Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Benarkah TWS Berbahaya bagi Otak? Ketahui Faktanya

Benarkah TWS Berbahaya bagi Otak? Ketahui Faktanya
ilustrasi TWS (pexels.com/Antoni Shkraba)
Intinya Sih
  • Penelitian menunjukkan belum ada bukti ilmiah konsisten bahwa radiasi Bluetooth dari TWS berbahaya bagi otak, karena termasuk radiasi non-ionisasi.

  • Risiko utama penggunaan TWS lebih terkait kebiasaan seperti volume terlalu keras, durasi pemakaian lama, serta kebersihan perangkat.

  • Pengguna disarankan membatasi volume hingga 60%, memberi jeda setiap jam, menjaga kebersihan TWS, serta mematikan Bluetooth saat tidak digunakan.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Penggunaan TWS atau earphone Bluetooth kini semakin populer karena dianggap praktis dibanding earphone kabel. Cukup mengandalkan koneksi Bluetooth, pengguna bisa mendengarkan musik, menonton video, hingga menerima panggilan tanpa diribetkan dengan kabel. Namun, karena digunakan dekat dengan kepala, muncul kekhawatiran bahwa TWS dapat memancarkan radiasi yang berdampak buruk bagi kesehatan otak.

Benarkah TWS berbahaya bagi otak? Banyak orang mengaitkan penggunaan TWS dengan risiko radiasi hingga kanker otak, terutama karena perangkat ini menggunakan koneksi Bluetooth. Padahal sejauh ini belum ada bukti ilmiah yang konsisten yang menyatakan TWS dapat merusak otak jika digunakan sesuai batas aman. Yuk, simak penjelasan lengkapnya!

Table of Content

1. Benarkah TWS berbahaya bagi otak?

1. Benarkah TWS berbahaya bagi otak?

Banyak orang khawatir penggunaan TWS atau earphone Bluetooth bisa berbahaya bagi otak karena memancarkan radiasi. Namun, menurut dr. Widya Eka Nugraha, MSiMed dari IPB, hingga saat ini belum ada bukti ilmiah konsisten yang menunjukkan bahwa penggunaan Bluetooth earphones dapat merusak otak manusia. Hal ini karena tidak semua jenis radiasi berbahaya bagi tubuh.

Bluetooth pada TWS menggunakan gelombang radio atau radio frequency (RF) yang termasuk radiasi non-ionisasi. Jenis radiasi ini berbeda dengan radiasi ionisasi seperti sinar-X atau sinar gamma yang diketahui dapat merusak DNA pada dosis tertentu. Paparan RF dari perangkat Bluetooth umumnya hanya menimbulkan efek panas ringan pada jaringan tubuh atau thermal effect. Selain itu, perangkat Bluetooth yang beredar di pasaran juga telah memenuhi standar keamanan sehingga tidak menghasilkan efek signifikan pada jaringan tubuh manusia.

Sejumlah penelitian juga belum menemukan hubungan kuat antara penggunaan perangkat Bluetooth dengan risiko kanker otak. Sebuah studi menyebutkan bahwa paparan RF dari penggunaan ponsel kecil kemungkinan meningkatkan risiko kanker otak. World Health Organization (WHO) pun menyatakan bahwa penelitian sejauh ini belum menunjukkan bukti konsisten mengenai dampak buruk paparan RF pada level di bawah batas keamanan.

2. Risiko penggunaan TWS

Risiko penggunaan TWS
ilustrasi TWS (pexels.com/Antoni Shkraba)

Risiko penggunaan TWS lebih sering berkaitan dengan kebiasaan pemakaian, bukan radiasi Bluetooth. Penggunaan volume terlalu keras dan terlalu lama dapat memicu gangguan pendengaran. Selain itu, earphone yang jarang dibersihkan atau dipakai dalam kondisi lembap juga bisa meningkatkan risiko infeksi telinga. Penggunaan TWS saat berkendara atau di tempat umum pun dapat mengurangi fokus terhadap lingkungan sekitar.

Selain masalah telinga, penggunaan gadget terlalu lama sambil menunduk juga bisa menyebabkan pegal dan kelelahan. Karena itu, pengguna disarankan memakai volume secukupnya, memberi jeda penggunaan, serta rutin membersihkan earphone. Jika muncul keluhan seperti telinga berdenging, nyeri, atau pendengaran menurun, sebaiknya segera hentikan penggunaan dan periksa ke dokter.

3. Tips aman menggunakan TWS

Meski penggunaan TWS tergolong aman, kamu tetap perlu memperhatikan cara pemakaiannya agar tidak berdampak buruk bagi kesehatan telinga maupun tubuh. Berikut beberapa tips aman menggunakan TWS yang bisa diterapkan sehari-hari.

  • Batasi durasi dan volume penggunaan

Hindari memakai TWS terlalu lama tanpa jeda, terutama dengan volume tinggi. Sebaiknya gunakan volume maksimal sekitar 60% dan beri waktu istirahat setiap 30—60 menit agar telinga tidak bekerja terlalu keras. Kebiasaan mendengarkan audio dengan suara keras dalam waktu lama dapat meningkatkan risiko gangguan pendengaran dan telinga berdenging.

  • Gunakan perangkat berkualitas dan jaga kebersihannya

Pilih TWS dari merek tepercaya yang memiliki standar keamanan atau sertifikasi resmi. Selain itu, rutin membersihkan earphone juga penting untuk mencegah penumpukan kotoran dan bakteri yang bisa memicu infeksi telinga. Hindari juga penggunaan TWS secara bergantian dengan orang lain.

  • Kurangi paparan yang tidak perlu

Saat tidak digunakan, matikan koneksi Bluetooth untuk mengurangi paparan gelombang radio secara terus-menerus. Kamu juga bisa menggunakan speaker atau hands-free saat menelepon agar jarak perangkat dengan kepala lebih jauh.

Kekhawatiran soal TWS memang sering muncul karena perangkat ini digunakan dekat dengan kepala. Namun, benarkah TWS berbahaya bagi otak masih belum memiliki bukti ilmiah yang kuat. Agar tetap nyaman digunakan, hindari volume terlalu tinggi dan jangan memakai TWS terus-menerus tanpa istirahat, ya.

FAQ seputar benarkah TWS berbahaya bagi otak

Apakah TWS bisa merusak otak?

Sampai saat ini belum ada bukti ilmiah yang konsisten bahwa TWS dapat merusak otak manusia.

Apa risiko kesehatan yang lebih sering terjadi akibat penggunaan TWS?

Risiko yang lebih umum adalah gangguan pendengaran, telinga berdenging, dan infeksi telinga akibat penggunaan terlalu lama atau volume terlalu keras.

Berapa volume aman saat menggunakan TWS?

Disarankan menggunakan volume maksimal sekitar 60% agar telinga tidak cepat rusak.

Referensi

"IPB University Doctor Affirms Bluetooth Earphones Are Safe, Main Risk Lies in Usage Patterns". IPB University. Diakses Mei 2026.
"Are Bluetooth Wireless Headphones Safe for Your Brain?". Health. Diakses Mei 2026.
"Are Bluetooth Headphones Safe: What You Should Know". Soundcore. Diakses Mei 2026.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Lea Lyliana
EditorLea Lyliana
Follow Us

Related Articles

See More