kamu perhatikan.

  • Berkegiatan di luar rumah

Penderita campak disarankan untuk tidak beraktivitas di luar rumah, seperti sekolah, bekerja, atau bepergian. Campak sangat mudah menular, terutama sekitar 4 hari setelah ruam muncul. Sebaiknya kamu fokus beristirahat di rumah selama beberapa hari agar tubuh bisa pulih sekaligus mencegah penyebaran virus ke orang lain.

  • Bersin atau batuk sembarangan

Campak menyebar melalui droplet saat penderita batuk, bersin, atau bahkan berbicara. Partikel virus bisa bertahan di udara atau menempel di permukaan selama beberapa jam. Karena itu, hindari bersin atau batuk sembarangan dan biasakan menutup mulut serta hidung agar tidak menularkan penyakit ke orang di sekitar.

  • Berbagi barang pribadi

Selama sakit, hindari berbagi barang pribadi seperti handuk, alat makan, atau gelas dengan orang lain. Virus campak bisa menempel di benda-benda tersebut dan menular ke orang lain. Gunakan perlengkapan pribadi masing-masing untuk meminimalkan risiko penularan, termasuk kepada anggota keluarga di rumah.

  • Menggaruk ruam terlalu kuat

Ruam campak memang bisa terasa gatal, tetapi menggaruk terlalu keras sebaiknya dihindari. Hal ini bisa menyebabkan iritasi, luka, bahkan infeksi tambahan pada kulit. Jika terasa sangat gatal, kamu bisa menggaruk secara perlahan atau menggunakan obat dan lotion antigatal sesuai anjuran.

  • Mengonsumsi makanan yang tidak tepat

Selama sakit, hindari makanan yang sulit dicerna, terlalu berminyak, pedas, atau berpotensi memicu alergi. Makanan seperti ini bisa memperburuk kondisi tubuh dan menghambat proses penyembuhan. Sebaiknya pilih makanan yang mudah dicerna dan bernutrisi agar daya tahan tubuh tetap terjaga.

  • Kurang minum

Demam tinggi saat campak bisa membuat tubuh kehilangan banyak cairan. Karena itu, jangan sampai kamu kurang minum. Dehidrasi bisa memperburuk kondisi tubuh, apalagi jika disertai muntah atau diare. Jadi, pastikan asupan cairan tercukupi agar tubuh tetap terhidrasi dengan baik, ya.

Jadi, apakah campak boleh kena AC sebenarnya aman saja selama digunakan dengan cara tepat. Kuncinya ada pada pengaturan suhu yang pas dan menjaga agar tubuh tidak terkena angin langsung. Semoga informasi ini bermanfaat, ya.

FAQ seputar apakah campak boleh kena AC

Apakah campak boleh kena AC?

Boleh, selama suhu tidak terlalu dingin dan tidak terkena angin langsung dari AC.

Apakah AC bisa memperparah ruam campak?

Bisa, jika terlalu dingin atau udara terlalu kering sehingga kulit makin sensitif.

Berapa suhu AC yang ideal untuk penderita campak?

Sekitar 24–26 derajat Celsius agar tetap sejuk tapi tidak membuat kulit kering.

Referensi

“Measles: Symptoms and Treatment”. Government of Canada. Diakses Maret 2026.
“Understanding Measles: A Preventable Threat and the Role of Indoor Air Quality”. Airmid Healthgroup. Diakses Maret 2026.
“Measles Outbreak: What To Avoid and What To Do?”. Vinmec. Diakses Maret 2026.
“Four Principles for Caring for Children with Measles”. Vinmec. Diakses Maret 2026.
“This Is What To Do When a Child Has Measles”. EMC Healthcare. Diakses Maret 2026.
“Measles”. National Foundation for Infectious Diseases. Diakses Maret 2026.

Editorial Team

Related Article