ilustrasi diet Mediterania (unsplash.com/Ella Olsson)
Saat ini belum ada cara pasti untuk mencegah preeklamsia. Namun, ini masih dikaji oleh para peneliti dunia. Satu studi menemukan bahwa mengonsumsi makanan yang mengandung asam amino L-arginine dan vitamin antioksidan dapat menurunkan risiko preeklamsia pada perempuan yang berisiko tinggi, mengutip WebMD.
Studi lainnya menemukan bahwa perempuan yang kelebihan berat badan atau obesitas yang mengalami kenaikan berat badan kurang dari 6,8 kilogram (kg) selama kehamilan memiliki pengurangan risiko preeklamsia.
Selain itu, mengikuti langkah-langkah ini juga dapat membantu meminimalkan risiko masalah serius yang berkaitan dengan preeklamsia. Memperhatikan gejala dan menginformasikannya ke dokter juga dapat membantu dokter bila diperlukan persalinan dini. Bila kamu berisiko tinggi mengalami preeklamsia, dokter mungkin akan meresepkan aspirin dosis rendah untuk diminum setiap hari.
Cara lainnya untuk mengurangi risiko preeklamsia termasuk:
- Jangan melewatkan pemeriksaan prenatal agar dokter atau bidan bisa terus memantau kondisi kehamilan, cek tekanan darah, serta bila tanda lainnya dari preeklamsia. Selama pemeriksaan ini, dokter akan memeriksa tenanan darah, darah, tingkat protein dalam urine, serta pertumbuhan dan berat janin.
- Pantau berat badan dan tekanan darah. Bila kamu punya riwayat tekanan darah tinggi sebelum hamil, informasikan ini kepada dokter. Dokter mungkin akan meminta kamu untuk memantau berat badan dan tekanan darah di antara kunjungan.
- Menurunkan tekanan darah. Dokter mungkin akan merekomendasikan konsumsi kalsium atau aspirin ekstra, atau berbaring miring ke kiri saat beristirahat. Dokter mungkin juga menyarankan untuk mengubah pola makan, memastikan kamu mendapatkan banyak buah dan sayuran dan rendah garam. Diet Mediterania bisa menjadi adalah salah satu pilihannya.
Bertambah lagi manfaat dari diet Mediterania yang dibuktikan oleh penelitian, yaitu membantu mengurangi risiko preeklamsia pada ibu hamil.
Walaupun merupakan salah satu pola makan paling sehat, tetapi bila kamu ingin mengubah pola makan atau menggunakan diet Mediterania atau diet apa pun untuk perawatan suatu penyakit atau kondisi, selalu bicarakan dengan dokter terlebih dulu, ya.