Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

7 Minuman Sehari-hari Ini Bisa Bantu Turunkan Darah Tinggi

7 Minuman Sehari-hari Ini Bisa Bantu Turunkan Darah Tinggi
ilustrasi untuk menurunkan darah tinggi (pexels.com/ cottonbro)
Intinya Sih
  • Beberapa minuman terbukti secara ilmiah membantu menurunkan tekanan darah, terutama yang kaya nitrat, kalium, dan antioksidan.

  • Efeknya bekerja melalui berbagai mekanisme, seperti melebarkan pembuluh darah dan mengurangi peradangan.

  • Konsumsi harus konsisten dan tetap dibarengi gaya hidup sehat, bukan sebagai pengganti pengobatan medis.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Tekanan darah tinggi sering datang tanpa gejala, tetapi dampaknya bisa serius, mulai dari penyakit jantung hingga stroke. Untuk mengelolanya, banyak orang fokus pada makanan, tetapi sering melupakan satu hal sederhana, yaitu apa yang diminum setiap hari. Padahal, beberapa jenis minuman mengandung nutrisi yang memengaruhi tekanan darah.

Minuman tertentu bekerja pada level pembuluh darah, hormon, hingga sistem saraf. Jika dikonsumsi secara konsisten, minuman ini dapat menjadi bagian dari cara alami untuk membantu menurunkan tekanan darah.

Nah, berikut ini rekomendasi minuman yang bisa membantu menurunkan tekanan darah tinggi.

Table of Content

1. Jus bit

1. Jus bit

Jus bit dikenal sebagai salah satu minuman paling efektif untuk membantu menurunkan tekanan darah. Kandungan utamanya adalah nitrat alami, yang di dalam tubuh akan diubah menjadi nitrogen oksida (nitric oxide), yaitu senyawa yang membantu melebarkan pembuluh darah.

Menurut penelitian, konsumsi jus bit dapat menurunkan tekanan darah sistolik secara signifikan dalam beberapa jam setelah dikonsumsi. Efek ini terjadi karena nitrogen oksida meningkatkan elastisitas pembuluh darah dan memperlancar aliran darah.

Dalam jangka panjang, konsumsi rutin jus bit juga dikaitkan dengan perbaikan fungsi endotel (lapisan dalam pembuluh darah). Ini penting karena disfungsi endotel merupakan salah satu faktor utama dalam perkembangan hipertensi.

2. Teh hijau

Ilustrasi teh hijau.
ilustrasi teh hijau (unsplash.com/Na visky)

Teh hijau kaya akan katekin, sejenis antioksidan yang memiliki efek protektif terhadap sistem kardiovaskular. Senyawa ini membantu mengurangi peradangan dan meningkatkan fungsi pembuluh darah.

Menurut sebuah penelitian, konsumsi teh hijau secara rutin dapat menurunkan tekanan darah, terutama pada individu dengan hipertensi ringan hingga sedang.

Selain itu, teh hijau juga membantu meningkatkan sensitivitas insulin dan mengurangi stres oksidatif, yang keduanya berkontribusi pada kontrol tekanan darah yang lebih baik.

3. Jus delima

Jus delima mengandung polifenol dalam jumlah tinggi, yang memiliki efek antioksidan dan antiinflamasi kuat. Senyawa ini membantu melindungi pembuluh darah dari kerusakan.

Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi jus delima dapat menurunkan tekanan darah sistolik serta meningkatkan kesehatan arteri.

Efek ini juga dikaitkan dengan kemampuan jus delima dalam menghambat aktivitas enzim ACE (angiotensin-converting enzyme), yang berperan dalam meningkatkan tekanan darah.

4. Susu rendah lemak

Seorang laki-laki minum susu rendah lemak.
ilustrasi minum susu rendah lemak (pexels.com/cottonbro studio)

Susu rendah lemak merupakan sumber kalsium, kalium, dan peptida bioaktif yang berperan dalam regulasi tekanan darah. Nutrisi ini membantu mengontrol kontraksi dan relaksasi pembuluh darah.

Studi menunjukkan bahwa konsumsi produk susu rendah lemak berkaitan dengan penurunan risiko hipertensi.

Selain itu, susu juga merupakan bagian dari pola makan DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension), yang direkomendasikan oleh para ahli untuk mengelola tekanan darah.

5. Jus semangka

Semangka mengandung L-citrulline, asam amino yang diubah menjadi L-arginine dalam tubuh, yang kemudian meningkatkan produksi nitric oxide.

