Saat asap karhutla menyelimuti lingkungan, rumah bisa terasa seperti tempat paling aman untuk berlindung. Namun, partikel halus dalam asap dapat masuk melalui pintu, jendela, celah bangunan, dan saluran udara. Menutup jendela membantu, tetapi belum tentu membuat udara di dalam rumah bebas asap.
Lewat situs webnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyediakan pemantauan konsentrasi PM2.5 serta prediksi sebaran partikulat kabut asap hingga tiga hari ke depan. Informasi ini dapat membantu kamu menentukan kapan perlu lebih waspada dan membatasi aktivitas di luar rumah.
Penelitian yang terbit pada 2026 mengukur PM2.5 di 27 rumah di Los Angeles selama kebakaran Eaton. Rumah yang menggunakan penyaring HEPA memiliki kadar PM2.5 dalam ruangan sekitar 15 persen lebih rendah daripada rumah pembanding.
Meski penyaring udara membantu, tetapi tetap perlu disertai langkah lain untuk membatasi asap. Perlindungan di rumah perlu dilakukan secara berlapis, mulai dari mengurangi asap yang masuk, menyaring udara di ruangan yang paling sering digunakan, dan hindari menambah polusi dari dalam rumah.
