Comscore Tracker

7 Efek Samping Pengobatan Kanker yang Jarang Diketahui

Jangan abaikan gejala dari efek samping pengobatan, ya!

Kanker merupakan salah satu penyakit yang paling mematikan. Akan tetapi, sudah tersedia berbagai macam perawatan untuk mengobatinya, seperti kemoterapi, terapi radiasi, terapi hormon, dan masih banyak lagi.

Seperti halnya pengobatan untuk penyakit lainnya, perawatan untuk kanker juga memiliki efek samping. Mual dan muntah merupakan salah satu efek samping pengobatan kanker yang paling umum.

Selain itu, pengobatan kanker juga memiliki beberapa efek samping lainnya yang mungkin masih jarang diketahui. Nah, berikut ini beberapa efek samping pengobatan kanker yang penting untuk diketahui.

1. Rambut rontok

7 Efek Samping Pengobatan Kanker yang Jarang Diketahuiilustrasi rambut rontok (aad.org)

Efek samping pengobatan kanker pertama yang jarang diketahui yaitu rambut rontok. Beberapa jenis kemoterapi bisa membuat rambut penderita kanker menjadi rontok. Kondisi ini disebut dengan alopesia. Rambut rontok terjadi karena obat kemoterapi merusak folikel rambut.

Beberapa obat juga bisa menyebabkan penipisan rambut atau rambut rontok hanya pada kulit kepala. Selain itu, penipisan atau hilangnya rambut kemaluan, rambut lengan dan kaki, alis, dan bulu mata, juga bisa terjadi.

Terapi radiasi di kepala juga sering kali menyebabkan kerontokan rambut di kulit kepala. Terkadang, tergantung pada dosis radiasi ke kepala, rambut tidak tumbuh kembali seperti sebelumnya. Kerontokan rambut paling sering dimulai dalam satu hingga tiga minggu perawatan, dan akan menjadi lebih terlihat satu hingga dua bulan, setelah memulai terapi.

Kulit kepala kemungkinan terasa sangat sensitif untuk dicuci, disisir, atau disikat. Namun, jangan khawatir, karena rambut sering mulai tumbuh kembali, bahkan sebelum perawatan berakhir. Untuk mengatasi kerontokan rambut akibat kemoterapi, pasien kanker bisa menyiasatinya dengan menggunakan topi pendingin.

Penggunaan topi pendingin bisa membantu menjaga lebih banyak rambut. Topi ini juga menjaga kulit kepala agar tetap dingin baik sebelum, selama, dan setelah perawatan kemoterapi. 

Namun, ada beberapa efek samping topi pendingin yang perlu dipertimbangkan, seperti nyeri kulit kepala, sakit kepala, ketidaknyamanan leher serta bahu. Oleh sebab itu, sebaiknya bicarakan dengan dokter tentang manfaat, batasan, dan efek samping dari penggunaan topi pendingin.

Selain itu, pasien kanker yang merasa terganggu dengan kehilangan rambut yang dialaminya juga bisa memilih untuk memotong pendek rambutnya atau mencukurnya sebelum rambut mulai rontok. Wig juga bisa menjadi alternatif untuk menutupi rambut yang mengalami kerontokan.

Kalau rambut sudah menjadi sangat tipis atau benar-benar hilang selama perawatan, maka pastikan untuk melindungi kulit kepala dari panas, dingin, dan sinar matahari. Gunakan tabir surya spektrum luas dengan SPF minimal 30 dan pakai topi. Saat cuaca dingin, kenakan topi atau syal untuk menutupi kepala dan membuatnya tetap hangat.

Selain itu, untuk mengurangi kerontokan rambut, sebaiknya hindari terlalu banyak menyisir atau menarik rambut (misalnya mengepang atau menguncir, menggunakan rol rambut, mengeringkan rambut, atau menggunakan pengeriting rambut).

Saat mulai tumbuh, pada awalnya kemungkinan rambut mudah patah. Sebaiknya hindari mengeriting atau mewarnai rambut selama beberapa bulan pertama. Jaga rambutmu tetap pendek dan mudah ditata.

Jangan khawatir jika rambut baru mengalami perubahan, seperti menjadi lebih keriting atau lurus, lebih tebal atau lebih halus, atau bahkan berubah warna. Sebab, biasanya perubahan ini hanya bersifat jangka pendek. Seiring waktu, rambut kemungkinan besar akan kembali seperti sebelum perawatan.

2. Masalah kesehatan gigi, mulut, dan mata

7 Efek Samping Pengobatan Kanker yang Jarang Diketahuiilustrasi pria terkena radang gusi (smilegeneration.com)

Pasien kanker kemungkinan mempunyai masalah kesehatan pada gigi dan mulut serta penglihatan, tergantung pada perawatan yang dijalani. Ini termasuk:

  • Kemoterapi bisa memengaruhi email gigi dan meningkatkan risiko masalah gigi jangka panjang.
  • Terapi radiasi dosis tinggi ke daerah kepala dan leher bisa mengubah perkembangan gigi. Ini juga bisa menyebabkan penyakit gusi dan menurunkan produksi air liur, dan menyebabkan mulut kering.
  • Obat steroid bisa meningkatkan risiko masalah mata. Ini termasuk penglihatan kabur yang disebut katarak.

