Kecepatan = cadence x panjang langkah
Arti Pace, Cadence, dan Stride dalam Lari

Pace menunjukkan waktu tempuh per jarak, umumnya menit per kilometer; angka yang lebih kecil berarti lari lebih cepat dan membantu mengatur intensitas latihan.
Cadence adalah jumlah langkah per menit, sedangkan stride merupakan jarak satu siklus langkah penuh; keduanya dipengaruhi kecepatan, kondisi tubuh, dan teknik lari.
Kecepatan dipengaruhi cadence dan panjang langkah. Pelari disarankan memakai data smartwatch atau aplikasi untuk menemukan ritme nyaman, efisien, serta menghindari perubahan teknik secara drastis.
Bagi pelari pemula, istilah seperti pace, cadence, dan stride mungkin terdengar membingungkan. Apalagi jika angka-angka tersebut muncul di layar smartwatch atau aplikasi lari setelah selesai berolahraga.
Ketiganya bisa membantu pelari memahami bagaimana tubuh bergerak saat berlari. Pace menunjukkan seberapa cepat kamu menempuh jarak tertentu, cadence berkaitan dengan seberapa sering kaki melangkah, sedangkan stride menggambarkan panjang langkah saat berlari.
Yuk pahami apa itu pace, cadence, dan stride dan bagaimana hubungannya satu sama lain.
Table of Content
1. Pace adalah kecepatan lari kamu
Pace adalah waktu yang dibutuhkan untuk menempuh jarak tertentu. Dalam olahraga lari, pace paling sering dinyatakan dalam menit per kilometer (menit/km).
Misalnya, jika smartwatch menunjukkan pace 5:30 menit/km, artinya kamu butuh waktu sekitar 5 menit 30 detik untuk menempuh jarak 1 kilometer. Makin kecil angka pace, makin cepat kamu berlari. Jadi, pace 5:00 menit/km berarti lebih cepat daripada pace 6:00 menit/km.
Pace penting karena membantu pelari mengukur dan mengatur intensitas latihan. Saat melakukan latihan interval, misalnya, kamu bisa menentukan target pace untuk setiap repetisi. Begitu juga ketika latihan lari jarak jauh, pace dapat membantu menjaga agar kecepatan tetap stabil dan tidak terlalu cepat di awal.
Dengan kata lain, pace adalah gambaran seberapa cepat kamu bergerak dari satu titik ke titik lainnya.
2. Cadence adalah seberapa sering kaki melangkah
Berbeda dengan pace, cadence tidak mengukur kecepatan. Cadence menunjukkan jumlah langkah yang dilakukan dalam satu menit, biasanya ditulis sebagai steps per minute (SPM).
Sebagai contoh, cadence 160 SPM berarti kedua kaki secara keseluruhan menyentuh tanah sebanyak sekitar 160 kali dalam 1 menit.
Cadence setiap pelari bisa berbeda. Pelari rekreasional umumnya berada di kisaran 150–170 langkah per menit, sementara sebagian pelari elite dapat mencapai 180 SPM atau lebih. Namun, angka tersebut bukan berarti semua orang harus memaksakan cadence hingga 180 SPM.
Cadence dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kecepatan lari, tinggi badan, panjang kaki, pengalaman berlari, dan kondisi tubuh. Ketika berlari lebih cepat, cadence biasanya ikut meningkat.
Cadence juga berkaitan dengan teknik berlari. Meningkatkan cadence secara bertahap dapat membantu mengurangi kecenderungan overstriding, yaitu kondisi ketika kaki mendarat terlalu jauh di depan tubuh. Namun, bukan berarti makin tinggi cadence selalu makin baik. Yang terpenting adalah menemukan ritme langkah yang terasa nyaman dan efisien.
3. Stride adalah seberapa panjang langkah saat berlari

