Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Benarkah Kreatin Dapat Memicu Kebotakan?
ilustrasi rambut rontok pada pria (pexels.com/Towfiqu barbhuiya)
  • Kekhawatiran soal kreatin dan rambut bermula dari studi kecil tahun 2009 yang menemukan kenaikan kadar DHT, tetapi tidak mengukur kerontokan rambut.

  • Uji klinis tahun 2025 tidak menemukan perbedaan kadar DHT maupun sejumlah ukuran kesehatan rambut setelah peserta mengonsumsi kreatin selama 12 minggu.

  • Belum ada bukti kuat kreatin menyebabkan rambut rontok. Jika rambut terus rontok atau mengkhawatirkan, dokter kulit dapat membantu.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Rambut yang tampak lebih banyak tertinggal di sisir atau kamar mandi bisa membuat seseorang bertanya-tanya apakah ini ada hubungannya dengan suplemen yang dikonsumsi.

Kekhawatiran tersebut cukup sering dikaitkan dengan kreatin, terutama karena adanya dugaan bahwa suplemen ini dapat meningkatkan hormon yang berperan dalam kebotakan pola.

Dari mana kekhawatiran soal kreatin berasal?

Pada 2009, para peneliti mengamati 20 pemain rugbi laki-laki usia kuliah yang mengonsumsi kreatin selama tiga minggu. Mereka menjalani fase awal dengan dosis 25 gram per hari selama tujuh hari, kemudian 5 gram per hari selama dua minggu.

Setelah fase awal, kadar dihidrotestosteron (DHT) dalam darah peserta meningkat 56 persen dari nilai awal. Setelah fase lanjutan, kadarnya masih 40 persen di atas nilai awal. Namun, penelitian ini tidak mengukur kerontokan rambut, kepadatan rambut, atau perubahan pada folikel rambut. Jadi, hasilnya menunjukkan perubahan hormon dalam kelompok kecil.

DHT memang terlibat dalam kebotakan pola pada orang yang folikel rambutnya rentan secara genetik. Namun, perubahan kadar hormon dalam darah tidak dengan sendirinya menunjukkan bahwa seseorang akan mengalami rambut rontok. Kebotakan pola juga merupakan kondisi yang dipengaruhi banyak faktor.

Bukti langsung tentang kreatin dan rambut

ilustrasi kreatin (unsplash.com/ Aleksander Saks)

Pada 2025, sebuah uji klinis acak membandingkan kreatin monohidrat dengan plasebo selama 12 minggu. Sebanyak 45 laki-laki terlatih angkat beban berusia 18–40 tahun direkrut; 38 di antaranya menyelesaikan penelitian. Kelompok kreatin mengonsumsi 5 gram per hari.

Peneliti mengukur kadar testosteron dan DHT, serta memeriksa rambut menggunakan tes dan pencitraan khusus. Mereka melihat kepadatan rambut, jumlah unit folikel, dan ketebalan rambut. Hasilnya, tidak ditemukan perbedaan bermakna antara kelompok kreatin dan plasebo pada kadar DHT maupun ukuran-ukuran rambut tersebut.

Walaupun memberi bukti langsung yang lebih relevan terhadap pertanyaan soal kerontokan dibanding studi tahun 2009, tetapi durasi studi tahun 2025 ini cuma 12 minggu dan pesertanya adalah laki-laki terlatih. Jadi, hasilnya belum menjawab kemungkinan efek penggunaan bertahun-tahun atau pada semua kelompok orang.

Apa yang sebaiknya dilakukan jika rambut mulai rontok?

Kerontokan yang muncul setelah mulai mengonsumsi kreatin belum tentu disebabkan oleh suplemen tersebut. Rambut rontok dapat berkaitan dengan berbagai faktor, termasuk kerontokan pola yang diwariskan. Jika rambut terus-terusan rontok atau mulai bikin kamu khawatir, dokter kulit dapat membantu menilai penyebab dan pilihan penanganannya.

Jadi, belum ada bukti kuat bahwa kreatin menyebabkan rambut rontok. Studi awal yang memicu kekhawatiran hanya mengukur DHT, sementara uji klinis terbaru yang memeriksa rambut secara langsung tidak menemukan dampak pada ukuran rambut yang diamati.

Referensi

Johann van der Merwe, Naomi E. Brooks, and Kathryn H. Myburgh, “Three Weeks of Creatine Monohydrate Supplementation Affects Dihydrotestosterone to Testosterone Ratio in College-Aged Rugby Players,” Clinical Journal of Sport Medicine 19, no. 5 (2009): 399–404, https://doi.org/10.1097/JSM.0b013e3181b8b52f.

Mohammadyasin Lak et al., “Does Creatine Cause Hair Loss? A 12-Week Randomized Controlled Trial,” Journal of the International Society of Sports Nutrition 22, suppl. 1 (2025): 2495229, https://doi.org/10.1080/15502783.2025.2495229.

Raquel Cuevas-Diaz Duran et al., “The Biology and Genomics of Human Hair Follicles: A Focus on Androgenetic Alopecia,” International Journal of Molecular Sciences 25, no. 5 (2024): 2542, https://doi.org/10.3390/ijms25052542.

American Academy of Dermatology Association, “Hair Loss: Who Gets and Causes,” diakses 4 Oktober 2026.

Curated For You

Editorial Team

Related Article