Kehilangan banyak air menyebabkan perubahan konsentrasi elektrolit pada tubuh. Tubuh membutuhkan elektrolit untuk membantu otot berkontraksi dan menyeimbangkan cairan masuk dan keluar sel. Salah satu yang terpenting adalah natrium.
Natrium adalah mineral penting yang bisa didapatkan dari garam yang memiliki dua peran penting dalam tekanan darah. Natrium membantu menjaga keseimbangan air yang tepat sehingga sistem tubuh berada dalam keadaan keseimbangan yang konstan (homeostasis). Natrium juga membantu mengontraksikan dan merelaksasikan otot-otot di seluruh tubuh, termasuk otot-otot di pembuluh darah.
Saat kadar natrium terlalu tinggi (hipernatremia) atau terlalu rendah (hiponatremia), fungsi-fungsi tersebut dapat terganggu. Bahkan, ketika kadar natrium sedikit terpengaruh, bisa menimbulkan konsekuensi yang signifikan.
Saat mengalami dehidrasi, volume air dalam darah turun, sehingga kadar natrium terkonsentrasi. Peningkatan natrium, pada gilirannya, menyebabkan tubuh mengeluarkan hormon yang disebut vasopresin yang mencegah ginjal melepaskan air dalam urine, sehingga mencegah kehilangan air. Pada saat yang sama, vasopresin menyebabkan konstriksi (penyempitan) pembuluh darah, sehingga meningkatkan tekanan darah, terkadang secara tiba-tiba.