Untuk mengetahui kemungkinan adanya masalah di masa depan, pasien kanker harus menjadwalkan kunjungan rutin ke dokter gigi dan dokter mata.

3. Diare

7 Efek Samping Pengobatan Kanker yang Jarang Diketahuiilustrasi sakit perut (premierhealth.com)

Diare biasa terjadi selama perawatan kanker dan bisa berlanjut setelah perawatan kanker. Perawatan kanker kemungkinan bisa menyebabkan penderitanya mengalami:

  • Perut kembung atau kram.
  • Diare berair.
  • Rasa urgensi untuk buang air besar.
  • Tinja tipis atau longgar.

Kemoterapi bisa menyebabkan pasien kanker mengalami intoleransi laktosa untuk sementara. Apabila pasien kanker mengalami lebih banyak diare atau mencret setelah mengonsumsi susu atau produk susu, maka sebaiknya ia mengurangi atau menghentikan konsumsi makanan atau minuman ini sampai diare mulai terkontrol.

Baca Juga: 7 Jenis Kanker yang Banyak Menyerang Laki-laki, Waspada!

4. Neutropenia

7 Efek Samping Pengobatan Kanker yang Jarang Diketahuiilustrasi demam (pexels.com/Karolina Grabowska)

Neutropenia adalah penurunan jumlah sel darah putih, yang merupakan pertahanan utama tubuh terhadap infeksi. Kondisi ini biasanya terjadi setelah pasien kanker menjalani kemoterapi. Pasien kanker akan diperiksa jumlah sel darah putihnya yang rendah selama perawatan.

Obat kemoterapi bekerja untuk membunuh sel-sel yang tumbuh cepat di dalam tubuh, termasuk sel kanker dan sel darah putih yang sehat. Selama kemoterapi berlangsung, pasien kanker kemungkinan memiliki lebih sedikit sel darah putih untuk melawan kuman, sehingga lebih mudah terinfeksi.

Sering mencuri tangan bisa menurunkan risiko terkena infeksi selama kemoterapi. Selain itu, bicarakan dengan dokter mengenai cara lain untuk menurunkan risiko terkena infeksi selama kemoterapi. Segera hubungi dokter jika mengalami tanda-tanda infeksi seperti demam.

5. Masalah tulang, sendi, dan jaringan lunak

7 Efek Samping Pengobatan Kanker yang Jarang Diketahuiilustrasi pasien kanker (pexels.com/Ivan Samkov)

Kemoterapi, obat steroid, atau terapi hormonal bisa menyebabkan penipisan tulang (osteoporosis) atau nyeri sendi. Selain itu, imunoterapi bisa menyebabkan masalah pada persendian atau otot (reumatik). Orang yang tidak aktif secara fisik berisiko lebih tinggi mengembangkan kondisi ini.

Pasien kanker bisa menurunkan risiko terkena osteoporosis, dengan cara:

  • Menghindari produk tembakau, seperti rokok.
  • Membatasi jumlah alkohol yang dikonsumsi atau lebih baik lagi menghindarinya.
  • Makan makanan yang kaya akan kalsium dan vitamin D.
  • Menjadi aktif secara fisik.

6. Ruam kulit

7 Efek Samping Pengobatan Kanker yang Jarang Diketahuiilustrasi mengalami ruam di kulit wajah (everydayhealth.com)

Ruam kulit atau iritasi lainnya, kemungkinan bisa terjadi karena reaksi alergi terhadap obat atau infeksi, atau karena kemoterapi. Biopsi kulit kemungkinan dibutuhkan untuk mendiagnosis ruam kulit pasien kanker. Dalam prosedur ini, sampel kecil kulit diambil dan diperiksa di bawah mikroskop.

Sebagian besar ruam kulit akan membaik. Namun, butuh waktu untuk proses penyembuhannya. Berikut beberapa hal yang perlu dilakukan selama ruam kulit berlangsung:

