Comscore Tracker

Mengenal Gambling Disorder, Kecanduan Judi yang Parah

Bisa bikin orang mencuri atau menipu demi mendapat uang judi

Gambling disorder atau gangguan judi, juga disebut sebagai compulsive gambling atau perjudian kompulsif, adalah perilaku atau dorongan tak terkendali untuk terus-menerus melakukan judi meski harus mengorbankan hidup. Perilaku ini punya pola destruktif yang berbahaya bagi psikologis, keuangan, maupun sosial.

Dalam buku panduan Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, 5th Edition: DSM-5 yang dirilis oleh American Psychiatric Association (APA), gambling disorder merupakan perilaku kecanduan yang digolongkan sebagai gangguan adiktif. Sekitar 1 persen populasi dunia memenuhi kriteria untuk gangguan ini.

Orang dengan kecanduan judi dapat mengalami depresi, perasaan putus asa, tidak berdaya, bahkan bisa sampai punya pemikiran untuk bunuh diri. Untuk informasi selengkapnya tentang gambling disorder, yuk, simak ulasannya berikut ini!

1. Gejala yang dialami oleh orang dengan gangguan judi

Mengenal Gambling Disorder, Kecanduan Judi yang Parahilustrasi orang yang gelisah saat berhenti bermain judi (pexels.com/cottonbro)

Secara umum, gejala yang dialami oleh orang-orang dengan kecanduan judi adalah ketidakmampuan untuk mengendalikan diri untuk tidak berjudi. Mereka mungkin tidak selalu sering berjudi. Namun, jika memulai, mereka tidak dapat berhenti.

Berdasarkan buku panduan DSM-5, seseorang dikatakan mengalami gangguan perjudian jika menunjukkan empat atau lebih tanda berikut dalam periode 12 bulan terakhir:

  • Perlu berjudi dengan jumlah uang yang terus bertambah untuk mencapai kegembiraan yang diinginkan
  • Gelisah atau mudah tersinggung ketika mencoba mengurangi atau menghentikan perjudian
  • Telah melakukan upaya berulang yang gagal untuk mengendalikan, mengurangi, atau menghentikan perjudian
  • Sering disibukkan dengan perjudian (misalnya, punya pikiran terus-menerus dalam menghidupkan kembali pengalaman perjudian terakhir, handicap atau perencanaan usaha berikutnya, atau memikirkan cara untuk mendapatkan uang untuk berjudi)
  • Sering  berjudi ketika merasa tertekan (misalnya, tidak berdaya, bersalah, cemas, dan depresi)
  • Setelah kehilangan uang akibat berjudi, sering kali mereka kembali di hari lain untuk "balas dendam" atau "mengejar" kerugian
  • Kebohongan untuk menyembunyikan tingkat keterlibatan dengan perjudian
  • Telah membahayakan atau kehilangan hubungan, pekerjaan, atau peluang pendidikan atau karier yang signifikan akibat judi
  • Mengandalkan orang lain untuk menyediakan uang untuk meringankan situasi keuangan akibat perjudian
  • Mencuri atau menipu demi mendapat uang untuk berjudi

2. Penyebab dan faktor yang meningkatkan risiko gambling disorder

Mengenal Gambling Disorder, Kecanduan Judi yang Parahilustrasi gangguan perjudian (pixabay.com/leemurry01)

Penyebab gangguan berjudi tidak dipahami dengan baik. Ini mungkin merupakan hasil kombinasi dari faktor biologis, genetik, dan lingkungan.

Dilansir Healthline, ketika seseorang mengalami kecanduan berjudi, area otak yang disebut insula mungkin terlalu aktif. Wilayah hiperaktif ini dapat menyebabkan pemikiran yang menyimpang, yang memungkinkan seseorang melihat pola dalam urutan acak.

Otak mungkin merespons perjudian sama seperti otak merespons kecanduan alkohol. Semakin banyak kebiasaan konsumsi alkohol, semakin buruk tingkat kecanduannya.

