Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Takut Asap Karhutla Masuk Rumah? Ini Cara Mencegahnya
ilustrasi menutup jendela untuk meminimalkan asap karhutla masuk ke dalam rumah (magnific.com/magnific)

  • BMKG menyediakan pemantauan PM2.5 dan prediksi sebaran asap hingga tiga hari untuk membantu warga menentukan kewaspadaan, membatasi aktivitas luar, serta menyiapkan rumah.

  • Kurangi asap masuk dengan menutup pintu, jendela, dan celah; gunakan AC pada mode sirkulasi ulang serta filter kompatibel, tanpa menghalangi jalur darurat.

  • Siapkan ruang tertutup dengan penyaring HEPA sesuai ukuran ruangan, kurangi polusi dalam rumah, dan buka ventilasi kembali saat kualitas udara luar membaik.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Saat asap karhutla menyelimuti lingkungan, rumah bisa terasa seperti tempat paling aman untuk berlindung. Namun, partikel halus dalam asap dapat masuk melalui pintu, jendela, celah bangunan, dan saluran udara. Menutup jendela membantu, tetapi belum tentu membuat udara di dalam rumah bebas asap.

Lewat situs webnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyediakan pemantauan konsentrasi PM2.5 serta prediksi sebaran partikulat kabut asap hingga tiga hari ke depan. Informasi ini dapat membantu kamu menentukan kapan perlu lebih waspada dan membatasi aktivitas di luar rumah.

Penelitian yang terbit pada 2026 mengukur PM2.5 di 27 rumah di Los Angeles selama kebakaran Eaton. Rumah yang menggunakan penyaring HEPA memiliki kadar PM2.5 dalam ruangan sekitar 15 persen lebih rendah daripada rumah pembanding.

Meski penyaring udara membantu, tetapi tetap perlu disertai langkah lain untuk membatasi asap. Perlindungan di rumah perlu dilakukan secara berlapis, mulai dari mengurangi asap yang masuk, menyaring udara di ruangan yang paling sering digunakan, dan hindari menambah polusi dari dalam rumah.

1. Pantau kualitas udara dan informasi asap

Jangan hanya mengandalkan seberapa pekat langit terlihat. Periksa informasi kualitas udara dan prediksi sebaran asap, serta ikuti pengumuman pemerintah daerah.

Saat kualitas udara memburuk, siapkan rumah sebelum asap terasa kuat: tutup jendela, batasi kegiatan di luar, dan pastikan keluarga tahu ruangan mana yang akan digunakan untuk berlindung.

2. Tutup pintu, jendela, dan celah yang terlihat

Ketika udara di luar berasap, tutup pintu dan jendela, termasuk pada malam hari. Kurangi frekuensi keluar masuk rumah agar asap tidak ikut terbawa ke dalam.

Jika ada celah yang jelas di sekitar kusen atau pintu, rapatkan dengan karet penutup atau bahan penutup sementara. Jangan menutup jalur yang diperlukan untuk keluar saat keadaan darurat.

3. Atur pendingin ruangan agar tidak menarik udara luar

ilustrasi menyalakan AC (pexels.com/Jakub Zerdzicki)

Jika AC atau sistem ventilasi rumah memiliki saluran pemasukan udara dari luar, tutup saluran tersebut atau pilih mode sirkulasi ulang (recirculate).

Pada AC sentral, filter berperingkat MERV 13 atau setinggi yang kompatibel dengan sistem dapat membantu menangkap partikel asap. Jangan memasang filter yang tidak sesuai dengan kemampuan perangkat. Periksa panduan produsennya atau tanyakan kepada teknisi.

4. Siapkan satu ruang untuk udara yang lebih bersih

Pilih ruangan yang cukup untuk keluarga dan pintunya bisa ditutup, misalnya kamar tidur. Anak-anak, lansia, ibu hamil, serta orang dengan penyakit jantung atau paru dapat memanfaatkan ruangan ini untuk mengurangi paparan. Jika tersedia, letakkan penyaring udara di sana dan jaga pintu serta jendelanya tetap tertutup.

5. Gunakan penyaring udara dengan cara yang tepat

Pilih penyaring udara portabel berfilter HEPA yang sesuai dengan ukuran ruangan. Periksa kapasitas aliran udara bersihnya (clean air delivery rate atau CADR), lalu nyalakan sesering atau selama mungkin pada kecepatan tinggi saat asap berada di luar. Pastikan alat tidak menghasilkan ozon karena ozon sendiri dapat mencemari udara. Periksa filter secara berkala dan ganti jika kotor atau mulai berbau.

