Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Benarkah Polusi Udara Dapat Menyebabkan Kanker? Ini Penelitiannya!

4 min read
Benarkah Polusi Udara Dapat Menyebabkan Kanker? Ini Penelitiannya!
kabut asap akibat kebakaran hutan di Kalimantan (commons.wikimedia.org/Zenibas)
  • Polusi partikulat PM10 dan terutama PM2.5 dapat masuk ke saluran pernapasan hingga paru-paru, berasal dari debu, pembakaran sampah, emisi kendaraan, pembangkit listrik, dan kebakaran hutan.
  • Paparan partikulat halus dikaitkan dengan kanker paru-paru serta peningkatan kematian akibat penyakit tersebut; partikel dapat tertahan di paru-paru dan bahkan masuk ke aliran darah.
  • Perlindungan dapat dilakukan dengan memakai masker respirator, menggunakan air purifier berfilter HEPA, tidak membakar sampah, serta mengurangi emisi lewat berbagi kendaraan, transportasi umum, bersepeda, atau berjalan kaki.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jika kamu mengetahui hal ini, pasti kamu cukup kaget, sih. Sebab, di udara yang kita hirup sehari-hari, ternyata terdapat campuran asam mikroskopis, logam, bahan kimia, mikroplastik, dan bahan-bahan menyeramkan lainnya. Terdiri dari partikel-partikel kecil cairan dan zat padat, polusi partikulat adalah masalah lingkungan besar yang mengancam kesehatan dan memang dikaitkan dengan beberapa jenis kanker. Dari debu dan tanah hingga bakaran sampah, emisi dari kendaraan bermotor, pembangkit listrik, dan kebakaran hutan, udara yang kita hirup dipenuhi dengan partikel mikro berbahaya yang tidak bisa dilihat dengan mata telanjang, tetapi sangat beracun bagi kesehatan kita.

Lalu, jenis kanker apa yang disebabkan dari polusi udara? Apalagi, Indonesia sedang dilanda kebakaran hutan parah di berbagai wilayah, seperti Kalimantan, Sumatera, hingga Papua. Mari kita cari tahu!

  1. 1. Apa itu polusi partikulat?

    ilustrasi polusi partikulat yang lebih kecil dari rambut manusia
    ilustrasi polusi partikulat yang lebih kecil dari rambut manusia (dok. U.S. Environmental Protection Agency)

    Apa itu polusi partikulat? Yap, polusi partikulat atau particulate matter (PM) adalah polusi yang disebabkan oleh polutan partikulat. Polutan partikulat ini menyebabkan polusi partikulat. Menurut U.S. Environmental Protection Agency, partikel-partikel di udara yang kita hirup ini bisa menyebabkan masalah kesehatan yang mengancam nyawa.

    Partikulat debu didefinisikan sebagai partikulat berdiameter 10 mikrometer (yang dikenal sebagai PM10) atau lebih kecil. Bahkan lebih kecil dari partikulat polutan adalah partikulat halus, yang berdiameter 2,5 mikrometer (PM2.5) atau lebih kecil. Polusi PM10 sendiri bisa masuk ke hidung dan tenggorokan manusia. Namun, polusi PM2.5 bisa masuk lebih dalam ke paru-paru.

  2. 2. Polusi partikulat bisa menyebabkan kanker paru-paru

    ilustrasi kanker paru-paru
    ilustrasi kanker paru-paru (commons.wikimedia.org/Blausen Medical Communications, Inc.)

    Nah, dari semua jenis kanker, kanker paru-paru adalah penyebab kematian utama di Indonesia dan dunia, seperti yang dikutip Primaya Hospital. Penyebabnya bukan hanya karena rokok, tapi polusi udara juga merupakan salah satu penyebabnya. Tubuh kita memiliki sistem pertahanan alami seperti bersin atau batuk untuk mengeluarkan partikulat dan benda asing yang berbahaya bagi kesehatan kita, tetapi semakin kecil partikelnya, semakin kecil kemungkinan tubuh kita bisa membuangnya.

    Kemudian, partikulat tersebut akan tersangkut di paru-paru kita dan bahkan bisa masuk ke aliran darah kita. Adapun, paparan dan menghirup partikulat halus memang dikaitkan dengan tingkat kematian yang lebih tinggi pada kanker paru-paru. Efek partikulat halus pada kanker paru-paru dan angka kematian juga dikaitkan dengan banyak jenis polutan partikulat, tetapi hal ini biasanya berasal dari pembakaran batu bara, asap kayu, dan karsinogen lain.

    Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) melaporkan bahwa hingga 20 persen kanker paru-paru terjadi pada orang yang tidak merokok atau menggunakan produk tembakau. Dalam hal mengidentifikasi kanker paru-paru, gejalanya pun bisa bervariasi bagi setiap orang. Sebagian orang umumnya merasa tidak enak badan atau lelah tanpa gejala yang menunjukkan masalah pada paru-paru, sementara ada pula yang mengalami nyeri dada, mengi, atau batuk terus-menerus yang semakin parah atau disertai darah. Nah, karena kanker paru-paru dapat bermetastasis ke bagian tubuh lain, sangat penting untuk menemui dokter jika mengalami gejala seperti yang disebutkan di atas, ya.

  3. 3. Bagaimana melindungi diri dari polusi partikulat?

    ilustrasi memakai masker
    ilustrasi memakai masker (pexels.com/Zain Ali)

    Nah, karena partikulat debu tidak bisa kamu lihat dengan mata telanjang, tapi bisa sangat berbahaya bagi kesehatan kita, lho. Untuk polutan partikulat dari kebakaran hutan, debu, asap, dan polusi udara lainnya, usahakan mengenakan masker resiptor untuk melindungi diri dari partikulat berbahaya, termasuk PM dari proyek renovasi rumah. The New York Times menjelaskan bahwa masker respirator yang efektif untuk melindungi diri dari polutan partikulat adalah masker N95 sekali pakai berlabel 3M-8210 dan 3M-8511.

    Selain itu, kamu bisa menggunakan pembersih udara atau air purifier untuk menyaring polutan partikulat dari udara dalam ruangan. Sebuah studi yang ditulis oleh Stuti Dubey, dkk., berjudul "Assessing Effectiveness of Air Purifiers (HEPA) for Controlling Indoor Particulate Pollution" (2021), yang diterbitkan di Heliyon menjelaskan bahwa air purifier dengan filter High-Efficiency Particulate Air (HEPA) efektif dalam menghilangkan sekitar 99,97 persen partikulat yang lebih besar dari 0,3 mikrometer.

    Di samping itu, jangan membakar plastik, dedaunan dan sampah rumah tangga. Ada baiknya, sampah organik rumah tangga dijadikan kompos atau memisahkan plastik untuk di daur ulang. Adapun, kontribusi terbesar polusi partikel biasanya dari asap emisi kendaraan. Jika memungkinkan, berbagi kendaraan dengan teman atau kolega, dan utamakan untuk menaiki transportasi alternatif seperti bersepeda, berjalan kaki, atau naik transportasi umum.

    Kerusakan lingkungan seperti kebakaran hutan dan polusi kendaraan memang tragedi yang tak bisa kita kendalikan. Namun, untuk melindungi paru-paru kita, ada baiknya kita selalu menggunakan masker yang sudah direkomendasikan. Semoga masalah kebakaran hutan di Indonesia juga cepat berlalu, ya. Agar masyarakat Indonesia dan negara tetangga bisa mendapatkan udara bersih yang layak.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Dari Kebun Nilam ke Pasar Dunia

Related Articles

See More