ilustrasi vape atau rokok elektrik (IDN Times/NRF)
Melepaskan diri dari vape memerlukan strategi yang mencakup aspek fisik dan psikologis, karena nikotin menyebabkan kecanduan yang nyata. Langkah-langkah praktis termasuk:
Mencari dukungan profesional: Konsultasikan dengan dokter atau konselor kesehatan untuk rencana berhenti yang sesuai. Program berhenti nikotin dengan dukungan terstruktur cenderung lebih efektif.
Mengurangi ketergantungan nikotin secara bertahap: Jika berhenti total terasa sulit, pendekatan bertahap dengan menurunkan dosis atau frekuensi bisa membantu, lalu dilanjutkan dengan berhenti sepenuhnya.
Mengalihkan diri dengan melakukan aktivitas sehat: Olahraga, hobi, atau teknik manajemen stres dapat membantu mengurangi keinginan untuk vape dan memperbaiki kesejahteraan umum.
Mendukung perubahan lingkungan: Menghindari situasi sosial yang mengaitkan dirimu dengan vaping, serta mendapatkan dukungan dari keluarga dan teman, sangat berpengaruh dalam keberhasilan berhenti.
Penting diingat bahwa risiko kesehatan vape pada banyak aspek menyerupai atau saling memperkuat risiko rokok konvensional. Jadi, berhenti adalah langkah terbaik untuk kesehatan jangka panjang.
Vape tidak bisa dianggap aman hanya karena tidak menghasilkan asap tembakau tradisional. Produk ini masih mengandung nikotin yang adiktif serta berbagai bahan kimia dan partikel aerosol yang berpotensi berbahaya saat dihirup.
Bukti ilmiah terus menunjukkan hubungan antara vaping dengan gangguan pernapasan, risiko kardiovaskular, adiksi, dan dampak negatif pada kesehatan mental. Itu semua menegaskan bahwa menghindari atau berhenti menggunakan vape adalah pilihan kesehatan yang lebih bijak.
Kesadaran dan edukasi mengenai bahaya vape sangat penting, terutama di kalangan muda yang sering menjadi target pemasaran produk ini. Dukungan profesional, pendekatan bertahap, dan gaya hidup sehat bisa membantu melepaskan diri dari jerat vape dan menjaga kesehatan jangka panjang.
Referensi
“Health Effects of Vaping.” Centers for Disease Control and Prevention. Diakses Februari 2026.
“New Analysis Underscores Health Risks of E-Cigarettes.” Johns Hopkins Medicine. Diakses Februari 2026.
“NIH-funded studies show damaging effects of vaping, smoking on blood vessels.” National Heart, Lung, and Blood Institute. Diakses Februari 2026.
Raphael E Cuomo et al., “Rates of Adverse Events and Related Risk Factors Following E-cigarette Use,” Journal of Public Health 46, no. 2 (January 27, 2024): e230–39, https://doi.org/10.1093/pubmed/fdad281.
Anasua Kundu et al., “Evidence Update on the Respiratory Health Effects of Vaping E-cigarettes: A Systematic Review and Meta-analysis,” Tobacco Induced Diseases 23, no. November (November 19, 2025): 1–16, https://doi.org/10.18332/tid/209954.
Fatma Magdi Ibrahim et al., “E-cigarette Usage and Mental Health Among Undergraduate Medical and Health Sciences Students,” Scientific Reports 15, no. 1 (April 16, 2025): 13169, https://doi.org/10.1038/s41598-025-94545-6.