Penelitian menyebut bahwa bahwa suplementasi L-citrulline dari semangka dapat membantu menurunkan tekanan darah pada orang dengan prehipertensi.

Efek ini mirip dengan jus bit, tetapi melalui jalur metabolik yang sedikit berbeda, menunjukkan bahwa beberapa nutrisi dapat bekerja secara sinergis dalam menjaga kesehatan pembuluh darah.

6. Air kelapa

Ilustrasi air kelapa.
ilustrasi air kelapa (pexels.com/Thunyarat Klaiklang)

Air kelapa adalah sumber alami kalium yang sangat baik. Kalium membantu menyeimbangkan efek natrium dalam tubuh dan berperan penting dalam menjaga tekanan darah tetap stabil.

Menurut penelitian, konsumsi air kelapa secara rutin dapat membantu menurunkan tekanan darah pada individu dengan hipertensi.

Selain itu, air kelapa juga membantu hidrasi, yang penting untuk menjaga volume darah dan fungsi kardiovaskular secara keseluruhan.

7. Teh hibiskus

Teh hibiskus dikenal memiliki efek antihipertensi. Kandungan antosianin dan antioksidan lainnya membantu menurunkan tekanan darah melalui efek vasodilatasi.

Studi menunjukkan bahwa konsumsi teh hibiskus dapat menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik secara signifikan.

Efek ini juga dikaitkan dengan kemampuan hibiskus dalam menghambat enzim ACE, mirip dengan mekanisme beberapa obat antihipertensi.

Apa yang kamu minum setiap hari ternyata punya pengaruh besar terhadap tekanan darah. Minuman seperti jus bit, teh hijau, hingga air kelapa memiliki mekanisme biologis yang membantu mengontrol tekanan darah.

Meski begitu, penting untuk diingat bahwa minuman ini bukan pengganti obat jika sudah didiagnosis hipertensi. Pendekatan terbaik tetap kombinasi antara pola makan sehat, aktivitas fisik, dan konsultasi medis. Dengan strategi yang tepat, perubahan kecil dalam kebiasaan minum bisa membawa efek positif bagi kesehatan jantung.

Referensi

Vikas Kapil et al., “Dietary Nitrate Provides Sustained Blood Pressure Lowering in Hypertensive Patients,” Hypertension 65, no. 2 (November 25, 2014): 320–27, https://doi.org/10.1161/hypertensionaha.114.04675.

I. Onakpoya et al., “The Effect of Green Tea on Blood Pressure and Lipid Profile: A Systematic Review and Meta-analysis of Randomized Clinical Trials,” Nutrition Metabolism and Cardiovascular Diseases 24, no. 8 (February 1, 2014): 823–36, https://doi.org/10.1016/j.numecd.2014.01.016.

Michael Aviram et al., “Pomegranate Juice Consumption Reduces Oxidative Stress, Atherogenic Modifications to LDL, and Platelet Aggregation: Studies in Humans and in Atherosclerotic Apolipoprotein E–deficient Mice,” American Journal of Clinical Nutrition 71, no. 5 (May 1, 2000): 1062–76, https://doi.org/10.1093/ajcn/71.5.1062.

Lawrence J. Appel et al., “A Clinical Trial of the Effects of Dietary Patterns on Blood Pressure,” New England Journal of Medicine 336, no. 16 (April 17, 1997): 1117–24, https://doi.org/10.1056/nejm199704173361601.

A. Figueroa et al., “Effects of Watermelon Supplementation on Aortic Blood Pressure and Wave Reflection in Individuals With Prehypertension: A Pilot Study,” American Journal of Hypertension 24, no. 1 (July 8, 2010): 40–44, https://doi.org/10.1038/ajh.2010.142.

T Alleyne et al., “The Control of Hypertension by Use of Coconut Water and Mauby: Two Tropical Food Drinks,” West Indian Medical Journal 54, no. 1 (January 1, 2005): 3–8, https://doi.org/10.1590/s0043-31442005000100002.

Diane L. McKay et al., “Hibiscus Sabdariffa L. Tea (Tisane) Lowers Blood Pressure in Prehypertensive and Mildly Hypertensive Adults,” Journal of Nutrition 140, no. 2 (December 17, 2009): 298–303, https://doi.org/10.3945/jn.109.115097.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
novita ayu
Nuruliar F
novita ayu
Editornovita ayu
Follow Us

Related Articles

See More