ilustrasi menyemprot pestisida di sawah (pexels.com/Balazs Simon)
Topik mengenai apakah zat ini bisa menyebabkan kanker pada manusia masih menjadi perdebatan terbuka.
Pada tahun 1985, EPA sempat mengklasifikasikan glifosat sebagai "Kategori C", yaitu kemungkinan karsinogen (zat pemicu kanker) bagi manusia. Hal ini memicu minat besar dari para peneliti, terutama yang bekerja di bidang pertanian, untuk mencari tahu lebih lanjut.
Namun, setelah itu, selama hampir 30 tahun (1985–2015), berbagai studi, baik pada hewan maupun manusia, menunjukkan bahwa kanker jarang terjadi akibat paparan glifosat, sehingga glifosat tidak lagi dianggap sebagai zat yang memicu kanker.
Lalu, pada tahun 2015, International Agency for Research on Cancer (IARC) yang berada di bawah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kembali memicu perdebatan. Mereka mengklasifikasikan glifosat sebagai "kemungkinan karsinogen bagi manusia" (probable human carcinogen) kategori 2A, setelah melihat bukti kuat dari studi pada hewan yang menunjukkan efek karsinogenik (pemicu kanker) dan genotoksik (merusak DNA).
Kategori 2A ini juga meliputi: akrilamida, patogen seperti malaria, daging merah, dan minuman yang sangat panas pada suhu di atas 65 derajat Celcius.
Sampai sekarang, belum ada kesimpulan final dari dunia medis dan ilmiah tentang apakah glifosat benar-benar menyebabkan kanker pada manusia melalui konsumsi makanan.
Namun, sebuah studi pada tahun 2017 menemukan bahwa konsumsi makanan yang mengandung glifosat dalam jangka panjang, bahkan dalam dosis kecil, bisa merusak hati. Kerusakan ini bisa berkembang menjadi penyakit hati berlemak nonalkoholik (NAFLD) dan nekrosis hati (kematian jaringan hati).
Residu glifosat memang ditemukan secara luas pada berbagai produk, seperti susu, daging, sereal, sayuran, dan madu. Meski begitu, sebagian besar kadar glifosat masih berada di bawah batas aman yang ditetapkan. Namun, beberapa studi menyoroti kekhawatiran terhadap keberadaan glifosat dalam bahan pokok seperti gandum, tepung, dan oat, yang bisa berdampak pada paparan jangka panjang dari makanan sehari-hari.
Secara umum, tidak ditemukan adanya pelampauan batas aman harian secara signifikan. Risiko terhadap kesehatan manusia, termasuk anak-anak, dinilai sangat rendah. Walaupun begitu, hasil studi yang bervariasi, terutama soal potensi kanker, menunjukkan perlunya penelitian lebih lanjut, terutama untuk kelompok rentan seperti anak-anak.
Diperlukan pula peningkatan dalam pengawasan, pembaruan standar keamanan, dan kajian lebih dalam terkait paparan gabungan dari berbagai jalur (makanan, air, udara) sepanjang hidup, serta dampak perubahan iklim dan praktik pertanian terhadap penggunaan glifosat, keamanan pangan, dan kesehatan masyarakat.
Referensi
"Questions and Answers on Glyphosate." U.S. Food and Drug Administration. Diakses Juli 2025.
Christelle Bou-Mitri et al., “Glyphosate in Food: A Narrative Review,” Journal of Agriculture and Food Research, January 1, 2025, 101643, https://doi.org/10.1016/j.jafr.2025.101643.
"Glyphosate in Food: How Dangerous is it?" News Medical Life Sciences. Diakses Juli 2025.
"Diet Is a Factor in Contact with Glyphosate." Centers for Disease Control and Prevention. Diakses Juli 2025.
"Glyphosate Contamination in Food Goes Far Beyond Oat Products." Environmental Working Group. Diakses Juli 2025.
"Glyphosate (Roundup): Understanding Risks to Human Health." PennState Extension. Diakses Juli 2025.
"Glyphosate: Health Concerns and Safer Alternatives." Drugwatch.com. Diakses Juli 2025.
"Glyphosate." Pesticide Action Network UK. Diakses Juli 2025.
"Glyphosate Herbicides and Your Health." WebMD. Diakses Juli 2025.
Andrew R. Kniss, “Long-term Trends in the Intensity and Relative Toxicity of Herbicide Use,” Nature Communications 8, no. 1 (April 10, 2017), https://doi.org/10.1038/ncomms14865.
Carolina Panis et al., “Widespread Pesticide Contamination of Drinking Water and Impact on Cancer Risk in Brazil,” Environment International 165 (June 3, 2022): 107321, https://doi.org/10.1016/j.envint.2022.107321.
Peter Rembischevski and Francisco J.R. Paumgartten, “On The Excess of Cancer Cases Attributable to Drinking Water Contamination by Pesticides in Brazil (Comment on Panis Et Al. 2022. Widespread Pesticide Contamination of Drinking Water and Impact on Cancer Risk in Brazil. Environ. Int. 165: 107321),” Environment International 169 (September 22, 2022): 107539, https://doi.org/10.1016/j.envint.2022.107539.
Vincenzo Torretta et al., “Critical Review of the Effects of Glyphosate Exposure to the Environment and Humans Through the Food Supply Chain,” Sustainability 10, no. 4 (March 24, 2018): 950, https://doi.org/10.3390/su10040950.
Robin Mesnage et al., “Multiomics Reveal Non-alcoholic Fatty Liver Disease in Rats Following Chronic Exposure to an Ultra-low Dose of Roundup Herbicide,” Scientific Reports 7, no. 1 (January 9, 2017), https://doi.org/10.1038/srep39328.