Beberapa faktor juga dikaitkan dapat meningkatkan risiko perilaku ini, di antaranya:

  • Gangguan kesehatan mental. Orang dengan gangguan judi sering memiliki masalah dengan penyalahgunaan zat, gangguan kepribadian, depresi, atau kecemasan. Ini juga sering kali dikaitkan dengan gangguan bipolar, gangguan obsesif kompulsif (OCD), atau attention deficit hyperactivity disorder (ADHD)
  • Usia. Orang yang lebih muda dan usia paruh baya lebih sering mengalami gangguan ini daripada orang dewasa yang lebih tua
  • Jenis kelamin. Gangguan perjudian lebih sering terjadi pada laki-laki
  • Pengaruh keluarga atau teman
  • Penggunaan obat-obatan tertentu, seperti obat antipsikotik dan dopamine agonist
  • Memiliki ciri kepribadian tertentu, misalnya sangat kompetitif, gila kerja, impulsif, gelisah, atau mudah bosan

Baca Juga: 8 Tips Menghentikan Kecanduan Apapun, Memang Butuh Proses

3. Pengobatan gangguan perjudian

Mengenal Gambling Disorder, Kecanduan Judi yang ParahIlustrasi konseling (unsplash.com/Christina @ wocintechchat.com)

Orang yang mengalami gangguan perjudian sering kali tidak menyadarinya selama beberapa waktu, atau mungkin sulit mengakuinya bahwa mereka memiliki masalah tersebut. Ini akan menjadi sangat menantang.

Pengobatan atau perawatan untuk perilaku judi kompulsif ini mungkin mencakup beberapa pendekatan, seperti:

  • Terapi perilaku atau terapi perilaku kognitif. Terapi perilaku dapat membantu mengurangi keinginan berjudi, sementara terapi perilaku kognitif dapat membantu mengenali keyakinan yang tidak sehat, irasional, dan negatif, lalu menggantinya dengan pikiran yang sehat dan positif
  • Penggunaan obat-obatan antidepresan atau penstabil suasana hati
  • Bergabung dalam kelompok swadaya untuk mendapatkan dukungan dari orang lain yang juga mengalami masalah yang sama (support group)
  • Beberapa program perawatan seperti rawat jalan, rawat inap, atau perawatan residensial mungkin juga diperlukan pada beberapa kasus

4. Apakah gangguan perjudian bisa dicegah?

Mengenal Gambling Disorder, Kecanduan Judi yang Parahilustrasi upaya mencegah perjudian (pexels.com/fotografierende)

Meskipun tidak ada cara pencegahan pasti dari gangguan berjudi, tetapi program edukasi yang menargetkan individu dan kelompok yang berisiko dapat membantu. Beberapa cara berikut mungkin juga bisa dilakukan untuk mencegah kecanduan judi, seperti:

  • Menghindari perjudian dalam bentuk apa pun, orang yang berjudi, atau tempat perjudian jika memiliki faktor risiko perjudian kompulsif. Menghindari paparan dapat membantu orang yang berisiko
  • Segera mendapat perawatan atau bantuan profesional kesehatan mental pada tanda awal masalah atau ketika menyadari memiliki gangguan tersebut untuk mencegahnya memburuk
  • Perilaku kecanduan judi bisa kambuh di lain waktu. Oleh karena itu, penting untuk tetap menghindari perjudian meski setelah remisi (penurunan tingkat kecanduan setelah terapi)

5. Bagaimana prospek kecanduan judi?

Mengenal Gambling Disorder, Kecanduan Judi yang Parahilustrasi seseorang sedang depresi membutuhan bantuan (pixabay.com/rebcenter-moscow)

Seperti jenis kecanduan lainnya, gambling disorder bisa sangat sulit dihentikan dan dapat menyebabkan konsekuensi yang parah. Meski terlihat sepele di permukaan, tetapi kenyataannya tidak sama sekali.

Dilansir Verywell Mind, dalam populasi pengobatan, sekitar setengah dari mereka dengan gangguan perjudian memiliki ide bunuh diri, dan sekitar 18 persen telah mencoba bunuh diri.

Program pemulihan, konseling pribadi, pengobatan, dan perubahan gaya hidup dapat membantu mengatasi maupun mencegah perilaku kompulsif tersebut. Oleh karena itu, penelitian, pengobatan, dan pencegahan masalah perjudian harus didorong.

Itulah beberapa fakta menarik tentang gambling disorder atau gangguan perjudian yang menyebabkan kecanduan berbahaya. Mengenali masalah adalah langkah penting untuk mendapat penanganan yang tepat.

Baca Juga: 7 Cara Mengobati Kecanduan Narkoba sampai Sembuh Total, Menurut Ahli

Dwi wahyu intani Photo Verified Writer Dwi wahyu intani

Words heal me https://dwiwahyuintani.blogspot.com/

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Nurulia R. Fitri

Berita Terkini Lainnya