Comscore Tracker

5 Fakta Penyakit Osgood-Schlatter yang Sering Dialami Remaja

Biasanya memengaruhi anak yang aktif olahraga

Penyakit Osgood-Schlatter atau Osgood-Schlatter Disease merupakan kondisi yang ditandai dengan adanya pembengkakan menyakitkan atau peradangan di tulang kering tepat di bawah tempurung lutut. Ini adalah salah satu penyebab nyeri lutut yang umum pada anak-anak atau remaja dalam masa pertumbuhan. 

Aktivitas fisik yang terlalu banyak dapat memberikan tekanan pada lempeng pertumbuhan dekat tulang kering. Inilah yang kemudian memicu perkembangan penyakit ini.

Apakah penyakit Osgood-Schlatter dapat menyebabkan cedera serius dan jangka panjang? Apakah kondisi ini bisa dicegah? Yuk, simak selengkapnya tentang fakta medis penyakit Osgood-Schlatter secara lebih rinci di bawah ini!

1. Tanda dan gejala

5 Fakta Penyakit Osgood-Schlatter yang Sering Dialami Remajailustrasi gangguan sendi dan kuku (freepik.com/tirachard)

Nyeri lutut dan pembengkakan tepat di bawah tempurung lutut adalah indikator utama penyakit Osgood-Schlatter. Gejala yang umum terjadi meliputi:

  • Nyeri tekan tepat di bawah tempurung lutut.
  • Adanya benjolan tulang atau pembengkakan menyakitkan di bawah lutut, di atas tulang kering.
  • Rasa sakit biasanya muncul saat melakukan aktivitas tertentu, seperti berlari, berlutut, melompat, jongkok, atau menaiki tangga.
  • Anak-anak dengan penyakit Osgood-Schlatter biasanya dapat berjalan dengan normal tanpa rasa sakit atau pincang, tetapi gejala bisa menjadi lebih parah ketika melakukan beberapa aktivitas seperti yang disebutkan di atas.
  • Rasa nyeri bervariasi, mulai dari ringan hingga melemahkan yang dapat menghalangi untuk melakukan aktivitas fisik apa pun.

Ketidaknyamanan akibat penyakit Osgood-Schlatter ini biasanya dapat berlangsung sekitar 12--18 bulan atau berulang. Dilansir Verywell Health, penelitian terbaru menunjukkan bahwa beberapa anak dapat mengalami nyeri selama 4 tahun setelah didiagnosis penyakit ini.

2. Penyebab

5 Fakta Penyakit Osgood-Schlatter yang Sering Dialami Remajailustrasi cedera lutut (pixabay.com/Taokinesis)

Penyakit Osgood-Schlatter terjadi selama masa percepatan pertumbuhan anak. Pada masa ini, otot, tendon, dan tulang tertentu tumbuh cepat dan tidak selalu pada tingkat yang sama.

Saat melakukan aktivitas fisik, perbedaan ukuran dan kekuatan otot paha depan, dapat memberikan tekanan pada pelat atau lempeng pertumbuhan di bagian atas tulang kering di bawah tempurung lutut.

Lempeng pertumbuhan adalah lapisan tulang rawan dekat ujung tulang yang merupakan tempat sebagian besar pertumbuhan tulang terjadi. Area ini memiliki struktur yang lemah dan mudah cedera dibandingkan tulang lainnya.

Aktivitas fisik yang berulang-ulang inilah yang kemudian dapat  mengakibatkan stres pada lempeng pertumbuhan. Yang pada akhirnya memicu cedera yang disebut sebagai penyakit Osgood-Schlatter atau nyeri tumbuh.

