ilustrasi seseorang yang mempelajari tentang kalimat definisi (pexels.com/Julia M Cameron)
Dimuat dalam Journal of Neuroscience pada Maret 2022, para peneliti dari Jepang dan Amerika Serikat (AS) ingin mencari tahu model mana yang paling tepat untuk membantu proses pembelajaran.
Penelitian ini melibatkan pembelajaran lewat persepsi visual (VPL) lewat tugas bernama texture discrimination task (TDT). Tugas ini memperkuat kemampuan otak mengenali apa yang dilihat mata, sehingga memperkuat kemampuan memori visual dan sekuensial, kemampuan membedakan objek, dan relasi visual-spasial.
Jadi, para peneliti merekrut sejumlah relawan yang dibagi menjadi dua kelompok:
- Learning-dependent: Partisipan menjalani tes pra-pelatihan, lalu menjalani pelatihan TDT, dan mengerjakan dua tes setelah pelatihan. Setelah tes kedua, partisipan diizinkan tidur selama 90 menit sebelum mengerjakan tes ketiga untuk melihat seberapa banyak yang partisipan pelajari.
- Use-dependent: Partisipan belajar mengenai tugas TDT dan menjalani tes sebelum dan sesudah tidur selama 90 menit.
Para peneliti dari RIKEN Center for Brain Science, Jepang, dan Brown University, AS, menyusun program untuk kedua kelompok secara beragam untuk membedakan proses pembelajaran.