Penelitian lapangan pada tujuh rumah di Seattle, Amerika Serikat (AS), saat kebakaran pada tahun 2020 menemukan bahwa penyaring HEPA portabel menurunkan PM2.5 dalam ruangan sebesar 48–78 persen setelah digunakan selama 18–24 jam. Hasil dari penelitian kecil ini berbeda dari temuan di Los Angeles, AS, pada 2026, bahwa pengaruh penyaring dapat bervariasi menurut kondisi rumah, tingkat asap, dan cara alat digunakan. Karena itu, angka penelitian tidak menjamin hasil yang sama di setiap rumah.

6. Kurangi sumber polusi dari dalam rumah

ilustrasi memasak di rumah dengan kompor gas (pexels.com/RDNE Stock project)

Saat udara berasap, hindari merokok atau menggunakan vape di dalam rumah.

Jangan membakar lilin, dupa, atau kayu.

Batasi penggunaan semprotan aerosol dan memasak dengan kompor atau oven, terutama dalam waktu lama atau dengan panas tinggi.

Kegiatan-kegiatan di atas menambah partikel ke udara dalam ruangan. Hindari menyedot debu kecuali memakai penyedot dengan filter HEPA.

Lap atau pel lembap dapat digunakan untuk membersihkan debu yang mengendap.

7. Jaga rumah tetap sejuk dan buka kembali saat udara membaik

Menutup jendela sepanjang hari bisa membuat rumah terlalu panas. Gunakan kipas atau AC untuk menjaga suhu tetap nyaman.

Jika rumah tidak bisa tetap sejuk, listrik padam, atau asap terus masuk, pertimbangkan berpindah sementara ke tempat yang lebih sejuk dan udaranya tersaring, seperti rumah kerabat atau bangunan umum ber-AC. Saat kualitas udara luar membaik, buka jendela untuk mengeluarkan sisa udara berasap dan periksa filter penyaring.

Langkah-langkah di atas membantu mengurangi paparan, tetapi tidak menjamin asap tidak masuk sama sekali. Jika ada anggota keluarga dengan asma atau penyakit jantung dan paru, ikuti rencana perawatan yang sudah diberikan tenaga kesehatan dan cari bantuan medis jika gejalanya memburuk.

Referensi

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, “Informasi Kualitas Udara Indonesia,” diakses 20 Oktober 2026.

Ruoxue Chen et al., “Fine Particulate Matter Levels and HEPA Filtration in Los Angeles Homes during a Wildland-Urban-Interface Fire,” npj Clean Air 2, no. 1 (2026): 3, https://doi.org/10.1038/s44407-025-00042-5.

U.S. Environmental Protection Agency (EPA), “How to Create a Cleaner Air Room at Home,” diakses 20 Oktober 2026.

EPA, “Reduce Your Smoke Exposure,” diakses 20 Oktober 2026.

EPA, “Create a Clean Room to Protect Indoor Air Quality During a Wildfire,” diakses 20 Oktober 2026.

Jianbang Xiang et al., “Field Measurements of PM2.5 Infiltration Factor and Portable Air Cleaner Effectiveness during Wildfire Episodes in US Residences,” Science of the Total Environment 773 (2021): 145642, https://doi.org/10.1016/j.scitotenv.2021.145642.

Centers for Disease Control and Prevention, “Safety Guidelines: Wildfires and Wildfire Smoke,” diakses 20 Oktober 2026.

EPA, “Frequent Questions About Wildland Fire Smoke for Individuals,” diakses 20 Oktober 2026.

5 FAQ tentang meminimalkan asap karhutla masuk rumah

Apakah asap tetap bisa masuk meski pintu dan jendela tertutup?

Bisa. Asap bisa masuk melalui celah bangunan atau saluran udara. Menutup pintu dan jendela membantu mengurangi paparan, meski tidak menjamin rumah bebas asap sepenuhnya.

Bagaimana mengatur AC saat udara berasap?

Jika AC atau sistem ventilasi memiliki saluran udara dari luar, tutup saluran itu atau pilih mode sirkulasi ulang (recirculate). Ikuti petunjuk penggunaan perangkat.

Penyaring udara seperti apa yang sebaiknya dipilih?

Pilih penyaring berfilter HEPA dengan kapasitas yang sesuai ukuran ruangan dan tidak menghasilkan ozon. Nyalakan terus selama udara berasap, idealnya di ruangan yang pintu dan jendelanya tertutup.

Aktivitas apa yang sebaiknya dikurangi di dalam rumah?

Hindari merokok atau menggunakan vape, membakar dupa dan lilin, serta memasak dengan kompor atau oven—terutama dalam waktu lama. Kegiatan tersebut dapat menambah partikel di udara.

Kapan jendela boleh dibuka kembali?

Buka jendela saat kualitas udara luar sudah membaik untuk mengeluarkan sisa udara berasap. Jika rumah terlalu panas, listrik padam, atau asap terus masuk, cari tempat berlindung yang lebih sejuk dan udaranya tersaring.

Curated For You

Editorial Team

Related Article