Baik sunspot maupun kanker kulit memiliki faktor risiko utama yang sama, yaitu paparan sinar ultraviolet (UV) berlebihan, baik UVA maupun UVB. Jadi, strategi pencegahan keduanya berfokus pada perlindungan terhadap UV dan deteksi dini.
Hindari paparan sinar matahari langsung atau batasi aktivitas luar ruangan antara pukul 10.00–15.00, saat indeks UV tertinggi.
Gunakan sunscreen setiap hari, minimal SPF 30 (lebih tinggi jika beraktivitas outdoor lebih dari 2 jam) dengan tipe sunscreen broad spectrum (proteksi UVA dan UVB), aplikasikan minimal 2 mg/cm² (sekitar ½ sendok teh untuk wajah), 15–30 menit sebelum ke luar ruam, dan aplikasikan ulang setiap 2–3 jam.
Deteksi dini dan evaluasi rutin oleh dokter sangat penting agar kondisi dapat segera ditangani sebelum berkembang lebih parah.
Membedakan antara sunspot dan kanker kulit kadang tidak semudah itu, apalagi tanda-tanda keduanya bisa tampak serupa di permukaan kulit. Jika ragu, segera buat janji temu dengan dokter spesialis kulit agar bisa dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh. Dengan begitu, kamu bisa mendapatkan penanganan yang tepat jika ditemukan ada masalah, sekaligus menjaga kesehatan kulit dalam jangka panjang.
Referensi
"Age Spots". American Society for Dermatology Surgery. Diakses pada September 2025.
"Skin Cancer Basics". Centers for Disease Control and Prevention. Diakses pada September 2025.
"Basal and Squamous Cell Skin Cancer Symptoms". American Cancer Society. Diakses pada September 2025.
"Symptoms of Skin Cancer". Centers for Disease Control and Prevention. Diakses pada September 2025.