“Is Fragrance in Skincare Really That Bad?” NYLON. Diakses Oktober 2026.
“Chemical Identity of Fragrances.” American Academy of Dermatology (AAD). Diakses Oktober 2026.
“Skincare Ingredients to Avoid.” Real Simple. Diakses Oktober 2026.
“The Fragrance in Skincare Debate, According to Experts.” POPSUGAR. Diakses Oktober 2026.
Apakah Skincare yang Mengandung Pewangi Aman Digunakan?

- Pewangi dalam skincare dapat mengiritasi kulit dan menjadi salah satu pemicu utama dermatitis kontak alergi, meski sering ditambahkan agar produk seperti pelembap dan pembersih beraroma harum.
- Label “fragrance” atau “parfum” dapat mencakup ratusan bahan kimia yang tidak dirinci, sehingga sulit mengetahui komponen spesifik penyebab reaksi kulit.
- Kulit sensitif serta kondisi inflamasi seperti eksim, psoriasis, dan rosacea lebih berisiko mengalami iritasi; bila muncul gatal, kemerahan, atau panas, hentikan pemakaian dan konsultasikan ke dokter.
Mencari produk skincare yang tepat bisa dibilang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Setiap orang punya pengalaman uniknya sendiri saat mencari skincare yang tepat. Di sisi lain, ada beberapa produk skincare yang dianggap tidak bagus dari produk skincare yang lain.
Misalnya, produk skincare dengan bahan pewangi biasanya berpotensi membuat kulit iritasi, lho. Nah, kenapa bisa begitu, ya? Kira-kira seberapa berbahayanya pewangi dalam skincare? Haruskah kita benar-benar menghindari pemakaiannya? Mari kita cari tahu!
1. Pewangi apa yang terdapat dalam skincare?

ilustrasi skincare (unsplash.com/Toa Heftiba) Meskipun pewangi memang sering ditambahkan ke produk skincare seperti pelembap dan pembersih agar lebih harum, tapi sebenarnya pewangi bisa mengiritasi kulit dan memicu reaksi negatif. Itu karena pewangi adalah iritan dan salah satu penyebab utama dermatitis kontak alergi, menurut American Academy of Dermatology.
Menurut konsultan lingkungan dan salah satu pendiri Branch Basics, Marilee Nelson, pewangi atau parfum yang tertera pada label suatu skincare, sebenarnya menyembunyikan resep yang terdiri dari ratusan bahan kimia rahasia. Namun, karena adanya Undang-Undang Pengemasan dan Pelabelan yang Adil (Fair Packaging and Labeling Act) di AS, perusahaan tidak diharuskan untuk mengidentifikasi bahan kimia spesifik yang membentuk pewangi tertentu. Jadi, ratusan hingga ribuan bahan kimia kompleks tersebut cukup ditulis dengan satu istilah umum saja, seperti Fragrance atau Parfum. Nah, itu berarti hampir mustahil untuk mengetahui secara pasti bahan kimia mana yang menyebabkan reaksi pada kulit yang memakai produk tersebut.
2. Siapa yang berpotensi mengalami reaksi negatif saat menggunakan skincare yang mengandung pewangi?

ilustrasi memakai skincare (unsplash.com/Kaeme) Meskipun siapa pun berpotensi mengalami reaksi negatif terhadap produk skincare yang mengandung pewangi, seseorang yang punya kulit sensitif atau kondisi kulit inflamasi seperti eksim, psoriasis, dan rosacea lebih mungkin mengalami kemerahan atau iritasi. Mereka yang mengalami kambuh kondisi kulit lebih mungkin bereaksi terhadap pewangi dan mengembangkan dermatitis kontak. Namun, ini bukan berarti bahwa orang dengan kondisi kulit kronis akan selalu bereaksi terhadap produk-produk ini.
3. Jadi, amankan pewangi dalam skincare?

ilustrasi memakai skincare (unsplash.com/CRYSTALWEED cannabis) Orang dengan kulit sensitif lebih baik menghindari produk yang mengandung pewangi sama sekali, ya, sebagaimana yang dianjurkan Dr. Shari Marchbein, seorang dokter kulit bersertifikat dan asisten profesor klinis dermatologi di NYU School of Medicine. Di sisi lain, orang yang punya kulit sensitif memang agak susah menemukan produk skincare yang cocok untuk kulit. Meskipun demikian, ia merekomendasikan untuk memilih skincare yang bebas wewangian. Ia juga menekankan agar berhati-hati dengan produk atau bahan kimia apa pun yang bisa memperburuk iritasi atau peradangan bagi orang yang punya kulit sensitif.
Nah, jika kulit kamu sensitif, kamu harus hati-hati ya, menggunakan produk skincare yang mengandung pewangi. Jika sudah terlanjur beli dan pernah memakainya hingga menyebabkan kulit kamu terasa gatal, kemerahan, panas, atau semacamnya, sebaiknya hentikan pemakaian dan konsultasikan dengan dokter!
Referensi
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)
















![[QUIZ] Cek Level Kesabaranmu Saat Menghadapi Cuaca Panas yang Terik](https://image.idntimes.com/post/20260819/20260628-_berlin_heatwave_125049_5a12bb18-f8be-445d-be39-3b08281546d8.jpg)


.jpg)



