Comscore Tracker

11 Penyakit yang Bisa Ditularkan dari Susu dan Produk Olahannya

Ada banyak infeksi bakteri yang mengintai!

Susu adalah salah satu produk hewani yang sering kita jumpai sehari-hari. Selain kaya akan nutrisi, susu juga merupakan bahan pangan serbaguna, bisa diolah menjadi beragam produk olahan seperti keju, yoghurt, mentega, kefir, es krim, dan lain sebagainya.

Namun, di balik keunggulan tersebut, terdapat beberapa penyakit yang bisa ditularkan dari susu dan produk olahannya kepada manusia. Penularan ini biasanya terjadi ketika seseorang mengonsumsi produk yang tidak diolah atau disimpan dengan benar.

Terlebih, kandungan protein, lemak, dan gula yang tinggi pada susu merupakan sumber pangan yang ideal bagi mikroorganisme seperti virus dan bakteri. Ini menyediakan lingkungan yang cocok untuk pertumbuhannya.

Penularan penyakit melalui produk susu memang jarang terjadi. Namun, risikonya tetap ada dan kita perlu mewaspadainya. Apa saja infeksi dan penyakit yang bisa ditularkan dari susu dan produk olahannya? Berikut daftarnya. 

1. Brucellosis 

11 Penyakit yang Bisa Ditularkan dari Susu dan Produk OlahannyaIlustrasi Demam (IDN Times/Mardya Shakti)

Brucellosis adalah penyakit yang ditimbulkan dari infeksi Brucella, yaitu mikroba yang ditemukan dalam produk susu mentah atau tidak dipasteurisasi. Brucella juga dapat ditularkan dari hewan ternak melalui kontak langsung atau melalui susu hewan yang terinfeksi.

Infeksi Ini dapat menyebabkan demam undulan atau demam kambuhan. Gejalanya dapat meliputi demam yang meningkat pesat, nyeri sendi, dan kelelahan.

2. Tuberkulosis 

11 Penyakit yang Bisa Ditularkan dari Susu dan Produk Olahannyapixabay.com/nastya_gepp

Produk susu yang tidak dipasteurisasi juga memungkinkan untuk menularkan bakteri Mycobacterium bovis pada manusia. Bakteri ini dapat menyebabkan tuberkulosis (TB), penyakit menular yang menyerang paru-paru.

Sapi yang terinfeksi merupakan sumber penularan yang paling sering ditemukan, meskipun kerbau, kambing, domba, dan unta juga dapat menularkannya.

Baca Juga: 5 Penyakit Menular Seksual yang Menyerang dalam Diam, Tanpa Gejala

3. Demam Q (Q Fever) 

11 Penyakit yang Bisa Ditularkan dari Susu dan Produk Olahannyapexels.com/Andrea Piacquadio

Q fever atau query fever adalah demam yang disebabkan oleh infeksi bakteri Coxiella burnetii, yaitu bakteri tahan panas yang dapat ditemukan pada produk susu yang terkontaminasi. Mikroba ini paling sering menginfeksi hewan ternak seperti domba, kambing, dan sapi.

Demam ini biasanya ringan, gejalanya mirip flu. Beberapa orang mungkin juga tidak menunjukkan gejala sama sekali. Namun, jika mengalami gejala, gejala ini biasanya akan muncul antara 3 dan 30 hari setelah terpapar bakteri.

Gejala dapat berupa demam tinggi (hingga 41derajat Celsius), sakit kepala parah, kelelahan, panas dingin, batuk, mual, muntah, diare, dan sensitif terhadap cahaya.

4. Listeriosis 

11 Penyakit yang Bisa Ditularkan dari Susu dan Produk Olahannyapixabay.com/Couleur

Listeriosis adalah jenis infeksi yang disebabkan oleh Listeria monocytogenes, yaitu bakteri patogen yang umum ditemukan pada keju impor lunak (soft cheese) dan susu yang tidak dipasteurisasi. Bakteri ini juga memiliki karakteristik dapat bertahan pada suhu beku.

Seseorang yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah, seperti ibu hamil, orang-orang dengan HIV/AIDS, serta anak-anak dan lansia cukup berpotensi terkena infeksi ini. Melansir Verywell Health, Listeria juga diketahui dapat menyebabkan keguguran.

5. Demam tifoid (tifus) dan paratifoid

11 Penyakit yang Bisa Ditularkan dari Susu dan Produk Olahannyaunsplash.com/The Humble Co.

Susu dan produk olahannya yang tidak dipasteurisasi dengan benar juga bisa menularkan demam tifoid atau tifus. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella typhi.

Ketika bakteri tersebut masuk ke dalam tubuh, bakteri akan memicu peningkatan suhu tubuh, sakit perut, dan sembelit atau diare. Jika tidak segera diobati, bakteri dapat menyebar ke area tubuh lain dan menyebabkan gejala memburuk hingga berminggu-minggu setelah infeksi.

6. Infeksi Escherichia coli 0157: H7 

11 Penyakit yang Bisa Ditularkan dari Susu dan Produk Olahannyapixabay.com/ReinhardThrainer

Kontaminasi koliform seperti Escherichia coli merupakan kontaminasi umum pada industri susu. Produk susu yang tidak dipasteurisasi memiliki kemungkinan besar mengandung bakteri tersebut.

