ilustrasi latihan beban (pexels.com/Ketut Subiyanto)
Menurut peneliti utama, Sonata Suk-yu Yau, temuan ini memperkuat bukti bahwa olahraga tidak hanya bermanfaat jangka panjang, tetapi juga memberikan bantuan emosional yang cepat. Ini bisa menjadi kabar baik bagi orang yang sedang menunggu efek obat antidepresan muncul, yang biasanya butuh waktu mingguan.
Studi-studi sebelumnya juga menunjukkan hal serupa. Penelitian terpisah yang dipublikasikan dalam jurnal JAMA Psychiatry menunjukkan bahwa olahraga intensitas sedang dapat menurunkan gejala depresi ringan hingga sedang. Di sisi lain, mekanisme berbasis hormon seperti adiponektin memberi gambaran baru tentang bagaimana olahraga memengaruhi otak secara langsung.
Temuan ini membuka pintu bagi dua hal:
Panduan olahraga khusus untuk meningkatkan mood secara cepat, bukan hanya untuk kebugaran.
Pengembangan obat antidepresan yang bekerja cepat, berbasis stimulasi jalur adiponektin–AdipoR1.
Meski begitu, para ahli mengingatkan bahwa olahraga bukan pengganti pengobatan bagi mereka yang memiliki depresi sedang hingga berat. Namun, sebagai pelengkap perawatan, efek cepatnya bisa sangat membantu.
Referensi
Tong Cheng et al., “Rapid Antidepressant Effect of Single-bout Exercise Is Mediated by Adiponectin-induced APPL1 Nucleus Translocation in Anterior Cingulate Cortex,” Molecular Psychiatry 30, no. 12 (October 25, 2025): 5760–76, https://doi.org/10.1038/s41380-025-03317-1.
Susana Monteiro et al., “An Efficient Chronic Unpredictable Stress Protocol to Induce Stress-Related Responses in C57BL/6 Mice,” Frontiers in Psychiatry 6 (February 2, 2015): 6, https://doi.org/10.3389/fpsyt.2015.00006.
"Scientists identify a fat-derived hormone that drives the mood benefits of exercise." PsyPost. Diakses November 2025.
"A Single 30-Minute Exercise Session Has an Immediate Antidepressant Effect." Science Alert. Diakses November 2025.