Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Imunisasi Campak Umur Berapa? Berikut Anjuran Dokter

Imunisasi Campak Umur Berapa? Berikut Anjuran Dokter
ilustrasi imunisasi (unsplash.com/CDC)
Intinya Sih
  • Imunisasi campak diberikan tiga kali, yaitu pada usia 9 bulan, 15–18 bulan, dan 5–7 tahun untuk membentuk perlindungan optimal terhadap virus campak.
  • Vaksin campak efektif mencegah penyakit serta komplikasi serius seperti pneumonia, radang otak, dan gangguan pendengaran, sekaligus membantu menciptakan kekebalan kelompok.
  • Efek samping imunisasi umumnya ringan seperti demam atau nyeri di area suntikan, sementara efektivitas vaksin mencapai hingga 97 persen dengan dosis lengkap.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Artikel ini telah ditinjau secara medis oleh
dr. Permatami Herwansyah, Sp.A

Campak masih menjadi salah satu penyakit menular yang perlu diwaspadai, terutama pada anak-anak. Penyakit ini tidak hanya menimbulkan ruam, tetapi juga bisa memicu komplikasi serius jika tidak dicegah sejak dini. Salah satu cara paling efektif untuk melindungi anak adalah melalui imunisasi campak sesuai jadwal yang dianjurkan.

Jadi, imunisasi campak umur berapa? Berdasarkan anjuran medis, vaksin pertama diberikan saat anak berusia 9 bulan dan dilanjutkan dosis kedua pada usia 15—18 bulan, serta dosis ketiga 5—7 tahun. Uraian selengkapnya cek di sini!

Table of Content

1. Imunisasi campak umur berapa?

1. Imunisasi campak umur berapa?

Imunisasi campak biasanya diberikan dalam bentuk vaksin MR (Measles rubella). Berdasarkan rekomendasi dokter, anak perlu mendapatkan dua hingga tiga dosis vaksin. Dosis pertama diberikan saat usia 9 bulan, ketika sistem imun anak sudah cukup siap untuk membentuk perlindungan terhadap virus campak. Setelah itu, dosis kedua diberikan pada usia 15—18 bulan, lalu dosis ketiga usia 5—7 tahun.

Apabila hingga usia 12 bulan belum mendapatkan vaksin Campak, anak dapat diberikan vaksin MR atau MMR (Measles, Mumps, Rubella). Dengan ketentuan, dosis kedua interval 6 bulan.

2. Manfaat imunisasi campak

Manfaat imunisasi campak
ilustrasi pemberian imunisasi pada anak (freepik.com/freepik)

Imunisasi campak menjadi salah satu langkah penting untuk melindungi kesehatan, terutama pada anak. Vaksin ini tidak hanya mencegah penyakit campak, tetapi juga membantu menurunkan risiko berbagai komplikasi serius yang bisa terjadi. Berikut beberapa manfaat imunisasi campak yang perlu kamu tahu.

  • Mencegah campak dan komplikasinya

Campak bukan sekadar penyakit dengan ruam merah, tetapi bisa menimbulkan komplikasi berbahaya. Dengan imunisasi, risiko terkena penyakit seperti pneumonia, radang otak (ensefalitis), diare berat, hingga infeksi telinga yang bisa menyebabkan gangguan pendengaran dapat dicegah sejak awal.

  • Melindungi kelompok rentan

Tidak semua orang bisa menerima vaksin, seperti bayi di bawah 12 bulan, ibu hamil, atau orang dengan kondisi medis tertentu. Dengan melakukan imunisasi, kamu juga ikut membantu melindungi mereka melalui kekebalan kelompok (herd immunity) sehingga penyebaran virus bisa ditekan.

  • Membantu mengendalikan penyebaran penyakit

Sejak vaksin campak diperkenalkan, jumlah kasus campak menurun drastis di berbagai negara. Hal ini menunjukkan bahwa imunisasi berperan besar dalam mengendalikan bahkan berpotensi menghilangkan penyakit ini. Namun, jika angka vaksinasi menurun, risiko wabah bisa meningkat kembali.

3. Efek samping imunisasi campak

Sebagian besar orang tidak mengalami efek samping setelah imunisasi campak. Kalaupun ada, efek samping yang muncul biasanya ringan dan hanya berlangsung sementara sehingga tidak perlu terlalu dikhawatirkan. Berikut beberapa efek samping yang mungkin terjadi:

  • Nyeri, kemerahan, atau bengkak di area suntikan
  • Demam ringan
  • Ruam ringan pada kulit
  • Nyeri dan kaku pada sendi (sementara)

Meski jarang, ada juga efek samping yang lebih serius seperti demam tinggi yang dalam beberapa kasus bisa memicu kejang. Namun, kondisi ini sangat jarang terjadi.

4. Seberapa efektif imunisasi campak?

Seberapa efektif imunisasi campak
ilustrasi imunisasi anak (freepik.com/freepik)

Imunisasi campak, terutama melalui vaksin MMR, dikenal sangat efektif dalam melindungi tubuh dari infeksi virus campak. Satu dosis vaksin saja sudah mampu memberikan perlindungan sekitar 93 persen. Artinya, sebagian besar orang yang sudah divaksin memiliki kekebalan terhadap penyakit ini. Namun, untuk perlindungan optimal, dianjurkan pemberian dua hingga tiga dosis vaksin.

Dengan dosis sesuai, tingkat efektivitasnya meningkat hingga sekitar 97 persen. Kebanyakan orang yang telah menerima dosis anjuran akan mendapatkan perlindungan jangka panjang, bahkan seumur hidup. Meski begitu, dalam beberapa kasus tertentu, seperti pada tenaga kesehatan atau orang yang sering bepergian ke luar negeri, mungkin diperlukan dosis tambahan (booster) untuk memastikan kekebalan tetap maksimal.

Memahami imunisasi campak umur berapa jadi langkah penting agar anak mendapatkan perlindungan maksimal sejak dini. Dengan mengikuti jadwal yang dianjurkan, risiko terkena campak dan komplikasinya bisa ditekan. Jadi, pastikan kamu tidak melewatkan jadwal vaksinasi, ya.

FAQ seputar imunisasi campak umur berapa

Imunisasi campak pertama diberikan umur berapa?

Biasanya diberikan saat anak usia mulai dari 9 bulan.

Kapan anak mendapat imunisasi campak kedua?

Dosis kedua pada anak saat memasuki usia 15—18 bulan, serta dosis ketiga 5—7 tahun

Apakah imunisasi campak perlu diulang saat dewasa?

Tidak selalu, tapi pada kondisi tertentu seperti tenaga kesehatan atau pelancong, bisa dianjurkan booster.

Referensi

“Measles Vaccination”. CDC. Diakses Maret 2026.
“The Measles Vaccine: How It Works, Benefits, and Risks”. Northwest Family Clinics. Diakses Maret 2026.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Lea Lyliana
Fahreza Murnanda
Lea Lyliana
EditorLea Lyliana
Follow Us

Related Articles

See More