Comscore Tracker

Sering Nyeri Perut saat Menstruasi? Waspadai Kista Endometriosis

Bisa sebabkan nyeri kronis dan sulit hamil

Kista endometriosis adalah kista yang terbentuk saat jaringan endometrium tumbuh di ovarium atau indung telur. Isinya berupa cairan berukuran besar pada indung telur, bahkan bisa membungkusnya. Pada kebanyakan kasus, keadaan ini muncul akibat endometriosis yang tidak mendapat penanganan tepat.

Kista endometriosis merupakan sebuah kondisi ketika tumbuhnya suatu jaringan yang tumbuh di luar rahim. Seperti dilaporkan dalam jurnal BMJ Case Reports tahun 2015, seorang perempuan berusia 32 tahun mengalami pembengkakan disertai nyeri di selangkangan.

Selain itu, ia juga melaporkan nyeri saat haid. Awalnya, dokter mencurigai adanya hernia inguinalis. Namun, setelah pemeriksaan menyeluruh, ahli radiologi menyatakan bahwa pasien tersebut mengalami kista endometriosis.

Mesti dipahami oleh kaum hawa, berikut ini fakta medis seputar kista endometriosis yang penting untuk disimak bersama.

1. Tumbuh di luar rahim, begini penjelasan mengenai kista endometriosis

Sering Nyeri Perut saat Menstruasi? Waspadai Kista EndometriosisKista endometrium atau endometrial cyst. endometriosisnews.com

Kista endometriosis adalah kondisi jaringan endometrium yang tumbuh di dalam indung telur. Umumnya kista bersifat jinak dan pertumbuhannya bergantung pada hormon estrogen.

Ukuran kista endometriosis biasanya sekitar 5 sentimeter, tetapi ada juga yang bisa terus tumbuh hingga 20 sentimeter.

Sekadar informasi, endometrium adalah lapisan rahim. Kadang, jaringan ini dapat terbentuk di tempat yang tidak seharusnya, seperti tuba falopi, kandung kemih, hingga usus. Kondisi ini dikenal sebagai endometriosis.

Bila pertumbuhan jaringan sampai ke ovarium atau indung telur, kista endometriosis bisa terbentuk di sana.

Perempuan hanya bisa memiliki satu kista endometriosis, atau satu kista di setiap ovarium.

2. Gejala kista endometriosis yang perlu diwaspadai

Sering Nyeri Perut saat Menstruasi? Waspadai Kista EndometriosisIlustrasi Gejala Kista Endometriosis. freepik.com/diana.grytsku

Melansir WebMD, gejala paling umum dari endometriosis adalah rasa sakit di perut bagian bawah yang tak kunjung hilang. Nyeri yang dirasakan ini bisa memburuk sebelum dan selama menstruasi.

Selain itu, bisa juga terjadi perdarahan menstruasi yang berat serta rasa sakit saat berhubungan seksual.

Beberapa perempuan yang memiliki kista endometriosis merasa sakit atau merasakan seperti tekanan, sementara yang lainnya bisa tak menunjukkan gejala apa pun.

Seseorang mungkin tak menyadari dirinya memiliki kista tersebut sampai dokter menemukannya saat pemeriksaan panggul atau mendeteksinya saat tes USG.

3. Apa penyebab kista endometriosis?

Sering Nyeri Perut saat Menstruasi? Waspadai Kista EndometriosisIlustrasi Menstruasi. freepik.com/user18526052

Meskipun penyebab pasti endometriosis belum ditemukan, tetapi penjelasan yang mungkin meliputi:

1. Menstruasi retrograde. Pada kondisi ini, darah menstruasi yang mengandung sel endometrium mengalir kembali melalui tuba falopi dan masuk ke rongga panggul, bukannya keluar dari tubuh. Sel-sel endometrium ini menempel di dinding panggul dan permukaan organ panggul, tempat mereka tumbuh dan terus menebal dan berdarah selama setiap siklus haid.

2. Transformasi sel peritoneal. Dalam apa yang dikenal sebagai "teori induksi" para ahli mengusulkan bahwa hormon atau faktor kekebalan mendorong transformasi sel peritoneal - sel yang melapisi sisi dalam perut - menjadi sel mirip endometrium. 