Escherichia coli 0157:H7 adalah strain yang sering kali dikaitkan dengan sejumlah wabah penyakit yang ditularkan melalui makanan, seperti kontaminasi susu mentah dan keju lunak. Infeksi bakteri ini dapat menyebabkan diare berdarah (kolitis hemoragik) atau penyakit hamburger (hamburger disease). Ditandai dengan jumlah trombosit yang rendah (trombositopenia), penyakit ini dapat menyebabkan perdarahan dan gagal ginjal.

Baca Juga: Waspada! Ini 7 Penyakit yang Bisa Disebarkan oleh Lalat

7. Infeksi Bacillus cereus 

11 Penyakit yang Bisa Ditularkan dari Susu dan Produk Olahannyapixabay.com/Imoflow

Bacillus cereus adalah bakteri yang menghasilkan racun yang tersebar luas di lingkungan, termasuk pada produk susu.

Menurut laporan dalam International Journal of Food Contamination, ciri Bacillus cereus adalah kemampuannya untuk tumbuh pada suhu penyimpanan susu (4 hingga 7 derajat Celsius), yang terutama menentukan umur simpan susu pasteurisasi dan produk susu turunannya.

Kontaminasi mikroba ini dalam susu dapat menyebabkan seseorang mengalami diare atau muntah, meski gejala yang ditemukan biasanya ringan dan bersifat sementara.

8. Infeksi Staphylococcus aureus 

11 Penyakit yang Bisa Ditularkan dari Susu dan Produk Olahannyapexels.com/Charlotte May

Produk susu dan olahannya juga memungkinkan untuk menularkan infeksi Staphylococcus aureus. Penularan ini berasal dari racun yang dilepaskan oleh bakteri tersebut ke dalam makanan yang ditinggalkan pada suhu kamar.

Bakteri ini mungkin mati selama proses pasteurisasi atau pemanasan. Namun, toksin atau racun yang dihasilkan biasanya tetap ada. Dibutuhkan pemanasan dengan tekanan dan suhu tinggi selama beberapa waktu untuk menghancurkan toksin sepenuhnya.

Seseorang yang mengonsumsi makanan yang terkontaminasi Staphylococcus aureus dapat mengalami muntah hebat yang "meledak-ledak".

9. Infeksi Campylobacter jejuni 

11 Penyakit yang Bisa Ditularkan dari Susu dan Produk Olahannyapexels.com/Sora Shimazaki

Campylobacter jejuni merupakan bakteri yang umum menyebabkan diare di Amerika Serikat, yaitu memengaruhi sekitar 2,4 juta orang setiap tahun. Bakteri ini biasanya ditemukan dalam susu mentah dan lebih mungkin menyebarkan penyakit saat mengontaminasi susu, karena susu memberi lingkungan tumbuh yang baik untuk jenis mikroba ini.

Kontaminasi Campylobacter jejuni dalam susu dapat menyebabkan diare berdarah yang disertai kram perut. Gejala biasanya muncul dua hingga lima hari setelah terpapar bakteri.

10. Infeksi Yersinia enterocolitis 

11 Penyakit yang Bisa Ditularkan dari Susu dan Produk Olahannyapixabay.com/kerdkanno

Bakteri Yersinia enterocolitis juga dilaporkan dapat mengontaminasi produk susu, seperti susu mentah dan es krim. Kontaminasi ini diduga berhubungan dengan teknik sanitasi dan sterilisasi yang buruk selama proses produksi atau pengolahan susu.

Berdasarkan sebuah laporan dalam Journal of Epidemiology and Infection, infeksi Yersinia enterocolitis menimbulkan gejala diare, sakit perut, demam, limfadenitis mesenterika yang menyerupai usus buntu, dan infeksi sistemik.

11. Infeksi Mycobacterium avium subspesies Paratuberculosis 

11 Penyakit yang Bisa Ditularkan dari Susu dan Produk Olahannyapixabay.com/Myriams-Fotos

Kontaminasi bakteri ini juga dilaporkan terdapat dalam produk susu. Mycobacterium avium subspesies Paratuberculosis merupakan jenis mikroba yang tahan terhadap pasteurisasi dan dikaitkan dengan penyebab penyakit Crohn (sejenis penyakit radang usus), tetapi keterkaitan ini masih kontroversial.

Itulah beberapa risiko infeksi dan penyakit yang bisa ditularkan dari produk susu dan olahannya. Untuk mencegahnya, sebaiknya jangan konsumsi susu atau produk turunan susu yang tidak dipasteurisasi. Simpan produk susu di dalam lemari es dan jangan pernah meninggalkannya di suhu ruang selama lebih dari dua jam.

Baca Juga: 8 Penyakit Penyebab Gusi Berdarah, Bisa Tanda Leukemia

Dwi wahyu intani Photo Verified Writer Dwi wahyu intani

Words heal me https://dwiwahyuintani.blogspot.com/

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Nurulia R. Fitri

Berita Terkini Lainnya