ilustrasi kreatin (unsplash.com/ Aleksander Saks)
Pada 2025, sebuah uji klinis acak membandingkan kreatin monohidrat dengan plasebo selama 12 minggu. Sebanyak 45 laki-laki terlatih angkat beban berusia 18–40 tahun direkrut; 38 di antaranya menyelesaikan penelitian. Kelompok kreatin mengonsumsi 5 gram per hari.
Peneliti mengukur kadar testosteron dan DHT, serta memeriksa rambut menggunakan tes dan pencitraan khusus. Mereka melihat kepadatan rambut, jumlah unit folikel, dan ketebalan rambut. Hasilnya, tidak ditemukan perbedaan bermakna antara kelompok kreatin dan plasebo pada kadar DHT maupun ukuran-ukuran rambut tersebut.
Walaupun memberi bukti langsung yang lebih relevan terhadap pertanyaan soal kerontokan dibanding studi tahun 2009, tetapi durasi studi tahun 2025 ini cuma 12 minggu dan pesertanya adalah laki-laki terlatih. Jadi, hasilnya belum menjawab kemungkinan efek penggunaan bertahun-tahun atau pada semua kelompok orang.