3. Transformasi sel embrio. Hormon seperti estrogen dapat mengubah sel embrio, yaitu sel pada tahap tahap awal perkembangan, menjadi implan sel mirip endometrium selama masa pubertas.

4. Implantasi bekas luka operasi. Setelah prosedur pembedahan, seperti histerektomi atau operasi sesar, sel endometrium bisa menempel pada sayatan bedah.

5. Transpor sel endometrium. Pembuluh darah atau sistem cairan jaringan (limfatik) dapat mengangkut sel-sel endometrium ke bagian tubuh lain.

6. Gangguan sistem imun. Masalah dengan sistem imun mungkin membuat tubuh tidak mampu mengenali dan menghancurkan jaringan mirip endometrium yang tumbuh di luar rahim.

4. Pengobatan kista endometriosis

Sering Nyeri Perut saat Menstruasi? Waspadai Kista EndometriosisIlustrasi Operasi. freepik.com/vectorpouch

Dokter umumnya akan mempertimbangkan usia, rasa sakit yang dialami, serta apakah pasien berniat memiliki keturunan atau tidak. Dari situ, rencana pengobatan yang bisa dilakukan meliputi:

Menunggu dengan waspada. Bila tidak mengalami nyeri dan ukuran kista kecil, dokter mungkin akan merekomendasikan untuk menunggu selama 6-8 minggu untuk melihat apakah kista akan hilang dengan sendirinya. Pemeriksaan akan menggunakan USG.

Obat-obatan. Dokter mungkin akan meresepkan obat-obatan untuk mengecilkan kista. Salah satunya dengan terapi “GnRH agonists”, yang membuat tubuh mengalami menopause untuk sementara waktu. Ovarium akan berhenti memproduksi estrogen, yang dapat membantu meringankan gejala apa pun yang dimiliki pasien.

Perlu diketahui, GnRH agonists bisa menyebabkan efek samping mirip menopause, seperti hot flashes, kehilangan kepadatan tulang, dan berkurangnya gairah seks. Terapi ini tidak dianjurkan bila pasien ingin hamil.

Operasi. Opsi pembedahan mungkin akan didiskusikan bila pasien mengalami rasa sakit yang hebat, obat-obatan tidak membantu, atau ukuran kista lebih besar dari 1,5 inci (3,8 sentimeter). Opsi ini dipilih agar kista tidak terpelintir atau pecah, yang bisa menyebabkan masalah yang lebih serius.

Kadang dokter mungkin bisa mengeluarkan cairan di dalam kista. Dalam kasus lain, kista perlu diangkat seluruhnya. Ini dapat meredakan rasa sakit dan mencegah kista lain tumbuh.

Bila pasien tidak berencana hamil, dokter mungkin akan mengangkat ovarium. Rahim juga bisa diangkat (histerektomi), tetapi prosedur ini dilakukan bila tak ada cara lain yang membantu.

Berbagai pilihan pengobatan di atas harus dikonsultasikan dengan dokter.

5. Risiko komplikasi kista endometriosis

Sering Nyeri Perut saat Menstruasi? Waspadai Kista Endometriosisfreepik.com/tirachardz

Bila tidak mendapat penanganan, kista endometriosis bisa menyebabkan:

  • Nyeri panggul kronis
  • Meningkatkan risiko terkena kanker ovarium
  • Menyulitkan kehamilan
  • Menghambat perawatan kesuburan
  • Menghentikan ovarium bekerja seperti yang seharusnya

Melansir Mayo Clinic, komplikasi sekitar sepertiga hingga setengah perempuan dengan kista endometriosis mengalami kesulitan untuk hamil. Meski begitu, ada juga beberapa perempuan dengan kista ini yang masih bisa hamil dan memiliki anak.

Selain itu, beberapa penelitian menunjukkan bahwa pasien dengan kista endometriosis memiliki kemungkinan untuk mengalami kanker ovarium meskipun relatif rendah.

Demikianlah fakta medis seputar kista endometriosis. Apabila kamu mengalami gejalanya, segera periksakan ke dokter. Diagnosis dan penanganan sedini mungkin bisa mencegah komplikasi lebih lanjut.

Topic:

  • Nurulia R. Fitri
  • Bayu Aditya Suryanto

Berita Terkini Lainnya