  • Bersihkan area yang terkena dengan lembut, gunakan air hangat dan sabun lembut. Jangan menggosok kulit dan sebaiknya keringkan kulit dengan handuk lembut.
  • Jangan menggaruk atau menggosok area yang terkena.
  • Jangan mengoleskan krim, salep, losion, atau bedak, pada area yang terkena, kecuali diresepkan oleh dokter.
  • Jangan mengoleskan kosmetik, losion cukur, parfum, atau deodoran, pada area yang terkena. Sebaiknya gunakan pisau cukur listrik, jika perlu mencukur di area yang terkena.
  • Jangan memakai pakaian yang ketat atau pakaian yang terbuat dari kain keras seperti wol atau korduroi. Sebab, kain ini bisa mengiritasi kulit. Sebaiknya pilih pakaian yang terbuat dari serat alami, seperti katun.
  • Jangan menempelkan plester atau perban medis pada area yang terkena, kecuali dilakukan atau diinstruksikan oleh tenaga kesehatan.
  • Jangan biarkan area yang terkena mendapat paparan panas atau dingin yang ekstrem. Hindari juga menggunakan bantal pemanas listrik, botol air panas, atau kompres es.
  • Jangan biarkan area yang terkena terpapar sinar matahari langsung. Paparan sinar matahari bisa mengintensifkan reaksi kulit dan menyebabkan kulit terbakar yang parah. Sebaiknya, kenakan topi bertepi besar atau pakaian pelindung untuk meminimalkan paparan sinar matahari. Pilih tabir surya dengan SPF 30 atau lebih tinggi. Terus lindungi diri dari sinar matahari, bahkan meskipun perawatan kanker telah berakhir.

7. Masalah pada sistem endokrin

7 Efek Samping Pengobatan Kanker yang Jarang Diketahuiilustrasi memegang dahi (divinemothers.in)

Beberapa jenis perawatan kanker bisa memengaruhi sistem endokrin. Sistem ini mencakup kelenjar dan organ lain yang memproduksi hormon dan membuat telur atau sperma. Pasien kanker yang berisiko mengalami perubahan hormon dari pengobatan, sehingga membutuhkan tes darah rutin untuk mengukur kadar hormon.

Berikut masalah endokrin yang kemungkinan muncul akibat efek samping pengobatan kanker:

  • Menopause: Banyak perawatan kanker yang menyebabkan seorang wanita memiliki gejala menopause. Ini termasuk: pengangkatan indung telur (ooferoktomi), kemoterapi, terapi hormon, dan terapi radiasi ke daerah panggul.

Gejala menopause yang disebabkan oleh pengobatan kanker kemungkinan akan lebih parah dari gejala menopause alami, karena penurunan hormon terjadi lebih cepat. Gejalanya meliputi:

  • Perubahan suasana hati atau gairah seksual
  • Hot flash
  • Osteoporosis
  • Masalah kontrol kandung kemih

Perempuan yang menggunakan terapi hormon dan belum mengalami menopause, kemungkinan akan memiliki periode menstruasi yang lebih ringan dan lebih sedikit. Sementara periode menstruasi bisa berhenti sepenuhnya pada perempuan lain.

Sesudah perawatan kanker, periode menstruasi bisa kembali pada perempuan yang lebih muda. Namun, pada pasien kanker perempuan yang usianya lebih dari 40 tahun, lebih kecil kemungkinannya untuk bisa kembali lagi. Beberapa kali pengobatan kanker bisa menyebabkan menopause lebih cepat dari biasanya. Ini juga bisa menyebabkan menopause segera dimulai.

  • Masalah hormon pria: Beberapa pengobatan kanker bisa menyebabkan pria mengalami gejala yang mirip dengan menopause. Ini termasuk terapi hormon untuk kanker prostat atau operasi untuk mengangkat testis. Gejala lain yaitu meliputi penurunan gairah seksual, hot flash, dan osteoporosis.

  • Infertilitas: Pengobatan kanker yang memengaruhi organ reproduksi dan sistem endokrin bisa meningkatkan risiko infertilitas. Infertilitas berarti tidak dapat hamil atau menjadi ayah dari anak. Terkadang, infertilitas akibat pengobatan kanker berlangsung dalam waktu yang singkat. Namun, kadang juga bisa bersifat permanen.

  • Masalah hormon dari terapi radiasi kepala dan leher: Terapi radiasi pada daerah kepala dan leher bisa menurunkan kadar hormon. Ini juga bisa menyebabkan perubahan pada kelenjar tiroid.

Itulah beberapa efek samping pengobatan kanker yang jarang diketahui. Reaksi setiap orang terhadap pengobatan kanker berbeda-beda. Pasien mungkin mengalami efek samping yang disebutkan di atas tadi, atau bisa juga tidak. Tidak ada yang bisa memprediksi efek samping yang akan memengaruhi atau tingkat keparahannya.

Sebaiknya konsultasikan kepada dokter tentang efek samping apa yang mungkin akan dialami. Bicarakan juga bagaimana cara mengurangi risiko atau meminimalkan efek samping dari pengobatan yang dijalani, serta cara mengatasinya jika sampai mengalami efek samping tersebut.

Baca Juga: 10 Jenis Makanan Pencegah Kanker yang Harus Kamu Konsumsi

Eliza Ustman Photo Verified Writer Eliza Ustman

'Menulislah dengan hati, maka kamu akan mendapatkan apresiasi yang lebih berarti'

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Nurulia R F
  • Bayu Aditya Suryanto

Berita Terkini Lainnya