Baca Juga: Laporan Kasus Penyakit ‘Florona’ Pertama, Ini 5 Faktanya

3. Siapa yang berisiko mengalami penyakit Osgood-Schlatter?

5 Fakta Penyakit Osgood-Schlatter yang Sering Dialami Remajailustrasi bermain basket (pexels.com/RODNAE Productions)

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, anak-anak dan remaja pada masa pertumbuhan berisiko mengembangkan penyakit ini. Berikut faktor risiko utama penyakit Osgood-Schlatter:

  • Usia: anak laki-laki usia 12--14 tahun dan anak perempuan usia 10--13 tahun lebih rentan mengalami penyakit ini. Perbedaan umur ini biasanya dikaitkan dengan masa pubertas anak, di mana anak perempuan memasuki masa pubertas lebih awal daripada anak laki-laki. 
  • Jenis kelamin: penyakit Osgood-Schlatter lebih umum ditemukan pada anak laki-laki daripada perempuan karena mereka cenderung lebih banyak beraktivitas fisik. Meskipun begitu, anak perempuan, terutama yang sering melakukan aktivitas fisik juga punya risiko yang sama besarnya untuk mengalami penyakit tersebut.
  • Olahraga, yang melibatkan lompat, lari, dan menekuk lutut seperti basket, voli, sepak bola, lari jarak jauh, seluncur indah, atau senam.
  • Otot paha depan yang kencang juga dapat meningkatkan risiko. Ketegangan otot paha depan dapat meningkatkan tarikan tendon lutut pada pelat pertumbuhan di bagian atas tulang kering.

4. Diagnosis

5 Fakta Penyakit Osgood-Schlatter yang Sering Dialami Remajailustrasi pemeriksaan lutut (pixabay.com/whitesession)

Untuk menegakkan diagnosis, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik pada lutut pasien. Apakah ada tanda-tanda seperti nyeri tekan, bengkak, dan kemerahan. Ini biasanya sudah cukup membantu untuk mendiagnosis penyakit Osgood-Schlatter.

Pada beberapa kasus, dokter mungkin juga melakukan pemeriksaan menggunakan sinar-X untuk melihat kondisi tulang lutut dan kaki. Tes ini dapat membantu mengonfirmasi temuan serta menyingkirkan penyebab nyeri lutut lainnya.

5. Pengobatan

5 Fakta Penyakit Osgood-Schlatter yang Sering Dialami Remajailustrasi penanganan cedera lutut (pixabay.com/planet_fox)

Penyakit Osgood-Schlatter biasanya tidak menyebabkan kondisi yang terlalu serius dan memiliki sedikit efek samping. Penyakit ini dapat sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan formal, dan dapat hilang setelah masa pertumbuhan tulang selesai.

Tetapi, beberapa orang mungkin memerlukan beberapa pilihan pengobatan untuk meredakan rasa nyeri dan ketidaknyamanan yang dialami. Seperti:

  • Obat pereda nyeri yang dijual bebas, seperti acetaminofen, ibu profen, atau naproxen sodium.
  • Terapi fisik untuk latihan peregangan otot paha depan, yang dapat membantu mengurangi ketegangan dan menstabilkan sendi lutut.
  • Pembedahan, jika rasa sakit sangat melemahkan dan tidak mereda setelah masa percepatan pertumbuhan selesai. Namun ini sangat jarang terjadi.
  • Perubahan gaya hidup. Misalnya membatasi waktu latihan olahraga, mengompres lutut yang sakit dengan air es, menggunakan pelindung lutut saat olahraga, beralih ke aktivitas fisik yang tidak memperparah kondisi (seperti bersepeda atau berenang).

Penyakit Osgood-Schlatter tidak dapat dicegah. Akan tetapi, risiko mengembangkannya dapat dikurangi dengan melakukan beberapa perubahan gaya hidup terkait aktivitas fisik. Kebanyakan, anak-anak dan remaja yang mengembangkan penyakit ini dapat sembuh tanpa efek samping atau komplikasi jangka panjang, meski terkadang benjolan tulang di bawah lutut tetap terlihat sampai dewasa.

Baca Juga: 7 Penyakit yang Paling Sering Dialami Anak-anak

Dwi wahyu intani Photo Verified Writer Dwi wahyu intani

@intanio99

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Izza Namira

Berita Terkini Lainnya