Stride atau stride length berkaitan dengan jarak yang ditempuh dalam satu siklus langkah penuh. Sederhananya, jika satu kaki mendarat, kemudian kaki lainnya mendarat, dan kaki pertama kembali mendarat, itu merupakan satu siklus langkah penuh.
Istilah stride terkadang tertukar dengan step. Step merupakan jarak dari satu kaki ke kaki lainnya, sedangkan stride menggambarkan satu siklus penuh yang melibatkan kedua langkah tersebut.
Panjang stride dapat berubah tergantung pada kecepatan. Ketika berlari lebih cepat, pelari biasanya menghasilkan langkah yang lebih panjang, cadence yang lebih tinggi, atau kombinasi keduanya.
Namun, langkah yang lebih panjang tidak selalu berarti teknik lari lebih baik. Jika kaki terlalu jauh mendarat di depan tubuh, pelari dapat mengalami overstriding. Kondisi ini dapat meningkatkan gaya pengereman saat kaki menyentuh permukaan dan membuat tubuh bekerja lebih keras untuk kembali bergerak maju.
Stride yang baik adalah langkah yang memungkinkan tubuh bergerak maju dengan nyaman tanpa mengorbankan teknik dan efisiensi.
4. Bagaimana pace, cadence, dan stride saling berhubungan
Ketiga metrik ini sebenarnya saling berkaitan. Secara sederhana:
Artinya, kecepatan lari dipengaruhi oleh seberapa sering kaki melangkah dan seberapa jauh jarak yang ditempuh setiap langkah.
Misalnya, seorang pelari ingin meningkatkan kecepatannya. Ia bisa melakukannya dengan meningkatkan cadence, memperpanjang langkah, atau menggunakan kombinasi keduanya.
Namun, bukan berarti pelari harus langsung berusaha mengambil langkah sepanjang mungkin. Langkah yang terlalu panjang justru bisa membuat kaki mendarat terlalu jauh di depan tubuh dan meningkatkan beban pada tubuh.
Sebaliknya, cadence yang terlalu tinggi juga belum tentu lebih efisien jika dilakukan dengan memaksakan ritme yang tidak sesuai kemampuan.
Karena itu, tujuan utamanya adalah menemukan kombinasi pace, cadence, dan stride yang terasa natural, efisien, dan sesuai dengan tubuh masing-masing.
5. Cara mengetahui pace, cadence, dan stride
Kabar baiknya, kamu tidak perlu menghitung semuanya secara manual. Sebagian besar smartwatch olahraga dan aplikasi lari dapat mencatat pace dan cadence secara otomatis. Beberapa perangkat yang memiliki fitur running dynamics juga dapat memberikan informasi mengenai stride length dan metrik lari lainnya.
Jika ingin mengukur cadence secara manual, kamu juga bisa menghitung jumlah langkah selama 30 detik, kemudian mengalikannya dengan dua untuk mendapatkan perkiraan langkah per menit.
Data tersebut dapat digunakan sebagai bahan evaluasi. Misalnya, kamu bisa membandingkan cadence dan pace saat melakukan lari santai dengan saat melakukan tempo run.
6. Cara meningkatkan cadence dan teknik lari

Tidak perlu langsung mengubah gaya berlari secara drastis. Jika ingin meningkatkan cadence, cobalah menaikkannya sedikit demi sedikit sambil mempertahankan pace yang nyaman. Beberapa latihan sederhana seperti high knees atau latihan menggunakan metronom dapat membantu tubuh terbiasa dengan ritme langkah yang lebih cepat. Sementara itu, untuk menghindari overstriding, fokuslah membiarkan kaki mendarat relatif dekat dengan posisi tubuh, bukan sengaja menjulurkannya jauh ke depan.
Yang perlu diingat, perubahan teknik lari sebaiknya dilakukan secara bertahap. Memaksakan cadence atau stride tertentu justru dapat membuat tubuh terasa kaku dan meningkatkan risiko masalah akibat beban latihan yang berubah terlalu cepat.
7. Jadi, mana yang paling penting?
Pace, cadence, dan stride sebenarnya tidak bisa dipisahkan. Pace membantu mengetahui seberapa cepat kamu berlari, cadence menunjukkan seberapa sering kaki melangkah, sedangkan stride menggambarkan seberapa jauh tubuh bergerak dalam setiap siklus langkah. Ketiganya saling memengaruhi. Ketika pace berubah, cadence dan stride juga bisa ikut berubah.
Daripada terpaku pada angka tertentu seperti cadence 180 SPM atau stride sepanjang mungkin, lebih baik gunakan ketiga metrik tersebut untuk memahami pola lari kamu. Dengan begitu, kamu bisa mengetahui apa yang perlu diperbaiki dan menemukan ritme lari yang terasa paling nyaman sekaligus efisien.
Referensi
Princeton Sports and Family Medicine. Diakses pada Juli 2026. "Cadence, Stride, and Efficiency: What Your Running Form Says About You."
Proud to Run. Diakses pada Juli 2026. "What Does Pace Mean In Running? Tips For Beginners."
Runo. Diakses pada Juli 2026. "The Complete Guide to Running Cadence: Find Your Optimal Steps Per Minute."
Under Armour. Diakses pada Juli 2026. "What is Cadence in Running?"


.jpg)


![[QUIZ] Kami Bisa Tebak Risiko Penyakit dari Cara Kamu Makan Mi Instan](https://image.idntimes.com/post/20250905/menu-kekinian-yang-sering-dijumpai-di-acara-pernikahan-gen-z-mie-instan_9fbc0e88-bc32-4c7d-aa54-6d2d485c6fb5.jpg)














